MANAGED BY:
KAMIS
19 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

KALTARA

Rabu, 17 April 2019 10:11
Naskah UN Diambil di Polsek Terdekat

Tahun Depan Diupayakan 100 Persen UNBK

DIDISTRIBUSIKAN: Tahun ini sebanyak 18 sekolah masih melaksanakan UN secara manual menggunakan UNKP.

PROKAL.CO, TANJUNG SELOR – Seluruh naskah soal Ujian Nasional (UN) tingkat SMP/sederajat tahun ajaran 2018/2019 telah didistribusikan ke masing-masing kecamatan yang ada di Kabupaten Bulungan.

Untuk menjaga kerahasiaan, khususnya pada naskah soal Ujian Nasional Kertas dan Pensil (UNKP) soal dititipkan ke pihak kepolisian sektor (polsek).

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bulungan, H. Jamaluddin Saleh melalui Kepala Seksi (Kasi) Kurikulum, Dedy Irawan mengatakan, setelah didistribusikan, nantinya pihak sekolah yang akan mengambil di masing-masing polsek terdekat. “Kami pastikan soal itu aman dan tidak akan bocor, karena selama di polsek soal itu akan dijaga oleh pihak keamanan,” ungkap Dedy kepada Radar Kaltara, Selasa (16/4).

Sedangkan untuk UN jenjang SD/MI akan diterima langsung pihak sekolah oleh kepala sekolah dengan berita acara serah terima dan pakta integritas, yang sesuai dengan isi pos USBN 2019.

Tahun ini pelaksanaan UN akan berbeda dengan tahun sebelumnya karena pelaksanaannya akan dilaksanakan secara serentak pada 22 April mendatang. “Untuk SD semua masih menggunakan manual atau UNKP,” ujarnya.

Tahun ini peserta UN jenjang SD akan diikuti sebanyak 2.869 siswa dari 140 sekolah. Sedangkan untuk SMP akan diikuti sebanyak 2.534 siswa dari 64 sekolah. “Dari 64 sekolah, sebanyak 46 sekolah telah menerapkan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK),” ujarnya.

Sedangkan 18 sekolah masih menerapkan UNKP. Hal ini disebabkan beberapa faktor. Di antaranya, tidak adanya jaringan listrik, jaringan telekomunikasi yang belum masuk dan sekolah yang bersangkutan belum memiliki sarana dan prasarana untuk melaksanakan UNBK. “Tapi kami akan upayakan tahun depan sudah 100 persen sekolah menerapkan UNBK,” ujarnya.

Dedy menambahkan, kalaupun mau dipaksakan UNBK tahun ini di sekolah-sekolah tersebut, bisa saja dilakukan, akan tetapi masalah mobilisasi dan penginapannya juga harus dipikirkan. Karena jarak sekolah ke sekolah yang lain begitu jauh dan penuh risiko. “Harus menyeberang sungai, arus giram, dan tidak ada transportasi yang memadai. Ada juga yang harus menunggu air pasang-surut,” jelasnya.

Belum lagi bantuan dari pemerintah provinsi dan pusat masih belum mencakup semua sekolah. “Kalaupun ada pasti belum cukup, karena jumlah siswa dan jumlah bantuan tidak seimbang degan jumlah siswa,” tuturnya. “Contohnya, SMPN 1 Tanjung Selor jumlah komputer 40 unit. Sementara jumlah siswa 224 jiwa. Sementara per sesi hanya dibatasi tiga saja. Nah bagaimana sekolah lain mau ikut menumpang. Notabenenya siswa dari SMPN 1 saja masih kurang. Namun dengan adanya kerja sama dengan orang tua yang membantu beberapa laptop, bisa mengurangi sesi pelaksanaan UN,” bebernya.

Sementara itu, Kasi Kelembagaan dan Sarana  Prasarana pada Disdikbud Bulungan, Hasriansyah menambahkan, tahun ini akan ada bantuan yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) sebanyak sembilan paket UNBK untuk sekolah yang jumlahnya jauh dari cukup. “Satu  paket itu terdiri dari 20 laptop, personal computer  (PC) dan satu server dengan nilai anggaran Rp 2,537 miliar,” ujarnya.

Selain komputer, ada juga sekolah yang mendapatkan bantuan berupa media pembelajaran, dan seluruhnya telah diserahkan ke masing-masing sekolah. “Untuk media pembelajaran nilai anggaranya sebesar Rp 4,762 miliar,” sebutnya. (*/jai/ash)


BACA JUGA

Rabu, 21 Agustus 2019 09:23

Irianto Sampaikan 4 Tanggapan dan 7 Usulan

BALIKPAPAN – Ada 4 tanggapan yang disampaikan Gubernur Kalimantan Utara…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*