MANAGED BY:
SENIN
26 AGUSTUS
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

UTAMA

Sabtu, 27 April 2019 10:32
Tiket Mahal Bikin Peak Season Lesu

Wisnus Turun, Okupansi Hotel Rendah

Penerbangan di bandara APT Pranoto Samarinda. Tingginya harga tiket pesawat domestik sejak Januari lalu tidak kunjung merendah. Kondisi tersebut membuat pelaku industri wisata dan perhotelan tidak berekspektasi tinggi meski sebentar lagi memasuki musim libur Ramadan. Mereka menyebutkan, pada peak season tahun ini, okupansi berpotensi merosot 20–40 persen.

PROKAL.CO, JAKARTA – Tingginya harga tiket pesawat domestik sejak Januari lalu tidak kunjung merendah. Kondisi tersebut membuat pelaku industri wisata dan perhotelan tidak berekspektasi tinggi meski sebentar lagi memasuki musim libur Ramadan. Mereka menyebutkan, pada peak season tahun ini, okupansi berpotensi merosot 20–40 persen.

Wakil Ketua Umum Bidang Organisasi Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Maulana Yusran menyatakan, mahalnya harga tiket penerbangan sangat memukul industri hotel, restoran, dan transportasi. ’’Jika okupansi hotel rata-rata 60 persen, berarti ada yang okupansinya tinggal 20 persen,’’ ujar Maulana (26/4).

Mahalnya harga tiket pesawat akan mengakibatkan target-target pariwisata tidak tercapai. Padahal, saat ini pemerintah sudah memutuskan pariwisata sebagai sumber pendapatan utama bagi keuangan negara. ’’Tiket domestik yang mahal bakal membuat wisatawan Nusantara (wisnus), terutama milenial, lebih memilih untuk pergi ke luar negeri,’’ katanya.

Menurut Maulana, fenomena stagnansi traffic wisatawan sudah tecermin dari libur panjang pada awal tahun. ’’Seperti Imlek lalu, tidak ada maskapai penerbangan yang mengajukan penerbangan ekstra. Pas libur Natal–tahun baru lalu, jumlah penerbangan ekstra hanya dalam hitungan jari,’’ jelasnya.

Ketua Umum DPP Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (Asita) Asnawi Bahar mengakui, harga tiket pesawat domestik saat ini sangat mahal daripada tiket internasional. ’’Maskapai (penerbangan, Red) menjual di kelas Y, yakni kelas harga tertinggi. Waktu itu pernah ada pengumuman akan menjual di kelas N (medium) dan Y. Ternyata hanya kelas Y yang tersedia. Kalau kelas V, yang terendah, sudah tidak ada yang menjual,’’ ungkapnya.

Asita menyoroti tingginya harga tiket pesawat domestik sejak sebelum masa liburan Natal dan tahun baru. ’’Ini turut menjadi masalah kita. Harga tiket sangat mahal, bahkan bukan hanya untuk destinasi kota wisata, tapi juga destinasi kota-kota besar. Naiknya bisa lebih dari 50 persen,’’ tegasnya.

Menurut Asnawi, dampak dari mahalnya tiket pesawat itu pun memukul mundur angka traffic wisatawan selama akhir 2018. ’’Descreasing-nya cukup tinggi. Biasanya, destinasi-destinasi favorit itu penuh, tapi sekarang mungkin hanya 60–70 persen,’’ papar Asnawi.

Dia berharap hal tersebut bisa menjadi perhatian bersama, baik dari pelaku industri penerbangan maupun pemerintah. Sebab, tren leisure cukup membaik setahun terakhir. Diperlukan dukungan dengan akses transportasi yang terjangkau untuk bisa menjaga tren positif pariwisata. ’’Perlu ada kerja sama antara pelaku usaha wisata dan airlines. Karena kami kan bisa lebih leluasa menawarkan promo kepada wisawatan domestik dan mancanegara saat harga tiket airlines lebih terjangkau,’’ tuturnya.

Berbicara mengenai supply and demand, Asita setuju jika pemerintah menambah jumlah suplai penerbangan. Suplai untuk rute-rute ke luar Jawa, menurut Asnawi, masih tergolong minim. ’’Kalau suplai minim, kecenderungan bakal dikuasai airlines yang itu-itu saja,’’ ujarnya.

Kehadiran Merpati Airlines yang come back tahun ini disebut Asnawi sebagai kabar baik. Terutama karena Merpati dikenal sebagai maskapai penerbangan spesialis jalur-jalur penerbangan perintis. (agf/c14/oki)


BACA JUGA

Senin, 26 Agustus 2019 15:14
Kaltim Dipilih Sebagai Ibukota Negara

2020 Infrastruktur Mulai Dibangun, 2024 Sudah Boyongan ke Kaltim

JAKARTA- Presiden Joko Widodo sudah menetapkan bahwa lokasi ibukota Negara…

Senin, 26 Agustus 2019 14:50
BREAKING NEWS

SUDAH PASTI..!! Kaltim Jadi Ibukota Negara, Posisinya Sebagian PPU dan Kukar

Akhirnya Kalimantan Timur (Kaltim) dipilih Presiden Joko Widodo sebagai ibukota…

Senin, 26 Agustus 2019 14:31

Ibukota Pindah, ASN Ibukota Banyak Tak Setuju, Pilih Pensiun Dini

Rencana pemindahan ibu kota negara dari Jakarta ke Kalimantan membuat…

Senin, 26 Agustus 2019 13:06

Hadi : Bapak Gubernur Dipanggil Presiden RI ke Denpasar untuk Keputusan Penting

PROKAL.CO, SAMARINDA - Wakil Gubernur Kaltim Hadi Mulyadi mengatakan saat…

Senin, 26 Agustus 2019 11:13

Lewat Akun YouTube, Jokowi Akan Umumkan Pemindahan Ibu Kota

Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan mengumumkan lokasi persis ibu kota…

Senin, 26 Agustus 2019 09:56

Ibu Kota Dijadwalkan Diumumkan Hari Ini, Hanya Kaltim yang Diundang

BALIKPAPAN–Teka-teki lokasi ibu kota negara (IKN) di Pulau Kalimantan diprediksi…

Senin, 26 Agustus 2019 00:37

Saran Minta Bantuan China Selamatkan BPJS Kesehatan Dikritik Keras, Ini Penjelasan Luhut

Saran Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan mendadak menuai…

Minggu, 25 Agustus 2019 12:19

IKN Jangan Jadi Proyek Mangkrak, Pemerintah Tolak Usul Referendum

JAKARTA- Menteri Perencanaan Pembangunan/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas)…

Minggu, 25 Agustus 2019 12:05

NAH KAN..!! Ternyata 90 Persen Lebih, ASN Menolak Pindah ke Ibu Kota Negara

Rencana pemerintah memindahkan ibu kota negara dari Jakarta ke Pulau…

Minggu, 25 Agustus 2019 11:49

Kajian Kemendagri, Ibu Kota Baru Sebaiknya Daerah Administratif

JAKARTA– Berdasar kajian Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), ibu kota negara…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*