MANAGED BY:
KAMIS
20 FEBRUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

UTAMA

Sabtu, 11 Mei 2019 13:46
AYO LAKASI..!! Tiket Kapal untuk Mudik Hampir Ludes
Belum turunnya harga tiket pesawat membuat pemudik memilih menggunakan moda transportasi laut dan darat untuk menuju kampung halaman. Ini terlihat dari meningkatnya permintaan tiket kapal dalam beberapa hari terakhir.

PROKAL.CO, BALIKPAPAN- Belum turunnya harga tiket pesawat membuat pemudik memilih menggunakan moda transportasi laut dan darat untuk menuju kampung halaman. Ini terlihat dari meningkatnya permintaan tiket kapal dalam beberapa hari terakhir.

Kepala cabang PT Pelni Balikpapan Yohanes Bane mengatakan, tiket penumpang mudik Lebaran 2019 melalui kapal laut untuk waktu keberangkatan dua minggu sebelum Lebaran sudah hampir habis. “Ya hampir ludes. Efek mahalnya tiket pesawat ini cukup kami rasakan,” ungkapnya, Jumat (10/5).

Ia menjelaskan, kecemasan mahalnya tiket pesawat ini mendorong masyarakat memilih menggunakan moda laut. Untuk mengantisipasi lonjakan penumpang, pihaknya melakukan penambahan jadwal kapal. “Namun, tetap tidak bisa menjamin. Saya imbau masyarakat yang tidak bekerja atau sudah libur jangan menunda keberangkatan. Jadwal kapal dalam waktu dekat ini masih banyak yang kosong. Jelang Lebaran sudah hampir full,” bebernya.

Tiket penumpang kapal yang habis tersebut rata-rata tujuan Makassar dan Baubau. Sementara tujuan Surabaya masih tersedia namun sudah mulai menipis. Adapun kapasitas maksimal kapal Pelni yang berlayar dari Balikpapan mulai dari 3.000 orang hingga 4.500 orang.

Pada arus mudik Lebaran tahun ini, PT Pelni menyediakan tiga armada kapal existing. Yakni, KM Labobar, KM Lambelu, dan KM Bukit Siguntang. Sedangkan untuk extra-line akan menggunakan KM Dorolonda tujuan Surabaya, dan KM Umsini serta KM Sinabung untuk melayani penumpang tujuan Makassar. PT Pelni juga mengimbau calon penumpang agar tidak mudah percaya dan membeli tiket kepada calo, karena rawan terjadi penipuan.

Kepala Dinas Perhubungan Kaltim Salman Lumoindong menyatakan setiap tahun pemudik di Kaltim cenderung mengalami kenaikan 10-15 persen. Polemik tingginya harga tiket belum menunjukkan tanda bahwa tiket itu akan mengalami penurunan dalam waktu dekat. Salah satu solusi tercepat menjawab kritik masyarakat adalah dengan menurunkan tarif batas atas (TBA).

 “Antisipasinya pasti masyarakat akan memilih moda angkutan lain. Pasti darat dan laut jadi pilihan lagi. Secara harga, perbandingannya kalau udara satu orang, via laut tiga orang. Darat bisa lima sampai tujuh orang,” jelasnya.

Adapun kehadiran Bandara APT Pranoto di Samarinda tidak menjamin adanya kenaikan penumpang ke Kaltim jika tiket masih belum turun. Kalau di Balikpapan turun, APT naik, dilihat persentase hampir berimbang. Penurunan di Balikpapan 10-20 persen diimbangi di Samarinda sehingga masih fluktuatif karena penumpang itu saja.

Untuk mengatasi hal tersebut, Salman menyebut pada 15 Mei 2019 mendatang akan diadakan rapat koordinasi internal Dinas Perhubungan Kaltim dengan segenap stakeholder sektor transportasi dalam rangka angkutan mudik Lebaran 2019. Salah satu agendanya adalah penambahan armada di angkutan laut dan angkutan darat untuk menjawab kebutuhan para pemudik yang beralih dari pesawat.

Salman menyebut, porsi pemudik paling banyak di Kaltim masih berasal dari Jawa khususnya Jakarta dan Surabaya, disusul dari Sulawesi khususnya dari Makassar. Selama ini, angka pemudik yang paling banyak berasal dari Makassar kerap memilih transportasi laut. “Sekarang kelihatan pergerakan kalau sudah ramai harus ada penambahan kapal. Operator harus menambah kapal,” terang Salman.

Dia menambahkan, di Kaltim tercatat pergerakan penumpang dengan seluruh moda bisa mencapai lebih dari 10 juta penumpang per tahun. Salman juga menyebut untuk arus mudik dalam Kaltim, Dinas Perhubungan akan berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum Kaltim terkait kesiapan dan keamanan infrastruktur untuk menjamin keselamatan dan kenyamanan pemudik. “Dari kami kendaraannya kami ramp check sudah sejak minggu lalu,” papar Salman. (aji/ndu/k15)


BACA JUGA

Rabu, 19 Februari 2020 10:17

Tiga Kru WNI Positif Terinfeksi Virus Korona

JAKARTA- Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengungkapkan, tiga orang kru…

Selasa, 18 Februari 2020 12:48

Pantau Kondisi 78 WNI yang Dikarantina di Kapal Pesiar, Kemenlu-Kemenkes Kerahkan Tim ke Jepang

JAKARTA– Pariwisata menjadi salah satu sektor yang berpotensi paling terpukul…

Selasa, 18 Februari 2020 12:41

Musda Golkar Berpotensi Aklamasi

TENGGARONG–Bayang-bayang aklamasi dalam pemilihan ketua DPD Golkar Kaltim menguat. Sinyalemen…

Selasa, 18 Februari 2020 12:38

Singgung Presiden di Facebook, Dosen Unnes Dibebastugaskan dan Minta Pembuktian Akademik

SEMARANG– Dosen Universitas Negeri Semarang (Unnes) Dr Sucipto Hadi Purnomo…

Selasa, 18 Februari 2020 12:34

Sulitnya Mencari Masker di Hong Kong saat Wabah Virus Corona Merebak

Pada 23 Januari, awak Kaltim Post mendarat sempurna di Hong…

Selasa, 18 Februari 2020 12:33

Jelang Bebas, Abun Malah Ajukan PK

JAKARTA-Hery Susanto Bun alias Abun menyebut peninjuan kembali (PK) yang…

Selasa, 18 Februari 2020 12:10

Lewat Omnibus Law, Pemerintah Dianggap Ingin Intervensi Pers

JAKARTA - Penolakan draf omnibus law juga datang dari Aliansi…

Selasa, 18 Februari 2020 12:06

ADUH..!! Neraca Dagang RI Kembali Defisit, Belum Lagi Dampak Corona

JAKARTA– Tahun telah berganti. Namun, neraca perdagangan RI masih tetap…

Selasa, 18 Februari 2020 11:51

Kualitas SDM Kaltim Meningkat

SAMARINDA- Kualitas sumber daya manusia (SDM) di Kaltim terus mengalami…

Selasa, 18 Februari 2020 11:23

Kecelakaan Tambang Karyawan PT Pamapersada, Investigasi Dilakukan, Polisi Kesulitan

Jasad Alamsyah Arsyad, leader yang tenggelam akibat tanah longsor, hingga…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers