MANAGED BY:
RABU
21 AGUSTUS
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

CELOTEH

Minggu, 21 April 2019 09:41
Jangan Sepelekan Penyakit Mental
PERHATIAN: Masyarakat sudah sepatutnya merangkul para penderita gangguan jiwa. Jangan menganggapnya sepele. Sebab penyakit mental tak berbeda dengan penyakit fisik.

PROKAL.CO, BANYAK dijumpai orang yang sering mendiagnosis diri apakah tengah mengidap penyakit mental tertentu. Biasanya, mereka mendapat informasi tersebut melalui media internet kemudian mencocokkan ciri-ciri yang tengah dialami. Psikiater Jaya Mualimin justru menyarankan untuk segera memeriksakan diri ke unit layanan kesehatan terkait jika merasa ada perubahan atau perilaku yang tidak wajar terjadi.

“Ada banyak jenis penyakit mental. Contohnya gangguan pemusatan perhatian dan hiperaktivitas (GPPH). Gejalanya hampir mirip gangguan bipolar. Jadi, jangan langsung menilai jika Anda terkena bipolar. Datang ke psikiater, akan ketahuan apa yang sebenarnya terjadi. Bisa saja penyakit lain,” jelas Jaya ditemui awal pekan lalu.

Sedikit informasi mengenai GPPH, ciri khas gangguan ini biasanya terjadi pada anak usia sekolah. Gejalanya yaitu anak suka kesal dan sering emosi. Bisa dikatakan, emosinya labil. Perilaku yang paling mencolok juga dapat dilihat dari rajin atau tidaknya anak pergi ke sekolah.

Sebagai psikiater, Jaya menyadari jika belum semua orang menaruh atensi pada penyakit mental. Hal tersebut dipengaruhi oleh stigma yang terus melekat dan bergulir di masyarakat. Pola pikir yang salah juga menjadi pemicu. Penyakit mental masih dianggap sepele bahkan diolok-olok. Paling simpel, apapun jenis penyakit mental, masyarakat akan selalu berpendapat orang tersebut gila.

Dia menyebut, penyakit mental itu harus mendapat perhatian yang sama dari semua pihak. Masih banyak yang mengira jika gangguan jiwa sifatnya permanen. “Sayangnya, masyarakat belum siap menerima hal tersebut. Padahal, orang-orang dengan penyakit mental pun juga punya hak sama seperti manusia normal lainnya. Setelah berhasil dilakukan perawatan dan dinyatakan sembuh, mereka juga bisa beraktivitas seperti biasa lagi,” ungkapnya.

Jaya setuju jika masih ada sebagian masyarakat yang kurang informasi dan edukasi terkait gangguan jiwa atau penyakit mental. Sehingga, ketika gejala-gejala itu muncul pada diri sendiri atau sanak keluarga, mereka lebih memilih berobat ke dukun atau orang pintar. Pengobatan secara medis yang benar dan profesional justru tak jadi pilihan. Malah, ketika keadaan sudah semakin parah dan tidak ada perubahan barulah berinisiatif pergi ke psikiater.

Jaya mengatakan penyakit mental sama saja seperti penyakit fisik lain. Jika semakin lama penyakit bersarang dan baru diperiksa, akan semakin lama pula sembuhnya. “Jiwa itu kan terdiri dari pikiran, alam perasaan, perilaku, dan sosial. Kalau salah satu dari itu sudah mencerminkan kesalahan, patut waspada dan diperiksa. Paling penting, jangan takut untuk datang ke rumah sakit jiwa dan jangan malu bertemu psikiater,” pungkas alumnus Universitas Padjadjaran itu. (*/ysm*/rdm2/k16)

loading...

BACA JUGA

Senin, 19 Agustus 2019 10:18

Merah Menyala, Manisnya Kue Merdeka

DIBERI nama kue merdeka. Warnanya merah berpadu dengan buah yang…

Senin, 19 Agustus 2019 10:17

Hilangkan Dahaga dengan Es Bendera

INILAH dia minuman dengan konsep kemerdekaan lainnya, es bendera. Penyajiannya…

Senin, 19 Agustus 2019 10:14

Kenali Fear of Missing Out, Gelisah Berujung Depresi jika Tak Akses Media Sosial

Ponsel pintar telah menjadi kebutuhan. Semua informasi dapat diakses secara…

Senin, 19 Agustus 2019 10:12

Terlalu Asyik, Ingin Selalu Update

ARTANA Prihartanti mengaku mulai senang mengakses medsos sejak SMP. Saat…

Senin, 19 Agustus 2019 10:10

Ribuan Siswa Antusias Ikuti Manasik Haji

RIBUAN pelajar Sekolah Islam Terpadu Bunga Bangsa Islamic School Samarinda…

Senin, 19 Agustus 2019 10:08
Kembangkan Potensi Non-akademik

Ekstrakurikuler Sesuai Anjuran Nabi

Sekolah tidak melulu intrakurikuler, hanya duduk manis dan belajar di…

Senin, 19 Agustus 2019 10:06

Plus-Minus Alat Kontrasepsi, Tidak Berisiko, Sesuaikan Kebutuhan

Ada beberapa pasangan yang menunda kehamilan. Alasannya beragam, mulai pendidikan,…

Senin, 19 Agustus 2019 10:05

Bangun Keluarga Sejahtera dengan Melek Pentingnya Kontrasepsi

PERTUMBUHAN penduduk yang tidak terkendali bisa menjadi beban negara dalam…

Minggu, 11 Agustus 2019 22:07

Jangan Sepelekan Pisang, Ini Manfaat dan Kegunaannya

Selama ini buah pisang memang banyak diandalkan sebagai salah satu…

Senin, 05 Agustus 2019 10:48
Jaga Kebersihan Mulut dan Gigi

Jangan Langsung Sikat Gigit setelah Makan

Kebersihan gigi dan mulut penting dijaga. Pernah mengalami gusi bengkak?…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*