MANAGED BY:
SENIN
23 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

SAMARINDA

Kamis, 18 April 2019 12:49
Gara-Gara Ini, Tak Bisa Mencoblos di Rumah Sakit
TERTUNDA: Logistik pemilu sudah tiba di RSUD AW Sjahranie Samarinda. Namun, warga tak bisa menggunakan hak pilihnya.

PROKAL.CO, PESTA demokrasi yang dilakukan serentak bersamaan dengan pemilihan legislatif, tidak seutuhnya bisa dirasakan warga yang tengah berada di rumah sakit. Khususnya RSUD AW Sjahranie Samarinda. Sejak sepekan sebelum pencoblosan, pihak rumah sakit bahkan sudah diminta mengurus daftar pasien yang diharapkan bisa memberikan suaranya. Hingga sehari sebelum hari H, yang tercatat bisa memilih sebanyak 41 orang.

Humas RSUD AW Sjahranie Samarinda dr Arysia Andhina yang ditemui Kaltim Post menjelaskan, kondisinya kemarin benar-benar di luar kendali. Pasalnya, tempat pemungutan suara (TPS) khusus yang diagendakan pukul 12.00 Wita, tak berjalan maksimal.

“Semula sesuai rencana, tapi kabarnya ada masalah di TPS lain,” ungkap dokter yang murah senyum itu. Harian ini mengikuti perihal pencoblosan yang diagendakan di rumah sakit pelat merah tersebut. Hingga tengah hari, tak tampak perwakilan dari panitia TPS terdekat.

Waktu terus berjalan, pukul 12.55 Wita, Najib selaku komisioner KPU Samarinda datang membawa surat suara. Sayang, pasien yang harusnya bisa menyumbangkan hak pilih, harus gigit jari. Lantaran waktu sudah lewat dari pukul 13.00 Wita.

Najib yang merupakan komisioner KPU bidang sosialisasi terlihat seorang diri di rumah sakit. Tangannya tak lepas dari handphone untuk terus berkoordinasi mengenai pencoblosan di sana. “Maaf, keputusannya tidak bisa dilakukan pemilihan,” jelas Najib.

Sebanyak 41 daftar pemilih tidak bisa menyuarakan hak pilihnya harus tertunda. “Itu atas rekomendasi dari Bawaslu, dan rencananya bakal ada pleno untuk membahas masalah ini dengan komisioner lainnya,” ujarnya.

Dijelaskannya, dia membawa langsung logistik dari gudang, termasuk hologram, dan lainnya. Namun, sempat terganjal surat suara. “Kami harus mencari dari beberapa TPS yang merupakan surat suara sisa. Tapi karena waktunya sudah telanjur lewat, ya mau tidak mau harus berbesar hati,” sambungnya.

Serentak digelar perdana pada 2019, Najib berharap kendala yang terjadi di pesta demokrasi tahun ini bisa jadi pelajaran untuk ke depan. Mulai kekurangan surat suara, distribusi logistik, hingga kesiapan petugas.

“Semua punya tanggung jawab,” ungkapnya. Setidaknya, sebanyak 41 orang yang direncanakan mencoblos di rumah sakit, terpaksa menunda. “Ya harapan kami mereka bisa tetap dilibatkan dalam memilih, artinya ada pemilihan susulan untuk rumah sakit,” tambahnya.

Yang terjadi di rumah sakit, termonitor oleh Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) RI yang turun langsung memantau kegiatan pesta demokrasi di rumah sakit pelat merah tersebut. Hairansyah, wakil bidang internal Komnas HAM RI menjelaskan, sudah melakukan pemantauan secara khusus.

“Mulai pendaftaran hak pilih hingga pelaksanaannya. Kami ingin memastikan hak warga bisa terpenuhi,” sebutnya. Menurut Komnas HAM, masalah yang terjadi di rumah sakit kemarin, adalah pelanggaran serius. “Kalau sampai tidak terlayani, ada sanksi pidana bagi penyelenggara pemilu,” timpalnya.

Menurut Hairansyah, pesta demokrasi sejatinya bukan hal baru. “Aturan penggunaan TPS khusus memang tidak ada lagi, tapi yang terdekat (TPS) harusnya melayani,” timpalnya. Harian ini juga memantau aktivitas di Polresta Samarinda. Dari 142 jumlah tahanan, hanya lima yang bisa menyumbangkan hak pilihnya. Di Rumah Sakit Khusus Daerah (RSKD) Atma Husada Mahakam Samarinda, dari 27 yang didaftarkan, hanya 19 yang bisa menyumbangkan suaranya. (*/ryu/*/dra/*/drh/rom/k15)

 


BACA JUGA

Senin, 23 September 2019 14:37

Demo Mahasiswa di DPRD Kaltim Ricuh, Pelemparan Dibalas Semprotan Air

SAMARINDA  – Senin (23/09/19) mahasiswa dari berbagai kampus di Kalimantan…

Senin, 23 September 2019 11:03

Partai NasDem Buka Pendaftaran Bakal Calon Kepala Daerah

SAMARINDA- Partai NasDem Provinsi Kalimantan Timur turut meramaikan ajang pesta…

Senin, 23 September 2019 08:47

Tantangan Jadi Daya Tarik

 Mengayuh Harapan menggantung di tembok Pameran Besar Seni Rupa di…

Senin, 23 September 2019 08:46

Harus Diakui, Sebaran SMP Belum Merata

SAMARINDA–Jumlah lulusan siswa SD untuk dua tahun ke depan sudah…

Senin, 23 September 2019 08:45

Parkir Belum Tertib, yang Liar Masih Ada

SAMARINDA–Dinas Perhubungan (Dishub) Samarinda melakukan penertiban terhadap warga yang parkir…

Jumat, 20 September 2019 19:26

Mobil Bawa Sabu 1 Kg Nyungsep Setelah Kejar-Kejaran dengan Polisi

PROKAL.CO, SAMARINDA - Aksi kejar-kejaran sebuah mobil merk Ayla plat…

Jumat, 20 September 2019 12:09

Aktivitas di SPBU Mendadak Sepi

Bukan hanya sekali, setidaknya dalam waktu dekat ini tiga kali…

Jumat, 20 September 2019 12:07

Tak Ada Toleransi..!! Selama Proses Hukum, Hak-Hak Hakim Kayat Dicabut

SAMARINDA–Integritas pengadil di Kaltim mendapat sorotan tajam selepas Kayat. Hakim…

Jumat, 20 September 2019 12:06

BEDALAH WAL...!! Di Perumahan Ini Punya Penampungan Air Terpadu, Air Lancar dan Aman

Air bersih yang tidak mengalir di beberapa daerah, tak membuat…

Jumat, 20 September 2019 12:04

Tiga Kali Mulus Beraksi, Dua Pelaku Curanmor Diciduk Polisi

SAMARINDA–Dua pelaku curanmor, Akbar Abdullah (36) dan Alfian (35), dibekuk…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*