MANAGED BY:
KAMIS
22 AGUSTUS
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN
Selasa, 16 April 2019 11:59
Kisah Janda yang Berhasil Mengelabui Empat Pria
Pakai Akun Palsu dengan Foto Perempuan Cantik, Mengaku untuk Biayai Anak

Polisi Masih Lakukan Pengembangan, Korbannya Bisa Bertambah

MENIPU: Janda berinisial KELD saat ditemui di Mapolres Buleleng kemarin. (foto I Putu Mardika/Bali Express)

PROKAL.CO, Pada era media sosial (medsos) seperti sekarang, modus penipuan makin beragam. Misalnya lewat akun palsu yang marak terjadi. Seperti ulah wanita berinisial KELD, 28. Sejumlah pria menjadi korbannya.

 

PUTU MARDIKA, Singaraja

 

Saat dikeler polisi di Mapolres Buleleng kemarin (15/4), KELD hanya tertunduk. Namun, perempuan bertubuh agak subur ini tak berusaha menutupi wajahnya. Mungkin sudah pasrah. KELD dipolisikan lantaran sudah menipu. Ia nekat membuat akun palsu di Facebook dengan menggunakan foto profil seorang wanita cantik bernama Luh Eka Apriliani, 25. Lewat akun itu KELD memuluskan aksinya menggaet sejumlah pria untuk meraup uang. Atas ulah pelaku, korban Luh Eka pun sempat diincar sejumlah pria untuk membayar utang. 

Sejatinya antara pelaku dan Luh Eka sudah saling kenal sejak tahun 2012 lalu. Keduanya kenal di sebuah salon. Setelah kenal, pelaku meminjam HP korban selama dua hari. Nah kesempatan itulah yang dimanfaatkan pelaku untuk mencuri foto-foto korban yang ada di HP-nya untuk dijadikan foto profil dalam akun FB palsu bernama @Risnha. 

Melalui akun yang ia buat sejak 2012 lalu itu lah, KELD memperdaya sejumlah pria untuk dijadikan pacar. Kepada mangsanya, pelaku mengaku sedang bekerja di Jepang dan membutuhkan uang. 

Sialnya, sejumlah lelaki yang diajaknya chatingan itupun tergiur dengan rayuan langsung memenuhi permintaan pelaku. Mereka bersedia mentransfer uang ke rekening pelaku yang totalnya mencapai Rp 18 juta.

 

Kasatreskrim Polres Buleleng, AKP Mikael Hutabarat mengatakan, jumlah lelaki yang tertipu saat ini diketahui sebanyak empat orang yang rata-rata berasal dari Singaraja. Namun tidak menutup kemungkinan, korban lain akan terus bertambah, mengingat Aparat Satuan Reskrim Polres Buleleng masih terus melakukan penyidikan.  

"Modusnya berpura-pura berpacaran. Dan akun palsu itu mengaku sedang bekerja di Jepang. Karena pacaran ya pelaku meminta uang kepada laki-laki yang ditipu. Nah yang bersangkutan kemudian mengaku sebagai adik ipar dari akun palsu bernama Rishna untuk mempermudah mengambil uang. uangnya ada yang ditransfer ada yang diambil cash," kata AKP Mikael. 

Terungkapnya kasus penipuan ini berawal dari laporan Luh Eka Apriliani. Wanita asal Desa Panji, Kecamatan Sukasada, Buleleng diminta untuk membayar utang oleh seorang pria yang sempat ditipu pelaku. Lantaran merasa tak meminjam uang, Eka pun akhirnya mengetahui jika fotonya di akun palsu digunakan untuk menipu sejumlah orang. 

Merasa nama baiknya dicemarkan, Eka pun akhirnya melaporkan kejadian itu ke Mapolres Buleleng, Jumat (12/4) lalu. Berbekal laporan itu, polisi selanjutnya melakukan penyelidikan hingga berhasil mengamankan pelaku yang berasal dari Desa Kalibukbuk, Kecamatan Buleleng. 

"Awalnya diketahui itu pada saat korban yang ditipu mencari saya. Dia minta sejumlah uang. karena korban itu pikir jika di FB itu adalah saya. Karena saya tidak merasa meminjam uang, ya saya melapor,” aku Eka. 

Eka pun tak membantah jika dirinya memang sempat kenal dengan pelaku sejak tahun 2012 lalu. Dirinya juga tak menampik sempat meminjamkan HP miliknya kepada pelaku selama dua hari. Alasannya kala itu pelaku tak memiliki HP. 

“Saya pinjamkan, karena saya anggap dia teman, dan dia mengaku tidak punya HP. Jadi saya pinjamkan, dan ternyata banyak foto-foto saya di HP itu yang dia ambil untuk diunggah di akun palsu tersebut," terangnya. 

Pelaku KELD pun berhasil diciduk di kediamannya, di wilayah Desa Kalibukbuk, Kecamatan/Kabupaten Bueleng. Selain menangkap pelaku, polisi juga menyita satu unit HP merek OPPO A3+ warna hitam, serta satu unit HP VIVO model 1414 warna hitam, dengan masing-masing berisi akun Facebook @Risnha sebagai barang bukti. 

Kepada media, pelaku KELD mengaku menggunakan uang hasil menipu para lelaki tersebut untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Tindakan itu pun terpaksa ia lakukan, sebab ia tidak memiliki pekerjaan dan harus memenuhi kebutuhan kedua anaknya. "Saya sudah bercerai dan menjanda. Ya kapok saya," singkatnya.   

Atas ulahnya, KELD pun dijerat dengan pasal 35 Undang-Undang Nomor 19 tahun 2016 tentang informasi dan transaksi elektronik, dengan pidana paling lama 12 tahun penjara, serta denda paling banyak Rp 12 miliar. (*/aim)

 


BACA JUGA

Rabu, 21 Agustus 2019 12:02

Kanit Reskrim Polsek Keritang Ditikam, Pelaku Tewas Ditembak

TEMBILAHAN - Kanit Reskrim Polsek Keritang, IPDA Hendrizal, mengalami luka…

Rabu, 21 Agustus 2019 12:00

Inovasi Pelajar Ciptakan Pembangkit Listrik Tenaga Angin

Wardatul Hasanah, Tri Utami Lestari, dan Gilang Gilardan berhasil menciptakan…

Rabu, 21 Agustus 2019 11:23

Kena OTT KPK, Dua Jaksa Jadi Tersangka

JAKARTA-- Dua jaksa terkena operasi tangkap tangan (OTT) KPK Senin…

Selasa, 20 Agustus 2019 12:27

Dua Lapas Penuh Sesak, 90 Persen Penghuni Terjerat Kasus Narkoba

MALANG KOTA–Dua lembaga pemasyarakatan (lapas) di Kota Malang sudah overload…

Selasa, 20 Agustus 2019 12:26

Kala Kepolisian Direpotkan Beredarnya Video Bendera Negara Lain di Hari Merdeka, Ternyataaa....

Gara-gara pasang bendera yang ada warna birunya, sebuah rumah di…

Selasa, 20 Agustus 2019 12:25

Dua Jamaah Haji Terserang SARS

Sebanyak 436 jamaah haji Kabupaten Madiun tiba di Pendopo Ronggo…

Senin, 19 Agustus 2019 23:56

Kejadian di Manokwari, Menkopolhukan Minta Masyarakat Tak Terpancing dan Terpengaruh Hoax

JAKARTA - Pemerintah merespon cepat aksi yang terjadi di Manokwari,…

Senin, 19 Agustus 2019 23:53

Mendagri Minta Jaga Kondusivitas dan Pelayanan Masyarakat di Manokwari Tak Terganggu

JAKARTA - Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo meminta agar situasi…

Senin, 19 Agustus 2019 19:15

Rusuh di Manokwari, Mendagri Panggil 3 Gubernur

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo membuka opsi untuk mempertemukan…

Senin, 19 Agustus 2019 11:31

Lima Poin Seruan MUI terkait Kasus Video Ustaz Abdul Somad

Wakil Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (Wasekjen MUI) Tengku Zulkarnain…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*