MANAGED BY:
KAMIS
22 AGUSTUS
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

UTAMA

Minggu, 21 April 2019 12:47
Bawaslu dan DKPP Awasi KPU

Guna Pastikan Tidak Ada Manipulasi

PANTAU BERSAMA: Proses penghitungan surat suara masih berlangsung, DKPP dan Bawaslu pun lakukan pengawasan ketat. Jangan sampai penghitungan surat suara alami kekeliruan.

PROKAL.CO, JAKARTA –Dugaan kecurangan yang ditujukan kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) terkait dokumen C1 mendapat respons dari Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) dan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP). Kedua lembaga itu menegaskan akan terus memantau kinerja penyelenggara guna memastikan suara masyarakat tidak disalahgunakan selama proses rekapitulasi. 

Anggota DKPP Alfitra Salamm mengatakan, selama ini pihaknya selalu mengingatkan penyelenggara maupun pengawas bekerja sesuai prosedur. "Jangan coba main-main dalam rekapitulasi dan penghitungan real count ini," ujarnya di Kantor KPU RI, Jakarta, Jumat pekan lalu.

Dia menyatakan, jika ada laporan dugaan pelanggaran kode etik dari jajaran KPU dan Bawaslu hingga level kelurahan, maka pihaknya tidak segan melakukan penindakan. Saat ini sendiri, sudah ada satu laporan yang diproses DKPP. “Misalnya saja kejadian beberapa waktu lalu, dua anggota Panitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN) Malaysia, jika dalam peradilan etik terbukti melakukan kesalahan tentu diberhentikan,” tegasnya.

 Pria kelahiran Riau itu juga mengajak masyarakat untuk terlibat aktif melakukan pengawasan. Jika ada pihak penyelenggara yang berbuat nakal dalam rekapitulasi, dia meminta untuk tidak segan-segan melakukan pelaporan. "Kami dari DKPP, 24 jam siap menerima laporan di Jalan Thamrin," imbuhnya.

 Sementara itu, Ketua Bawaslu Abhan menambahkan, saat ini, jajaran pengawas melakukan pengawasan terhadap proses rekapitulasi yang dilakukan jajaran KPU. Saat ini, Panitia Pengawasan Pemilihan Kecamatan (Panwascam) pun memantau penuh rekapitulasi di tingkat kecamatan. "Pengawasan kami bersifat melekat," tambahnya.

 Meski sudah ada pengawasan Bawaslu, Abhan mengajak masyarakat untuk ikut membantu proses pengawasan. Dia menilai, semakin banyak yang memantau, maka akan semakin baik. "Jangan sampai kalau ada hal yang tidak diinginkan, misalnya ada data salah, kemudian tanpa koreksi," kata mantan ketua Bawaslu Jawa Tengah tersebut.

Sebelumnya, kekeliruan angka di sistem informasi penghitungan suara (situng) ramai dibicarakan di media sosial. Di TPS 17 Jempong Baru Sekarbela, Kota Mataram, suara Prabowo Sandi tertulis 159 di Situng, meski di C1 tercatat 189 suara. Kemudian di TPS 093 Bidara Cina Jakarta Timur, suara Prabowo Sandi tercatat 56 suara meski di C1 tertulis 162.

Terpisah, Ketua KPU RI Arief Budiman mengakui adanya sejumlah kasus kesalahan dalam rekapitulasi melalui situng. Namun Arief menyebut bukan kesengajaan melainkan faktor human error. Apalagi, selama masa pemilu, penyelenggara bekerja secara maraton. "(Mereka bekerja sampai jam 12 malam. Paginya masih lanjut lagi, ini akan terus berlanjut," ujarnya.

Itu sebabnya, Arief mengajak semua kalangan untuk sama-sama melakukan pengawasan. Sehingga jika terjadi kesalahan, bisa dilakukan koreksi. "Kalau ada kesalahan ya sama-sama kita berikan informasinya, nanti kita akan lakukan koreksi," katanya. 

Arief juga menjanjikan, jika diketahui ada jajarannya yang sengaja melakukan penyimpangan, pihaknya tidak akan ragu-ragu untuk memproses."Nanti saya serahkan pada DKPP kalau misalkan ada unsur yang memang dia sengaja berbuat salah," terangnya.

Di lain tempat, Menteri Komunikasi dan Informatika Menkominfo Rudiantara mengimbau, masyarakat terus mengawal rekapitulasi yang dilakukan KPU. Tentunya dengan cara yang positif. Salah satunya, adalah dengan membuat keadaan saat ini semakin kondusif. Caranya, adalah dengan tidak menyebarkan hoax, dan ujaran kebencian. "Hormatilah teman-teman ini, sudah bekerja keras masih saja dilempari hoax," ucap Rudiantara.

Persoalannya, selama 8 bulan terakhir produksi berita bohong di media sosial meningkat drastis. Hal tersebut dimonitor Rudiantara sejak pertama kali kampanye dilakukan. Bahkan, hingga hari pemungutan suara tanggal 17 April lalu penyebaran berita bohong tetap berlanjut. “Pileg memang sudah reda tapi kalau pilpres terus meningkat,” tambahnya.

 Rudiantara juga meminta masyarakat untuk tidak terlalu tegang melihat perhitungan cepat. Dia mengimbau warga untuk menunggu hasil yang lebih kompeten. Yakni, rekapitulasi yang mulai dilakukan KPU. Karena semua dilakukan secara manual, maka membutuhkan proses yang cukup panjang. Mereka harus mengunggah dokumen-dokumen tersebut kemudian dikirim ke server KPU. Data tersebut nantinya akan ditabulasi menjadi rekapitulasi nasional.

   "KPU ini ‘kan memang lembaga yang independen untuk menyelenggarakan pemilu, makanya harus kita hormati," tegas Rudiantara menutup perbincangan. (far/bin/jpg/ypl)

 


BACA JUGA

Rabu, 21 Agustus 2019 23:00
Lokasi Ibu Kota Negara, Gubernur Tetap Pilih Tahura

“Maaf Kalteng, Kaltim yang Dipilih”

BALIKPAPAN– Dicoretnya Taman Hutan Raya (Tahura) Bukit Soeharto sebagai kandidat…

Rabu, 21 Agustus 2019 22:15

Jika Jadi Ibukota, Lahan PPU Siap, Bupati Siap Menggratiskan

DICORETNYA Tahura Bukit Soeharto dari lokasi ibu kota negara membawa…

Rabu, 21 Agustus 2019 21:09

Tak Sampai Jutaan Kok, Segini Nih PNS Pusat yang Bakal ke Ibukota Baru di Kalimantan

Rencana pemindahan ibu kota negara dari Jakarta ke Kalimantan akan…

Rabu, 21 Agustus 2019 21:02

Ini Bayangan Desain Ibu Kota Baru di Kalimantan

Rencana Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang ingin memindahkan ibu kota…

Rabu, 21 Agustus 2019 12:20

Rp 13 Triliun untuk Papua-Papua Barat

JAKARTA– Pemerintah membantah disebut menganaktirikan pembangunan di Papua. Buktinya, dana…

Rabu, 21 Agustus 2019 12:19

Manokwari Sudah Kondusif, Dominggus Ikut Minta Maaf

MANOKWARI—Pasca aksi demonstrasi, Senin (19/8) lalu, Kota Manokwari kini berangsur…

Rabu, 21 Agustus 2019 12:15

BUMN Jual Sepuluh Ruas Tol

JAKARTA – Dua perusahaan pelat merah bakal menjual kepemilikannya di…

Rabu, 21 Agustus 2019 12:06

Wapres Serukan Cooling Down, Otonomi Khusus Papua Luar Biasa

JAKARTA– Perlahan namun pasti, ketegangan sebagai imbas peristiwa di Manokwari…

Rabu, 21 Agustus 2019 12:04

Mangku Sitepoe, Dokter Bertarif Sepuluh Ribu Rupiah

Pada September nanti, Dokter Mangku genap berusia 84 tahun. Semangatnya…

Rabu, 21 Agustus 2019 11:25

Mau Pilkada Tanpa Hoax, Ini yang Dilakukan KPU

JAKARTA– Penyelenggaraan pilkada serentak 2020, sebagaimana pemilu 2019, diprediksi belum…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*