MANAGED BY:
KAMIS
22 AGUSTUS
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN
Minggu, 21 April 2019 22:30
Ketum PWI: Secara Konstitusional Belum Ada yang Terpilih Sebagai Presiden
Atal S Depari

PROKAL.CO, JAKARTA -- Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat Atal Sembiring Depari menegaskan, sebenarnya sebelum perhitungan Komisi Pemilihan Umum (KPU) selesai, belum ada yang terpilih sebagai Presiden Republik Indonesia periode 2019-2024. 

Untuk itu Atal mengimbau semua pihak, termasuk media massa, untuk bersabar dan tidak memperkeruh suasana yang menjadikan persatuan Indonesia jadi rentan.

Kepada wartawan di Jakarta, Minggu, 21 April 2019, Atal yang juga merupakan pemimpin redaksi Suara Karya mengimbau tim sukses  kedua paslon mengawasi jalannya rekapitulasi perhitungan suara mulai dari tempat pemungutan suara (TPS), Desa/Kulurahan, Kecamatan, Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) dan KPU Pusat.

"Kami juga mengimbau media mengawasi perhitungan suara, pengawalan kertas suara, dan proses pembuatan berita acara," kata Atal.  Yang lebih penting dari semua itu, menurut Atal, media massa sebaiknya menahan diri dalam pemberitaan sensasional. “Sebaiknya media tidak ikut memprovokasi massa,” kata Atal.

Atal menyayangkan polemik seputar tudingan sekelompok orang bahwa kelompok lain tidak konstitusional (inkonstitusional) karena mendasarkan pada perhitungan data yang mereka lakukan sendiri. Padahal, kata Atal, perhitungan cepat pun pada dasarnya tak bisa dikatakan sebagai pilihan konstitusional.

“Yang benar-benar konstitusional itu tentu saja perhitungan riil (real count) yang dilakukan KPU. Jadi, sebaiknya memang semua pihak bersabar dan menahan diri sampai KPU selesai menghitung dan mengumumkan hasil riil Pilpres dan Pileg. Dan, KPU sendiri juga harus lebih cepat mengentri data. Masak sudah hari kelima yang dientri baru di bawah 10 persen,” kata dia.  

Senada dengan Atal, Ketua Dewan Pakar Masyarakat dan Pers Pemantau Pemilu (Mappilu-PWI) Ferry Kurnia Rizkiyansyah mengimbau masyarakat dan organisasi pemantau pemilu terus mengawasi semua tahapan rekapitulasi perhitungan suara, baik Pilpres maupun Pileg.

"Kami juga meminta Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilihan Umum (DKPP) proaktif mengawasi kinerja penyelenggara pemilu, mulai dari tingkat pusat sampai KPPS," kata Ferry. Tidak hanya itu, Mappilu yang memiliki pemantau di 17 provinsi  dan hampir 200 kabupaten/kota, menemukan beberapa kecurangan di berbagai tingkat. Karena itu Mappilu meminta DKPP bersikap tegas dengan memberikan sanksi sesuai peraturan perundangan yang berlaku.

Imbauan tersebut dikemukakan menyusul situasi yang memanas seiring perhitungan suara. Hasil hitung cepat (quick count) yang dirilis televisi memenangkan pasangan calon nomor satu. Di sisi lain, pasangan calon nomor dua melakukan perhitungan sendiri berbasis real count. ( pro)


BACA JUGA

Rabu, 21 Agustus 2019 21:31

Demokrat Masuk Pendukung Pemerintah Jokowi? Hinca Panjaitan : Pak SBY Sedang Menata Hati

PROKAL.CO, SAMARINDA - Para kader Demokrat diminta bersabar menunggu arahan…

Rabu, 21 Agustus 2019 12:02

Kanit Reskrim Polsek Keritang Ditikam, Pelaku Tewas Ditembak

TEMBILAHAN - Kanit Reskrim Polsek Keritang, IPDA Hendrizal, mengalami luka…

Rabu, 21 Agustus 2019 12:00

Inovasi Pelajar Ciptakan Pembangkit Listrik Tenaga Angin

Wardatul Hasanah, Tri Utami Lestari, dan Gilang Gilardan berhasil menciptakan…

Rabu, 21 Agustus 2019 11:23

Kena OTT KPK, Dua Jaksa Jadi Tersangka

JAKARTA-- Dua jaksa terkena operasi tangkap tangan (OTT) KPK Senin…

Selasa, 20 Agustus 2019 12:27

Dua Lapas Penuh Sesak, 90 Persen Penghuni Terjerat Kasus Narkoba

MALANG KOTA–Dua lembaga pemasyarakatan (lapas) di Kota Malang sudah overload…

Selasa, 20 Agustus 2019 12:26

Kala Kepolisian Direpotkan Beredarnya Video Bendera Negara Lain di Hari Merdeka, Ternyataaa....

Gara-gara pasang bendera yang ada warna birunya, sebuah rumah di…

Selasa, 20 Agustus 2019 12:25

Dua Jamaah Haji Terserang SARS

Sebanyak 436 jamaah haji Kabupaten Madiun tiba di Pendopo Ronggo…

Senin, 19 Agustus 2019 23:56

Kejadian di Manokwari, Menkopolhukan Minta Masyarakat Tak Terpancing dan Terpengaruh Hoax

JAKARTA - Pemerintah merespon cepat aksi yang terjadi di Manokwari,…

Senin, 19 Agustus 2019 23:53

Mendagri Minta Jaga Kondusivitas dan Pelayanan Masyarakat di Manokwari Tak Terganggu

JAKARTA - Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo meminta agar situasi…

Senin, 19 Agustus 2019 19:15

Rusuh di Manokwari, Mendagri Panggil 3 Gubernur

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo membuka opsi untuk mempertemukan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*