MANAGED BY:
SENIN
23 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

KALTIM

Rabu, 24 April 2019 12:54
Perebutan Kursi Pimpinan DPRD PPU
Gerindra Optimistis, Golkar-PDIP Realistis

PROKAL.CO, PENAJAM–Rekapitulasi perolehan suara pemilihan anggota legislatif periode 2019-2024, di Penajam Paser Utara (PPU) hingga kemarin (23/4) masih berlangsung. Memasuki hari ketujuh penghitungan, peta perolehan kursi partai politik yang bakal melenggang ke DPRD mulai mengerucut. Berdasarkan data yang dihimpun media ini dari berbagai sumber, Golkar dan PDI Perjuangan bersaing ketat memperebutkan satu dari tiga kursi pimpinan.

Sementara Partai Demokrat dan Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) diprediksi masing-masing menempatkan satu kursi pimpinan. Khusus Gerindra, kalkulasi dini ini memang mengejutkan. Sebab untuk pertama kalinya Gerindra bakal meraih kursi pimpinan. Sebelumnya, pada pileg 2014 lalu, Gerindra hanya meraih 3 kursi DPRD PPU. Ketua DPC Gerindra PPU Raup Muin menuturkan, perolehan suara saat ini dirasa wajar pihaknya.

Indikatornya adalah, jumlah suara Dapil Penajam 1 (Kecamatan Penajam) di atas 5 ribu suara. Adapun dirinya menyumbang perolehan sekira 4.500 suara. Angka ini, klaim dia, menempatkan Gerindra dalam perolehan suara tertinggi di Dapil Penajam 1. Sementara di Dapil Penajam III (Waru-Babulu), dari kalkulasi internal, Gerindra duduk di posisi kedua. “Tinggal di Waru (Dapil Penajam II) yang sedang kami tunggu hasil verifikasinya. Kami optimistis mendapat empat kursi (DPRD PPU). Bahkan bisa menempatkan satu kursi di pimpinan,” ucap Raup kemarin.

Jika Gerindra merasa di atas angin, PDI Perjuangan justru memilih wait and see. Ketua DPC PDI Perjuangan PPU Sudirman menuturkan, data-data yang beredar saat ini belum final. Kemungkinan adanya perubahan perolehan suara masih terbuka. “Itu prediksi. Hanya perkiraan. Belum akurat. Kami juga punya data C-1 (dokumen pencatatan penghitungan suara),” katanya. Dirinya optimistis, PDI Perjuangan berhasil merebut empat kursi DPRD PPU. Namun pria yang bertarung di Dapil Penajam 3 ini meminta agar masyarakat menunggu hasil resmi dari pleno KPU PPU.

Sementara itu, Sekretaris DPD Golkar PPU, Andi Muhammad Yusuf mengungkapkan, pihaknya hanya akan mengakui hasil resmi perolehan suara dari KPU PPU. “Kami tunggu setelah penetapan,” ungkapnya. Diketahui, pileg 2019 di PPU diikuti 309 calon anggota legislatif. Mereka bertarung memperebutkan 25 kursi. Pertarungan melibatkan tiga daerah pemilihan (dapil). Yakni Dapil 1 terdiri dari Kecamatan Penajam. Kemudian Dapil 2 meliputi Kecamatan Babulu-Waru. Serta Dapil III Kecamatan Sepaku. (riz)

 

Prediksi Bisa Saja Akurat---JUDUL

 

APAPUN itu, silang pendapat hingga saling klaim perolehan suara pemilihan legislatif DPRD PPU periode 2019-2024 akan berakhir pekan ini. KPU PPU selaku penyelenggara dijadwalkan akan menggelar pleno tingkat kabupaten pada 27-28 April. “Hari ini (kemarin) masih rekapitulasi di tingkat kecamatan. Kecuali Kecamatan Waru sudah selesai,” kata Komisioner KPU PPU Divisi Teknis, Tono Sutrisno kepada Kaltim Post. Seandainya rekapitulasi tingkat kecamatan molor, maka pleno tingkat kabupaten juga akan mundur dari jadwal semula. Namun, batas maksimalnya hingga 7 Mei 2019.

Menurutnya, data-data perolehan suara yang beredar saat ini hanya sebatas prediksi. “Yang resmi dari KPU nanti,” sebutnya. Prediksi tersebut, sambung dia, berdasarkan data C-1 yang diperoleh parpol dari saksi di tempat pemungutan suara (TPS). “Itu yang mereka hitung,” imbuhnya. Padahal, ucap Tono, dalam proses penulisan C-1 bisa saja terdapat koreksi antara KPU dengan saksi di tingkat kecamatan. “Kan bisa saja ada selisih suara dan penulisan. Itulah fungsinya pleno di tingkat kecamatan. Di situ diluruskan bersama saksi. Ada penyamaan persepsi,” jelasnya.

Tono menyatakan, bisa saja prediksi yang beredar saat ini benar. Khususnya perolehan suara pertama dan kedua tiap parpol. Sebaliknya, perubahan bakal terjadi di kursi terakhir (12). “Karena sekarang KPU sangat transparan. Salinan C-1 sudah diterima oleh saksi. Proses penghitungan dari alokasi kursi dan penetapan masyarakat juga sudah tahu. Yakni menggunakan metode sainte lague,” bebernya. (riz)


BACA JUGA

Senin, 23 September 2019 11:30

Ada Raflesia di Teluk Sumbang, BKSDA Turun Tangan Lakukan Penelitian

Tim Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kaltim melakukan penelitian…

Senin, 23 September 2019 10:18

KASIANNYA...!! Siswa SMP 1 Filial Melantai

Proses belajar-mengajar di SMP 1 Filial di Kelurahan Kampung Lama,…

Senin, 23 September 2019 10:12

Material Menumpuk di Bahu Jalan

SENDAWAR - Tumpukan material berupa pasir dan batu (sirtu) yang…

Senin, 23 September 2019 10:11

STS Muara Jawa Beroperasi

TENGGARONG - Lama tak terdengar kabarnya, kawasan perairan tempat kegiatan…

Senin, 23 September 2019 09:04

Tujuh Negara Ambil Bagian di Festival Seni

TENGGARONG-Pesta Adat Erau 2019 sudah berakhir, Minggu (15/9). Kini Tenggarong…

Sabtu, 21 September 2019 12:04

Dana Reboisasi Tak Bisa Dicairkan, Kapolres Minta Perusahaan Membantu Personel dan Sarpras

TANA PASER - Keseriusan stakeholder di Kabupaten Paser menangani kebakaran…

Sabtu, 21 September 2019 12:03

1 Pelaku Karhutla Diungkap Polres Paser

TANA PASER - Satu tersangka pelaku pembakar hutan dan lahan…

Sabtu, 21 September 2019 12:01

Kabut Asap Belum Ganggu Aktivitas Lalu Lintas Air

Aktivitas pelayaran di Bumi Batiwakkal tidak mengalami kendala meski kabut…

Sabtu, 21 September 2019 11:58

THM Itu Bukan Milik Polisi

SANGATTA-Beberapa hari lalu, jajaran Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP)…

Sabtu, 21 September 2019 11:46

DUH, MIRIS..!! Tiga Kelurahan Masih Membara

KEBAKARAN hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Penajam Paser Utara…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*