MANAGED BY:
SABTU
24 OKTOBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

LIFESTYLE

Minggu, 21 April 2019 09:43
Kenal dan Pahami Skizofrenia
RISIKO: Gejala lainnya adalah kebiasaan penderita yang suka berhalusinasi. Sehingga risiko berbahaya seperti dorongan untuk bunuh diri kerap mereka alami.

PROKAL.CO,

TAK hanya bipolar, ada pula gangguan jiwa lain yakni skizofrenia. Menurut psikiater Jaya Mualimin, skizofrenia termasuk yang paling banyak penderitanya. Jika gangguan bipolar cenderung perubahan suasana hati yang begitu ekstrem, skizofrenia justru penyakit mental yang menyebabkan gangguan proses saat berpikir.

Keduanya memiliki perbedaan signifikan, namun masih ada sebagian orang yang menganggap keduanya sama atau sulit untuk membedakannya. Satu hal yang paling mencolok pada skizforenia, yaitu mereka cenderung memikirkan pikiran-pikiran negatif.

Berbeda dengan gangguan bipolar yang bisa menyerang siapa saja dari segala usia, skizofrenia tidak. Diungkapkan Jaya, skizforenia biasanya mulai muncul atau dirasakan saat menginjak usia 15–35 tahun. Gejalanya bisa seperti penderita kerap mengurung diri, selalu memendam perasaan, hilang nafsu makan dan akhirnya bisa saja mengamuk.

Namun, tetap tak menutup kemungkinan pula jika ada seorang ibu mengandung, namun dia justru malah mengonsumsi hal-hal yang tidak baik untuk janin. Seperti merokok dan meminum alkohol. Sehingga janin tidak mendapat nutrisi yang seharusnya dan memberikan trauma jalan lahir bagi janin. Kebiasaan tersebut juga bisa memicu anak mengidap skizofrenia ketika dia telah menginjak usia 15 tahun karena tumbuh kembangnya tidak bagus.

“Jika sudah mulai dirasakan ada perubahan perilaku pada penderita, seharusnya segera dibawa ke rumah sakit. Itu dianggap sebagai fase laten, fase tersebut yang akan menjadi dasar untuk gangguan skizofrenia. Jangan kalau sudah mengamuk, baru dibawa. Itu tidak benar,” ungkap dokter di RSKD Atma Husada Mahakam Samarinda itu.

Disebutkan, penderita skizofrenia berjumlah sekitar 1-1,5 persen dari 1.000 populasi yang ada. Pasien yang dirawat di rumah sakit jiwa untuk penyakit ini menyentuh angka 95 persen. Tidak melihat jenis kelamin, perempuan dan laki-laki sama berisikonya.

Halaman:

BACA JUGA

Senin, 19 Oktober 2020 17:28
Fashionable dengan Batik

Tonjolkan Corak Etnik Kaltim, Sisipkan Nuansa Jawa

Batik jadi budaya khas Indonesia yang telah dikenal hingga mancanegara.…

Senin, 19 Oktober 2020 17:06

Pesona Air Terjun Narkata

Takkan mudah untuk menjamah keindahannya yang bak surga. Perlu upaya…

Senin, 19 Oktober 2020 09:45

Spesial Seafood, Asam Manis Pedas Bumbu Nusantara

Bosan dengan olahan ayam? Ingin coba menu baru? Maka menu…

Senin, 19 Oktober 2020 09:42

Super Green dan Kudapan Labu

HINGGA akhir tahun, promo minuman di Aston Samarinda Hotel &…

Senin, 19 Oktober 2020 09:34
Kenalkan daerah lewat Buku untuk Tingkatkan Literasi

Bangga Karya Sampai Amerika

Budaya membaca buku semakin berkurang. Jangankan untuk membeli, yang gratisan…

Selasa, 13 Oktober 2020 13:07

Pentingnya Kelola Kesehatan Jiwa

Global Burden of Disease (analisis beban penyakit) memprediksi sepanjang tahun…

Selasa, 13 Oktober 2020 13:05

Pengakuan Mahasiswa yang Stress, Sempat Ingin Akhiri Hidup, Jalani Pengobatan 15 Bulan

TAHUN pertama dan kedua kuliah, dirasakan Abe–bukan nama sebenarnya–cukup berat.…

Selasa, 13 Oktober 2020 13:02

Ayo Peduli Mental Anak dan Remaja

KIAN tahun, masyarakat khususnya di Balikpapan mulai memerhatikan pola hidup…

Selasa, 13 Oktober 2020 13:01

Hilangkan Stigma Gangguan Jiwa, Deteksi Lebih Awal

PERKIRAAN jumlah penderita gangguan jiwa di dunia sekitar 450 juta…

Selasa, 13 Oktober 2020 12:53

Menikmati Indahnya Taburan Warna Koi

Banyak instrumen yang bisa dipilih untuk menyempurnakan keindahan rumah. Kolam…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers