MANAGED BY:
KAMIS
21 NOVEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

UTAMA

Jumat, 10 Mei 2019 11:13
Meski Berkurang, Golkar Tetap Kuasai Karang Paci

Hanura Hanya Sisakan Satu Wakil

Rapat rekapitulasi suara tingkat provinsi mulai dihelat kemarin (9/5). Baru tiga kabupaten/kota yang menjalankan rekapitulasi, yakni Penajam Paser Utara (PPU) Bontang, dan Mahakam Ulu (Mahulu).

PROKAL.CO, BALIKPAPAN-Setelah terungkap 10 nama calon legislatif (caleg) yang lolos ke DPR RI. Kini muncul nama-nama yang lolos DPRD Kaltim. Sebanyak 55 kursi di Karang Paci --sebutan kantor DPRD Kaltim di Samarinda-- telah diisi para pemenang dari masing-masing daerah pemilihan (dapil). Golkar kembali menjadi penguasa dengan 12 kursi.

Dari data rekapitulasi suara pemilu di kabupaten/kota di Kaltim, terdapat 55 nama yang dipastikan melenggang ke Karang Paci. Ada sejumlah nama baru yang menghiasi kursi DPRD Kaltim. Seperti mantan Bupati Berau Makmur HAPK dan mantan Bupati Penajam Paser Utara (PPU) Andi Harahap. Politikus dan pengusaha Hasanuddin Mas’ud turut terpilih lewat Dapil Balikpapan.

Meski Golkar kembali berkuasa di parlemen. Namun jumlah kursi diketahui menurun. Dari sebelumnya partai beringin mendapatkan 13 kursi, kini hanya 12. Setelah Golkar menguasai parlemen, di urutan kedua dipegang PDI Perjuangan (PDIP) dengan 11 kursi.

 

Sebuah prestasi jika dibandingkan periode sebelumnya yang hanya 10 kursi. Wajah Muhammad Samsun, Eddy Sunardi Darmawan, Veridiana Huraq Wang, dan Martinus pun kembali muncul sebagai wakil rakyat. Dengan beberapa nama baru, seperti H Baba dan Herliana Yanti. Mengekor, ada Gerindra dengan delapan kursi. “Saya bersyukur,” kata caleg petahana dari Gerindra, Agus Suwandi, kemarin (9/5).

Menemani Agus Suwandi, ada Andi Harun dan Seno Aji yang merupakan petinggi partai dengan jabatan ketua dan sekretaris. Dengan jumlah kursi yang ada, Gerindra disebut akan kembali mendapat jatah unsur pimpinan dewan. “Tapi kami masih menunggu hasil resmi dari KPU (Komisi Pemilihan Umum). Jadi saya belum bisa berkomentar banyak,” ujar Agus.

Lalu ada PAN. Dikonfirmasi oleh salah satu caleg yang dipastikan kembali terpilih, partai berlambang matahari itu kembali meraih lima kursi. Hasil itu tak berbeda dengan pemilihan legislatif sebelumnya. Dan punya kesempatan mendapat jatah unsur pimpinan di Karang Paci. “Lima kursi itu dapat jatah wakil ketua,” kata Baharuddin Demmu.

Bahar --sapaan akrab Baharuddin Demmu-- menyatakan hasil yang diperoleh PAN termasuk kembali terpilihnya dirinya merupakan kemenangan masyarakat. Dia menganggap pada periode ketiga ini adalah sebuah prestasi tanpa campur tangan politik uang. “Ini hasil keliling dan menyapa masyarakat. Kalau ada yang bilang ini zona neraka, maka saya bilang tidak,” kata Bahar.

Sejumlah agenda telah disusun. Termasuk memikirkan bagaimana sikap koalisi PAN dengan partai lain. Apakah membentuk fraksi murni atau fraksi gabungan dengan parpol lain. Semua itu diserahkan kepada mekanisme partai. Dirinya hanya menekankan masih banyak agenda yang lebih penting dibahas untuk kemajuan Kutai Kartanegara (Kukar) dan Kaltim pada umumnya.

“Saya sudah catat dalam buku, daerah mana yang memerlukan pembangunan yang prioritas. Nanti akan dibedah dan tugas saya sebagai pesuruh rakyat,” lanjut pria yang kini duduk di komisi III DPRD Kaltim itu.

Selain PAN, lima kursi juga dipegang PKB. Menyusul ada PKS dan PPP dengan perolehan empat kursi. Demokrat dengan tiga kursi, NasDem dengan dua kursi. Hasil yang cukup mengejutkan khususnya bagi Hanura jika dibandingkan dengan hasil Pileg 2014 lalu. Di mana periode kali ini hanya mampu meraih satu kursi.

Kursi tersebut berada di Balikpapan. Dengan caleg terpilih adalah Muhammad Adam. Di mana disebutnya dengan kondisi ini, Hanura harus berkoalisi dengan fraksi lain. Misalnya dengan NasDem dan Demokrat yang sama-sama tak memenuhi kuota untuk membentuk sebuah fraksi sendiri. “Tapi ini bergantung pada kebijakan partai,” ungkap Adam.

Namun di sisi lain, Adam tak akan mengendurkan sikapnya untuk bisa menyelesaikan sejumlah persoalan di Balikpapan. Terutama soal anggaran yang ditelurkan di APBD Kaltim untuk Kota Minyak. Begitu pula dengan program-program provinsi untuk daerah pemilihannya. “Kepercayaan ini harus kami tunaikan dalam lima tahun ke depan,” ujar Adam.

Untuk Balikpapan, ada dua agenda besarnya yang masih jadi pekerjaan rumah. Yakni mewujudkan pembangunan SMK 7 di Balikpapan Barat yang hingga tahun ini belum bisa direalisasikan. Lalu mengawal pemanfaatan lahan eks Puskib di Balikpapan Tengah yang rencana akan dibangun Supermal. “Saya tetap akan kawal dan konsisten supaya Supermal tak jadi dibangun di lahan itu,” ungkap Adam.

Jika ada parpol yang berhasil, maka ada parpol lain yang gagal mendapatkan jatah kursi. Mereka yang tidak mengirimkan caleg-nya antara lain Garuda, Berkarya, Perindo, PSI, PBB dan PKPI. Dengan susunan perolehan kursi, Golkar bakal menduduki kursi ketua DPRD Kaltim. Untuk wakil ketua I dari PDIP, wakil ketua II dari Gerindra dan wakil ketua III dari PAN.

KESALAHAN ADMINISTRASI

Rapat rekapitulasi suara tingkat provinsi mulai dihelat kemarin (9/5). Baru tiga kabupaten/kota yang menjalankan rekapitulasi, yakni Penajam Paser Utara (PPU) Bontang, dan Mahakam Ulu (Mahulu). Koreksi formulir hasil rekapitulasi tingkat kabupaten/kota atau DB-KPU dan DB1 jamak menghiasi jalannya perhitungan suara tingkat Kaltim itu.

Rekapitulasi ini digelar dua hari hingga hari ini (10/5). Dalam pleno itu, seluruh kabupaten/kota membacakan perolehan suara partai dan peserta pemilu yang tertuang dalam DB1-DPR RI, DB1-DPD RI, dan DB1-DPRD Kaltim. Tak luput DB1-Pemilihan Presiden.

Dalam penyusunan tata tertib pleno, disepakati untuk DB1-DPRD kabupaten/kota tak dibacakan karena cukup dibacakan di KPU di 10 kabupaten/kota di Benua Etam. Koreksi yang terjadi, ungkap Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kaltim Rudiansyah, lantaran ada kesalahan input data pemilih di daerah. Tapi, ini hanya berupa kesalahan administrasi. “Penyelenggara pemilu sama-sama cek. Memang masih ada kesalahan input data,” tuturnya di sela-sela pleno menjelang berbuka bersama, kemarin.

Kesalahan administrasi itu berupa tidak sinkronnya daftar pemilih tetap (DPT), daftar pemilih tambahan (DPTb), dan daftar pemilih khusus (DPK) berdasarkan jenis kelamin. Semisal, contoh dia, jumlah pemilih di suatu tempat pemungutan suara (TPS) ada 10 orang dengan pembagian laki-laki enam orang dan perempuan empat orang.

Mestinya yang di-input di formulir C1 seperti data tersebut. Tapi, di tingkat TPS hingga kecamatan data justru terbagi sama rata. Masing-masing lima orang. “Totalnya sesuai dengan data tapi pembagian per jenis kelamin saja yang berbeda makanya berujung kesalahan administrasi,” sambungnya.

Walhasil, kesalahan administrasi itu pun tertumpuk di tingkat kabupaten/kota dan tidak dituntaskan. “Otomatis, sebelum data ini kami finalisasi harus diklirkan dulu,” katanya.

Selain ihwal itu, KPU dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) pun disibukkan untuk memverifikasi data perolehan suara. Dua lembaga pemilu itu bahkan menyandingkan data masing-masing entitas dengan data peserta pemilu untuk memverifikasi sertifikat hasil perhitungan suara atau DB-KPU. “Masalahnya semua terkonsentrasi ke perolehan suara jadi luput soal sertifikat ini,” singkatnya.

Diwawancarai terpisah, Saipul Bahtiar, ketua Bawaslu Kaltim mengaku kelalaian administrasi itu memang muncul ketika perhitungan di tingkat paling dasar. “Tapi ini enggak signifikan karena total pemilih baik DPT, DPTb maupun DPK sesuai saja. Namun missing di pembagian per kategorinya. Makanya perlu dibenahi dulu sesuai aturan,” ucapnya.

Koreksi lain dari Bawaslu, sambung dia, berkutat pada formulir DB-KPU dari Penajam Paser Utara (PPU) untuk memberikan katebelece atas banyaknya kesalahan pembagian per kategori itu. “Biar ketika rekapitulasi di tingkat nasional polemik ini tak perlu menyendat waktu perhitungan,” tutupnya. Hingga berita ini dilansir, KPU mulai merekapitulasi suara di Kutai Barat.

Diwartakan sebelumnya, mengantongi 66.487 suara, Hetifah Sjaifudian dipastikan kembali duduk di kursi DPR RI melalui Pemilihan Legislatif 2019 daerah pemilihan Kaltim. Kutai Kartanegara menjadi lumbung dengan perolehan lebih 15 ribu suara. Disusul Berau dengan lebih 10 ribu suara. Hal itu disebutnya sebagai bentuk kepercayaan masyarakat terhadap dirinya. “Saya bersyukur,” ucap Hetifah, kemarin (8/5).

Hetifah tak sendiri. Dengan perolehan 350.829 suara, Golkar memastikan mengirimkan dua perwakilan. Ada Rudy Mas’ud yang juga dipastikan lolos. Bahkan dari jatah delapan kursi, Rudy menjadi caleg yang mendominasi perolehan suara. Yakni lebih 128 ribu.

Selain Golkar, dua kursi di Senayan diamankan PDIP. Menempel ketat di posisi kedua perolehan suara, partai berlambang kepala banteng itu memperoleh 333.404 suara. Dua nama anyar terpilih. Yakni, mantan Kapolda Kaltim Safaruddin yang juga ketua PDIP Kaltim dan mantan Bupati Kutai Barat Ismail Thomas.

Kursi kelima diperoleh PKS. Petahana KH Aus Hidayat Nur kembali dipastikan duduk. Dia berada di puncak perolehan di antara caleg PKS lainnya dengan 51.409 suara. Untuk kursi keenam ada nama Irwan dari Demokrat. Tokoh muda asal Kutai Timur itu memuluskan langkahnya duduk di kursi DPR RI dengan perolehan 40.329 suara.

Yang lainnya adalah mantan Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak dari NasDem. Awang mengantongi 34.054 suara. Kemudian, ada petahana Budisatrio Djiwandono dari Gerindra yang memasuki periode keduanya setelah menggantikan Luther Kombong yang meninggal pada 2017. (rdh/*/ryu/rom)

 


BACA JUGA

Rabu, 20 November 2019 13:18

Polda dan Polres Jadi Sasaran, Densus Tangkap Empat Orang Jaringan Bom Medan

Polrestabes Medan diserang kelompok teroris Rabu (13/11). Tak lama berselang,…

Rabu, 20 November 2019 10:14

Mau Bahas IKN, Baleg DPR Kecewa dengan Pemprov Kaltim

BALIKPAPAN- Rancangan Undang-Undang (RUU) Pemindahan Ibu Kota Negara (IKN) ke…

Rabu, 20 November 2019 10:10

Kedapatan Ngobrol saat Kapolri Beri Arahan, Kapolres Kampar Dicopot

JAKARTA— Kapolri Jenderal Idham Aziz menunjukkan ketegasannya dalam memimpin Polri.…

Selasa, 19 November 2019 17:49

Tiga Tempat di Samarinda Digerebek Densus 88

SAMARINDA - Tim Densus 88 menggerebek tiga tempat di Samarinda,…

Selasa, 19 November 2019 14:41

Polisi Berjaga di Ruko Penjual Parfum di Jalan Cendana, Ada Apa?

SAMARINDA - Sejumlah polisi bersenjata lengkap berjaga di salah satu…

Selasa, 19 November 2019 11:06

Tak Yakin Jembatan Mahakam Masih Aman

Agustus lalu, umur Jembatan Mahakam sudah lebih tiga dekade. Minim…

Selasa, 19 November 2019 11:05

Perlu Keseriusan Benahi Stadion Palaran, Kemenpora Janji Beri Bantuan

SAMARINDA–Stadion Utama Palaran, Samarinda, sudah berdiri megah sejak 2008. Tapi…

Selasa, 19 November 2019 11:04
Mengunyah Draniki di Antara Sastra dan Seni

Minsk Itu Terbuat dari Bulba, Dingin, dan Kenangan

Di Minsk, legasi masa lalu dirawat dalam bentuk fisik dan…

Selasa, 19 November 2019 11:03

Tol Balsam Beroperasi Sebagian, Anggaran Dipertanyakan

BALIKPAPAN-Tarik-ulur pemanfaatan Tol Balikpapan-Samarinda menjadi atensi DPRD Kaltim. Tol pertama…

Selasa, 19 November 2019 10:53

Warga Malaysia Dilarang Jual Tiket ke Suporter Indonesia

FEDERASI Sepak Bola Malaysia (FAM) tak ingin suporter tamu mendominasi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*