MANAGED BY:
KAMIS
22 AGUSTUS
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN
Selasa, 23 April 2019 08:57
GEGER..!! Tetangga Gila Timpas Satu Keluarga, Pelaku Masih Keliaran Bawa Parang
Satu keluarga di Desa Abbanderang, Wajo Sulsel tewas dianiaya diduga oleh orang gila.

PROKAL.CO, Satu keluarga di Desa Abbanderang, Kecamatan Pitumpanua, Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan jadi korban penganiayaan yang berujung maut. Wahid (58) dan istrinya Nawiah (56) tewas setelah ditebas parang oleh pelaku. Sementara cucu korban, Andini (17) kondisinya kritis. Pelaku diduga bernama Asriadi (25) yang tidak lain adalah tetangga korban sendiri. Beredar kabar pula bahwa pelaku mengalami gangguan kejiwaan.

Informasi yang dihimpun Pojoksatu.id, peristiwa nahas itu terjadi pada Senin (22/4/2019) sore, sekira pukul 17.30 Wita.

Asriadi tiba-tiba mendatangi rumah Wahid dengan membawa sebilah parang yang sudah terhunus. Tanpa banyak tanya, pelaku langsung memarangi Wahid dan istrinya, Nawiah.

Tak cukup sampai di situ. Saat hendak keluar dari rumah korban, pelaku mendapati Andini yang baru pulang dari sekolah. Tanpa ampun, Asriadi juga memarangi Andini di bagian perut.

Setelah itu, pelaku merampas motor Andini kemudian melarikan diri dan sampai berita ini diracik, masih dalam pencarian polisi dibantu warga setempat.

Wahid yang mengalami luka di kepala, perut dan kedua tangannya nyaris putus meninggal di TKP. Sementara Nawiah yang mengalami luka tebasan parang di perutnya sempat dilarikan ke RSUD Siwa, namun nyawanya juga tak tertolong. Adapun cucunya, Andini saat ini mendapat perawatan intensif di RSUD Lamadukelleng, Sengkang, Kab Wajo.

Kapolsek Pitumpanua, Kompol Husein yang dihubungi Pojoksatu.id, membenarkan peristiwa pembantaian satu keluarga itu. “Korban meninggal dua orang, suami istri. Sementara satu korban lagi, yaitu cucunya sekarang dirawat di RS Sengkang,” kata Husein kepada Pojoksatu.id, Senin (22/4/2019) malam. Husein sendiri belum bisa memastikan soal kondisi kejiwaan pelaku, termasuk motif pembunuhan satu keluarga itu.

“Informasi dari warga memang seperti itu (pelaku gangguan jiwa). Tapi belum pasti ya, karena pelaku belum ditangkap. Ini saya masih di lapangan kejar pelaku. Nanti dikabarkan lagi info pastinya,” pungkas Husein. 

Untuk diketahui, terduga pelaku pembunuhan satu keluarga di Desa Abbanderang, Kecamatan Pitumpanua, Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan, Asriadi (25) belum ditangkap. Diduga mengalami gangguan kejiwaan dan berkeliaran bawa parang, membuat warga sekitar ketakutan. 

Asriadi diduga menjadi pelaku pembunuhan Wahid (58) dan istrinya Nawiah (56). Pasangan suami istri itu tewas setelah ditebas parang. Sementara cucu korban, Andini (17) yang juga diparangi pelaku, kondisinya kritis. Asriadi diketahui adalah tetangga korban sendiri. Beredar kabar bahwa pelaku mengalami gangguan kejiwaan.

Hal itulah yang membuat warga panik. Bahkan pantauan Pojoksatu.id di media sosial khususnya Facebook pada Senin (22/4/2019) malam, beredar imbauan kepada warga Siwa, Kec Pitumpanua dan sekitarnya agar waspada.

Pasalnya, pelaku pembunuhan satu keluarga itu diduga orang gila yang hingga tadi malam belum ditangkap. Asriadi dikhawatirkan melukai warga lainnya karena dalam kondisi gangguan jiwa dan membawa senjata tajam.

Salah satunya akun Anugrah Nerrazzuri yang mengingatkan warga sekitar agar waspada jangan sampai jadi korban.

“INFORMASI PENTING UNTUK DAERAH SIWA DAN SEKITARNYA… Katanya ada orang gila yang bunuh sembarang seseorang yg dilewatinya…mudah2an tidak gila karena pemilu…
berita simpang siur untuk saat ini, orang gila tersebut pakai kendaraan motor tidak pakai baju membawa senjata tajam… sudah ada korban jiwa 2 orang dan 1 anak yg terluka…” tulis Anugrah di akun facebooknya, Senin (22/4/2019) malam. Peringatan senada juga banyak beredar di grup Whatsapp dan membuat warga panik karena pelaku belum ditangkap.

Diberitakan sebelumnya, Asriadi diduga telah memarangi Wahid, Nawiah serta Andini. Dua nama pertama merupakan suami istri yang akhirnya meregang nyawa. Sementara Andini, cucu korban dirawat di rumah sakit. Informasi yang dihimpun Pojoksatu.id, peristiwa nahas itu terjadi pada Senin (22/4/2019) sore, sekira pukul 17.30 Wita.

Asriadi tiba-tiba mendatangi rumah Wahid dengan membawa sebilah parang yang sudah terhunus. Tanpa banyak tanya, pelaku langsung memarangi Wahid dan istrinya, Nawiah.

Tak cukup sampai di situ. Saat hendak keluar dari rumah korban, pelaku mendapati Andini yang baru pulang dari sekolah. Tanpa ampun, Asriadi juga memarangi Andini di bagian perut.

Setelah itu, pelaku merampas motor Andini kemudian melarikan diri dan sampai berita ini diracik, masih dalam pencarian polisi dibantu warga setempat.

Wahid yang mengalami luka di kepala, perut dan kedua tangannya nyaris putus meninggal di TKP. Sementara Nawiah yang mengalami luka tebasan parang di perutnya sempat dilarikan ke RSUD Siwa, namun nyawanya juga tak tertolong.

Adapun cucunya, Andini saat ini mendapat perawatan intensif di RSUD Lamadukelleng, Sengkang, Kab Wajo.

Asriadi (25) diduga pelaku pembunuhan satu keluarga di Wajo, Sulsel, kabarnya mengalami ganggan jiwa.

Asriadi (25) diduga pelaku pembunuhan satu keluarga di Wajo, Sulsel, kabarnya menderita ganggan jiwa.

Kapolsek Pitumpanua, Kompol Husein yang dihubungi Pojoksatu.id, membenarkan peristiwa pembantaian satu keluarga itu.

“Korban meninggal dua orang, suami istri. Sementara satu korban lagi, yaitu cucunya sekarang dirawat di RS Sengkang,” kata Husein kepada Pojoksatu.id, Senin (22/4/2019) malam.

Husein sendiri belum bisa memastikan soal kondisi kejiwaan pelaku, termasuk motif pembunuhan satu keluarga itu.

“Informasi dari warga memang seperti itu (pelaku gangguan jiwa). Tapi belum pasti ya, karena pelaku belum ditangkap. Ini saya masih di lapangan kejar pelaku. Nanti dikabarkan lagi info pastinya,” pungkas Husein. Kabar terbaru yang diperoleh redaksi, ada dugaan motif dendam pelaku terhadap korban. (fat/pojoksatu)


BACA JUGA

Rabu, 21 Agustus 2019 21:31

Demokrat Masuk Pendukung Pemerintah Jokowi? Hinca Panjaitan : Pak SBY Sedang Menata Hati

PROKAL.CO, SAMARINDA - Para kader Demokrat diminta bersabar menunggu arahan…

Rabu, 21 Agustus 2019 12:02

Kanit Reskrim Polsek Keritang Ditikam, Pelaku Tewas Ditembak

TEMBILAHAN - Kanit Reskrim Polsek Keritang, IPDA Hendrizal, mengalami luka…

Rabu, 21 Agustus 2019 12:00

Inovasi Pelajar Ciptakan Pembangkit Listrik Tenaga Angin

Wardatul Hasanah, Tri Utami Lestari, dan Gilang Gilardan berhasil menciptakan…

Rabu, 21 Agustus 2019 11:23

Kena OTT KPK, Dua Jaksa Jadi Tersangka

JAKARTA-- Dua jaksa terkena operasi tangkap tangan (OTT) KPK Senin…

Selasa, 20 Agustus 2019 12:27

Dua Lapas Penuh Sesak, 90 Persen Penghuni Terjerat Kasus Narkoba

MALANG KOTA–Dua lembaga pemasyarakatan (lapas) di Kota Malang sudah overload…

Selasa, 20 Agustus 2019 12:26

Kala Kepolisian Direpotkan Beredarnya Video Bendera Negara Lain di Hari Merdeka, Ternyataaa....

Gara-gara pasang bendera yang ada warna birunya, sebuah rumah di…

Selasa, 20 Agustus 2019 12:25

Dua Jamaah Haji Terserang SARS

Sebanyak 436 jamaah haji Kabupaten Madiun tiba di Pendopo Ronggo…

Senin, 19 Agustus 2019 23:56

Kejadian di Manokwari, Menkopolhukan Minta Masyarakat Tak Terpancing dan Terpengaruh Hoax

JAKARTA - Pemerintah merespon cepat aksi yang terjadi di Manokwari,…

Senin, 19 Agustus 2019 23:53

Mendagri Minta Jaga Kondusivitas dan Pelayanan Masyarakat di Manokwari Tak Terganggu

JAKARTA - Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo meminta agar situasi…

Senin, 19 Agustus 2019 19:15

Rusuh di Manokwari, Mendagri Panggil 3 Gubernur

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo membuka opsi untuk mempertemukan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*