MANAGED BY:
SELASA
15 OKTOBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

UTAMA

Senin, 13 Mei 2019 11:24
MIRIS..!! Lihat Nih, 13 Ruangan Sekolah dan Jalan Nyaris Runtuh

Hujan Deras, SD 017 Desa Bukit Raya Dibayangi Longsor

RAWAN LONGSOR : Personel BPBD Kabupaten PPU saat melakukan pemantauan terhadap SD 017 Desa Bukit Raya, Kecamatan Sepaku pada Sabtu (11/5) lalu. Disdikpora Kabupaten PPU juga sempat berkunjung memantau kondisi bangunan sekolah yang terancam longsor, Minggu (12/5) kemarin.Pusdalops BPBD untuk KP / Disdikpora untuk KP

PROKAL.CO, PENAJAM- Sekolah Dasar (SD) Negeri di Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) terancam longsor. Yakni SD 017 Desa Bukit Raya. Penyebabnya, hujan dengan intensitas tinggi dan dengan durasi cukup lama. Yang terjadi sejak Kamis (9/5) pagi hingga Sabtu (11/5) subuh.

 Sekolah yang berlokasi di Jalan Negara Km 42 RT 10 Desa Bukit Raya Kecamatan Sepaku ini, mengalami kerusakan pada bagian siring. Yang berpotensi terhadap bangunan gedung. Dengan 13 ruangan, meliputi ruang kelas 1 sampai kelas 6, lalu kantor kepala sekolah, kantor guru, perpustakaan, laboratorium, gudang, UKS, dan musala. Tercatat di sekolah tersebut ada 154 siswa dan 14 tenaga pengajar, termasuk penjaga sekolah. “Kejadiannya terjadi Sabtu (11/5), sekitar pukul 10.04 Wita,” kata Kasubid Logistik dan Peralatan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten PPU Nurlaila, Minggu (12/5).

 Setelah menerima laporan, BPBD langsung menuju lokasi dan elakukan pengukuran bersama tim. Hasilnya, potensi longsor siring sekolah yang terancam longsor sepanjang 33 meter. Dengan lebar jarak longsor ke bangunan sekolah, yakni 7 meter. Dimensi longsor memiliki panjang 25 meter.

Dengan lebar longsor terjauh adalah 12 meter. Dan tinggi atau kedalaman longsor, pada meter ke 13 dari 25 meter (titik pertama) adalah 120 centimeter. Dan pada meter ke 15 dari 25 meter (titik kedua) adalah 180 centimeter. Jika terjadi longsor susulan, maka bisa mengakibatkan akses jalan masuk menuju ke sekolah menjadi terputus. “Karena berpotensi tergerus sepanjang 6 meter. Dan hanya ada satu akses menuju ke sekolah. Namun hanya bisa ditempuh dengan jalan kaki,” ungkapnya.

 Kepala Desa (Kades) Bukit Raya Sunoto yang mendampingi Tim BPBD menuturkan posisi bangunan sekolah tersebut berada di atas gunung. Sehingga memiliki potensi longsor. Oleh karenanya, Pemkab PPU segera berupaya menindaklanjuti potensi longsor tersebut. Karena dikhawatirkan membahayakan bangunan sekolah dan badan jalan. Terlebih jika hujan dengan intensitas tinggi kembali terjadi di kawasan tersebut.

“Tapi harus tetap waspada. Untuk kendaraan roda dua yang melintas tidak apa. Untuk kendaraan roda empat, jangan dulu lewat situ,” kata dia saat dihubungi, kemarin.

 Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Marjani juga sempat mengunjungi SD 017 Desa Bukit Raya. Sekaligus memantau sekolah lainnya, yang juga berpotensi mengalami longsor. Yakni SD 003 Desa Tengin Baru, Kecamatan Sepaku. Dikarenakan Bangunan nyaris berdekatan dengan jalan. Dan ada bangunan rumah yang dibangun letaknya bersampungan di atas sekolah.

Tanpa adanya siring. Bahkan rumah tersebut tidak memiliki talang air. Yang membuat air hujan, langsung menghantam bagian tanah dan dinding kelas. “Pondasi pagar jaraknya dengan pondasi kelas sekitar 4 meter. Dan berpotensi mengalami longsor, jika hujan,” ucapnya.

 Kegiatan sekolah masih tetap berjalan, hingga hari ini. Yakni kegiatan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB). Pihaknya pun sudah berkoordinasi dengan BPBD. Dan dijadwalkan hari ini, akan dilaksanakan rapat bersama di Kantor Bupati. Untuk membahas penanganan terhadap dua sekolah yang berpotensi longsor itu.. “Mudah-mudahan bisa segera ditangani,” harap Marjani. (*/kip)


BACA JUGA

Senin, 14 Oktober 2019 12:32

Cerita Penembakan Mahasiswa di Kendari

Insiden meninggalnya dua mahasiswa Universitas Halu Oleo (UHO) masih menjadi…

Senin, 14 Oktober 2019 09:55

Menyulap Lahan Mangkrak Bekas Tambang Jadi Ekowisata di Negeri Timah

Banyak lahan bekas pertambangan timah di Kepulauan Belitung yang mangkrak.…

Senin, 14 Oktober 2019 09:19
Pemerintah Berencana Merevisi Hukuman Mati

Terpidana Mati Bakal Bisa Ditinjau Ulang

JAKARTA-- Pemerintah berencana untuk merevisi terkait hukuman mati di Indonesia.…

Senin, 14 Oktober 2019 09:17

Sudah 279 Pengungsi dari Jayapura Kembali Ke Wamena

SENTANI- Komandan Lanud (Danlanud) Silas Papare, Marsekal TNI, Tri Bowo…

Minggu, 13 Oktober 2019 22:42

Ternyata Ada Delapan Istri TNI Kena Masalah Gara-gara Nyinyiri Penusukan Wiranto

Sebanyak delapan perempuan diduga istri dari prajurit TNI mengunggah tulisan…

Minggu, 13 Oktober 2019 22:39
Imbas Pemilu 2024, Masa Jabatan Kepala Daerah Hasil Pilkada 2020 Dipangkas

Kepala Daerah Harus Terima Konsekuensi

Kebijakan memangkas setahun jabatan kepala daerah hasil Pilkada 2020 bakal…

Minggu, 13 Oktober 2019 22:37
Merancang Pembangunan Berkelanjutan di Ibu Kota Negara Baru

Mencontoh Australia, Pusat Perkantoran Berdampingan dengan Hutan

Ibu kota negara (IKN) baru di Kaltim bakal ramah lingkungan.…

Minggu, 13 Oktober 2019 22:34

Kepala Daerah Hasil Pilkada 2020 Hanya Menjabat 4 Tahun, Ada Peluang Direvisi

PARA calon kepala daerah yang berkompetisi pada 2020 mendatang harus…

Minggu, 13 Oktober 2019 22:32

Wiranto Sudah Bisa Beraktivitas, Mulai Latihan Duduk hingga Berdiri

JAKARTA - Kondisi Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan…

Minggu, 13 Oktober 2019 22:30

Berswafoto Dibantu Robot

SELFIE atau berswafoto kerap dilakukan bagi sejumlah orang. Terutama saat…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*