MANAGED BY:
KAMIS
20 FEBRUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA
Minggu, 21 April 2019 12:59
Caleg Koruptor Dipercaya Jadi Legislator
PUNYA PELUANG: Meskipun punya preseden buruk sebagai koruptor, namun para calon legislatif ini disebut-sebut punya peluang duduk di parlemen karena mendapat jatah suara.

PROKAL.CO, MALANG-Meski telah terbukti menerima suap pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) 2015 dan kini menjalani hukuman di penjara, sejumlah calon anggota legislatif (caleg) di Kota Malang masih saja dapat suara dalam pesta demokrasi pada 17 April lalu. Sejumlah tanya pun menyapa, seperti apakah masyarakat menghendaki caleg koruptor wakil mereka di parlemen periode 2019–2024?

Adanya caleg terjerat kasus korupsi yang mendapat suara itu terungkap saat rekapitulasi penghitungan suara di panitia pemilihan kecamatan (PPK) Jumat (20/4) lalu. Di Daerah Pemilihan (Dapil) Klojen misalnya, Teguh Mulyono yang sudah divonis bersalah oleh Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya itu mendapat 4 suara. Bisa jadi, suaranya akan terus bertambah setelah penghitungan berakhir. Sementara di PPK Lowokwaru, berdasarkan penghitungan sementara ini, Teguh Puji Wahyono meraih 21 suara  dan Suparno mendulang 3 suara di PPK Blimbing. Jumlah ini berpotensi bertambah mengingat sampel ini didapatkan saat rekapitulasi beberapa tempat pemungutan suara (TPS) saja. Sementara jumlah TPS di masing-masing PPK mencapai ratusan titik.  “Suara caleg ini tetap sah, tapi untuk partainya,” kata Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Malang Zaenudin.

Seperti diketahui, Teguh Mulyono, Suparno, dan Teguh Puji Wahyono merupakan tiga di antara 41 legislator yang ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sejak 2018 lalu. Bersama puluhan eks legislator lain, mereka diduga menerima uang suap pembahasan APBD-P 2015 Kota Malang senilai total Rp 700 juta. Masing-masing orang menerima sekitar Rp 12,5 juta–Rp 15 juta.

Dari 41 eks legislator tersebut, 13 orang di antaranya tercatat sebagai caleg di Pileg 2019. Sementara dari ke-13 caleg itu, enam di antaranya sudah divonis oleh Pengadilan Tipikor Surabaya dan inkracht.

Zaenudin menambahkan, enam caleg dengan status putusan hukum tetap telah dicoret KPU. Artinya, meski mendapatkan suara, tapi tidak dianggap sebagai suara milik caleg. Keputusan itu mengacu PKPU 3 Tahun 2019 tentang Pemungutan dan Penghitungan Suara Dalam Pemilu sebagaimana telah diubah dengan PKPU Nomor 9 Tahun 2019 dan PKPU 14 Tahun 2018 tentang Pencalonan Perseorangan Peserta Pemilihan Umum Anggota DPRD. Aturan tersebut juga telah diubah dalam PKPU Nomor 30 Tahun 2018. “Semuanya sudah diatur jelas dalam PKPU,” imbuh pria asal Banyuwangi ini.

Sementara itu, Divisi Hukum KPU Kota Malang Fajar Santoso menyatakan, tujuh caleg yang belum inkracht tersebut masih berhak mendapatkan suara dalam Pileg 2019. Tapi ketika sudah inkracht dan dinyatakan bersalah, maka perolehan suaranya akan menjadi milik parpol yang mencalonkan mereka. “Yang masih berjalan proses hukumnya, juga akan jadi milik partai jika sudah inkracht,” imbuh sarjana hukum tersebut. (im/c2/dan/jpg/ypl)

loading...

BACA JUGA

Rabu, 19 Februari 2020 23:16

SMSI dan LPDS Sepakat Kerja Sama Jaga Kualitas Media Siber

JAKARTA - Lembaga Pers Dr Soetomo (LPDS) yang didirikan oleh…

Rabu, 19 Februari 2020 11:02

30 Juta PBI Tak Masuk DTKS

JAKARTA– Persoalan data penerima bantuan iuran (PBI) program Jaminan Kesehatan…

Rabu, 19 Februari 2020 11:00

Istri Kapten Anwar Pingsan Usai Pemakaman

SEMARANG– Pemakaman empat jenazah korban kecelakaan Helikopter MI-17 yang jatuh…

Rabu, 19 Februari 2020 10:54

Singapura Larang Warga China Masuk, Kini Andalkan Kunjungan Turis Indonesia

JAKARTA– Kebijakan pemerintah Singapura terkait dengan wabah korona bakal berdampak…

Rabu, 19 Februari 2020 10:39

Kemenag Lobi Penambahan Toilet di Mina

JAKARTA – Ketersediaan toilet di tenda-tenda jamaah haji Indonesia di…

Rabu, 19 Februari 2020 10:23

Bahaya Rokok Perlu Masuk Kurikulum

JAKARTA– Peraturan tentang kawasan tanpa rokok (KTR) di sekolah tidak…

Rabu, 19 Februari 2020 10:22

Buron KPK Diduga Ada di Apartemen Mewah

JAKARTA– Belum adanya sikap tegas dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)…

Rabu, 19 Februari 2020 10:19

Hindari Anjing Pelacak, Ganja 1 Ton Ganja Dilapisi Serbuk

JAKARTA– Badan Narkotika Nasional (BNN) berhasil mengagalkan peredaran 1 ton…

Rabu, 19 Februari 2020 10:03

Gagal di Perseorangan, Boleh Maju Via Partai

JAKARTA- Bagi bakal calon perseorangan yang Tidak Memenuhi Syarat (TMS),…

Selasa, 18 Februari 2020 12:22

Pemilik Motor Ikut Bakar Diri, Akhirnya Tewas

Pada Sabtu (15/2) lalu warga di seputaran Pantai Siyut, Desa…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers