MANAGED BY:
RABU
11 DESEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

FEATURE

Senin, 06 Mei 2019 13:13
Padusan, “Ritual” Sambut Ramadan yang Jadi Tradisi
Umat Islam Padati Tempat-Tempat Pemandian Alami
Tempat-tempat pemandian umum itu tak hanya dipadati warga setempat. Wisatawan pun berdatangan untuk padusan. Tak terkecuali mereka yang dari luar Jogjakarta. ELANG KHARISMA D/RADAR JOGJA

PROKAL.CO, SLEMAN – Sudah menjadi tradisi tahunan tiap H-1 Ramadan masyarakat Jogjakarta memadati tempat-tempat pemandian umum. Seperti kemarin (5/5). Mereka datang ke tempat pemandian umum untuk padusan. Padusan berasal dari kata adus yang berarti mandi. ‘Ritual’ itu mengandung makna membersihkan diri untuk menyambut bulan puasa.

Tempat-tempat pemandian umum itu tak hanya dipadati warga setempat. Wisatawan pun berdatangan untuk padusan. Tak terkecuali mereka yang dari luar Jogjakarta. Padusan sebenarnya bisa dilakukan dengan mandi di rumah. Namun tetap saja banyak umat Islam yang beramai-ramai mendi di umbul atau kolam pemandian. Tradisi yang ada sejak dulu itu sampai sekarang masih terjaga. Bahkan, tradisi padusan telah menjadi komoditas wisata.

Blue Lagoon menjadi salah satu objek wisata alam yang menjadi jujugan wisatan untuk padusan. Sumber mata air di Dusun Dalem, Widodomartani, Ngemplak, Sleman memang melimpah. Bahkan dipercaya tak pernah kering meski saat kemarau sekali pun.

"Saya sengaja ke sini untuk padusan dan main air," ujar Ali Guntoro, 30, warga Tempel kata salah seorang pengunjung Ali Guntoro, 30, warga Tempel saat ditemui di Blue Lagoon kemarin (5/5).

Biasanya Ali bersama keluarganya padusan di Pantai Parangtritis. Namun kali ini dia ingin mencoba suasana baru. "Ya lumayan segar di sini. Hanya, masih butuh beberapa pembenahan," tambahnya.

Lokasi Blue Lagoon yang berada di pedesaan membuat nuansa sejuk. Apalagi di sekitarnya banyak pohon peneduh. Itulah yang menjadikan Blue Lagoon sebagai daya tarik wisatawan. Sejak pagi ratusan pengunjung sudah memadati tiga kolam yang ada.

Haryanto, pengelola Blue Lagoon, mengatakan, tradisi padusan mampu menarik jumlah pengunjung hingga sepuluh kali lipat dibanding hari biasa. Jika hari biasa hanya sekitar seratus orang, pada H-1 puasa bisa mencapai seribu pengunjung. “Mereka datang dari pagi hingga maghrib,” ungkapnya.

Haryanto mengakui masih banyak yang perlu dibenahi. Khususnya untuk menambah daya tarik Blue Lagoon. Namun yang utama baginya adalah faktor keamanan. Saat hujan pengelola akan menutup tempat pemandian alami itu. Karena selalu kebanjiran. Selain Blue Lagoon, masih banyak tempat pemandian umum alami di Jogjakarta yang selalu menjadi jujugan wisatan untuk padusan. Misalnya: Sendang Kasihan, Bantul; Sendang Klangkapan, Seyegan, Sleman, dan masih banyak lagi. Termasuk kolam renang umum.(har/yog)


BACA JUGA

Selasa, 10 Desember 2019 11:09

Cerita Kelompok YPAC Music Percussion, Senyumin Aja kalau Ada Yang Nyinyir

YPAC Music Percussion menunjukkan bahwa keterbatasan bukan penghalang untuk menjadi…

Sabtu, 07 Desember 2019 12:16
Rindu Leluhur, Bocah-Bocah Omah Cangkem Diundang ke Kaledonia Baru

Seperti Bertemu Saudara, Trenyuh Gamelan 30 Tahun Ditabuh Lagi

Bocah-bocah yang tergabung dalam Omah Cangkem belum lama ini menorehkan…

Sabtu, 07 Desember 2019 11:10
SMPN 20 Depok setelah Puluhan Siswanya Terinfeksi Hepatitis A

Diliburkan Tiga Hari, Sediakan Ujian Susulan untuk Yang Masih Dirawat

Pihak sekolah membantah kesimpulan Kementerian Kesehatan bahwa penular virus adalah…

Senin, 02 Desember 2019 12:38

Sijantang Koto dan Abu ”Abadi” Cerobong Pembangkit Listrik

AGUS DWI PRASETYO, Jawa Pos, Sawahlunto   Bocah laki-laki itu…

Kamis, 28 November 2019 13:39
Mengikuti Keseharian Ahmad Tohari, Puluhan Tahun setelah Ronggeng Dukuh Paruk Lahir (2-Habis)

Nyabut Singkong, Dikencingi Dulu, lalu Dimakan Langsung, Itu Pengalaman Nyata

Ahmad Tohari akan terus menulis...selama tak ada ciap-ciap anak ayam…

Rabu, 27 November 2019 12:07
Sehari Bersama Ahmad Tohari, sang Penulis Ronggeng Dukuh Paruk (1)

Dari Gus Dur Belajar tentang Permainan Kata dan Humor

Sampai usia 71 tahun sekarang ini, Ahmad Tohari terus bersetia…

Selasa, 26 November 2019 13:22

Kisah Tutik Suwani, Sarjana Perhotelan yang Pilih Mengajar di SLB

Tugas seorang guru salah satu adalah mengajarkan baca dan tulis…

Selasa, 26 November 2019 11:31

Cerita Penyusunan Buku Saku Penanganan Kasus Kekerasan Seksual di Kampus

Inge dan Yayas pertama menggagas buku ini saat sama-sama menangani…

Rabu, 20 November 2019 10:17
Ahnaf Fauzi Zulkarnain, 10 Besar KJSA Goes Digital 2019

Belajar lewat YouTube, Bikin Robot Pelayan Penderita Stroke

Berawal dari rasa peduli terhadap sesama, siswa MTsN 4 Gunungkidul…

Sabtu, 16 November 2019 12:57

Ananda Badudu yang Ingin Kembali Teruskan Karir Bermusik

Menjadi jurnalis dan musisi sudah dilakoni Ananda Badudu. Namun, begitu…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.