MANAGED BY:
RABU
21 AGUSTUS
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

SAMARINDA

Selasa, 16 April 2019 11:25
Mimpi Buruk dari Perlakuan Keji sang Ayah

Sejak Belia Berjuang Lawan Kelainan Jantung: Muhammad Aldiannur (1)

COBAAN HIDUP: Sri Astuti memangku Muhammad Aldiannur ketika disambangi Kaltim Post di rumah singgah FJDK, Sabtu (13/4).

PROKAL.CO, Perjuangan berat sudah harus dirasakan bocah-bocah ini, Muhammad Aldiannur dan Muhammad Zaydan Al Faeyza. Pada usia yang begitu belia, mereka harus melawan beratnya penyakit jantung bocor. Makin sulit karena finansial keluarga yang tak banyak menolong.

KEBAHAGIAAN menyelimuti keluarga Irmawati, 15 tahun silam. Dia melahirkan seorang putra yang tampak sehat. Dia namai dengan Muhammad Aldiannur.

Namun, kebahagiaan itu hanya bertahan sedikitnya enam bulan. Sejak itu, Aldi, begitu dia disapa, kerap jadi sasaran pelampiasan emosi sang ayah. Kepala Aldi kerap jadi sasaran pukulan ayahnya ketika kesal. Terutama saat mabuk. Apalagi ketika mendengar tangisan si Aldi bayi.

“Tak lama setelah kejadian itu, Aldi pingsan. Saya panik dan membawanya ke bidan. Kemudian diketahui kalau Aldi ternyata sudah koma dan harus dibawa ke rumah sakit di Tenggarong,” jelas dia saat disambangi Kaltim Post di rumah singgah Forum Jalinan Persaudaraan Kalimantan (FJDK), Sabtu (13/4).

Setelah sembilan hari mendapat perawatan di Tenggarong, Aldi tak kunjung sadar. Aldi pun dirujuk ke RSUD AW Sjahranie Samarinda. Beberapa hari dirawat di Samarinda, Aldi sadar. Namun, kondisinya tak lagi sama. Dokter mengungkapkan, kejadian itu menyerang saraf Aldi. Dia tak lagi bisa duduk, apalagi berjalan. Sejak itu, Aldi dinyatakan lumpuh total.

Kondisi itu merembet pula ke jantungnya yang makin membesar. Jantung Aldi tidak berfungsi normal karena berlubang. Bila tak cepat ditangani, berisiko merembet ke paru-paru. Harus segera dioperasi.

Aldi pernah menjalani perawatan di Surabaya. Irma dapat bantuan Rp 100 juta dari Pemerintah Kukar. Perawatan berhasil, keadaannya membaik. Bila sebelumnya Aldi kerap kejang, sejak perawatan itu, mulai berkurang. Di sana, dia menjalani beberapa terapi.

Hanya, dana bantuan itu tak cukup membawa Aldi menuntaskan pengobatannya. “Ada biaya tambahan Rp 45 juta. Bapak saya jual rumah supaya bisa bayar dan untuk kembali ke Tenggarong,” kenangnya sembari mengusap air mata. Dia teringat betapa sulitnya mencari bantuan demi kepulihan sang buah hati.

Ya, dia menyadari, kesehariannya sebagai pekerja serabutan takkan cukup menolongnya memenuhi kebutuhan perawatan Aldi. Dia pun berupaya mencari bantuan. Penolakan sana-sini acap kali dia hadapi. Belum lagi sang suami yang tak bertanggung jawab, mencampakkan mereka. Dia pun sempat stres karena itu. Apalagi pada usia sembilan tahun, muncul benjolan di belakang telinga kanannya. Menambah gamang akan bayang-bayang biaya pengobatan yang semakin bertambah.

Hingga akhirnya dia mencurahkan kegundahannya di media sosial. Pada saat itulah, Ketua FJDK Sri Astuti, membaca kisah pilu itu. Sri pun berinisiatif melibatkan diri dalam perjuangan Irma.

Tangis Irma pecah ketika mengingat Aldi pernah hanya berbobot 19 kilogram selama sakit. Ketika sudah di rumah singgah, bobot naik menjadi 30 kg. Nafsu makan sang putra pun membaik. “Dulu, dia itu kurus sekali. Saya sampai nangis terharu pas lihat dia gemuk, mau makan. Ibu saya juga kaget lihatnya,” lanjut dia.

Pekan lalu, Aldi menjalani operasi untuk benjolan di telinganya. Kini dalam masa pemulihan. Menurut dokter, jika kondisi Aldi sudah siap, operasi jantung bisa dilaksanakan dalam waktu dekat.

Biaya operasi ditanggung pemerintah lewat BPJS Kesehatan. Hingga terapi dan pemulihannya. Namun, ada beberapa obat yang memang tidak ditanggung sehingga harus menggunakan biaya pribadi. Ditambah, Aldi termasuk tidak bisa sembarangan mengonsumsi obat. Dia mudah alergi. Sejauh ini, penggalangan dana untuk Aldi sudah terkumpul, meski belum seberapa. “Aldi adalah sumber kekuatan saya. Dari dulu, saya selalu melihat anak ini kuat. Saya berharap doa dan bantuan terus mengalir untuk anak saya,” tutup perempuan 36 tahun itu. (ndy/k8/bersambung)

loading...

BACA JUGA

Rabu, 21 Agustus 2019 10:26

Bakungan Dinobatkan Sebagai Desa Sadar BPJS Ketenagakerjaan

SAMARINDA - Upaya memperluas kepesertaan jaminan sosial ketenagakerjaan terus dilakukan…

Selasa, 20 Agustus 2019 22:23

Terekam Kamera CCTV, Perantau Curi Enam Motor Ini Ditangkap Polisi

PROKAL.CO, SAMARINDA - Jajaran kepolisian dari Polsek Samarinda Seberang meringkus…

Selasa, 20 Agustus 2019 22:16

Samarinda Kini Punya Command Center, Tapi Belum Ada Call Center

PROKAL.CO, SAMARINDA - Kota Samarinda kini memiliki Command Center atau…

Selasa, 20 Agustus 2019 12:03

Jarak Pandang Terbatas di Bandara APT Pranoto, 4 Penerbangan Dialihkan ke Balikpapan

PROKAL.CO, SAMARINDA - Akibat terbatasnya jarak pandang di Bandara APT…

Selasa, 20 Agustus 2019 11:48

Tak Banyak Guru Tersertifikasi

AIR muka Alivi Nur Rosida tampak serius. Di hadapannya, banyak…

Senin, 19 Agustus 2019 20:49

Hampir Lukai Ibunya Pakai Palu, Remaja di Samarinda Digelandang ke Markas Polisi

PROKAL.CO, SAMARINDA - Entah apa dipikiran Iwan (18), remaja lulusan…

Senin, 19 Agustus 2019 11:35

Tinjau Disdukcapil, Barkati : Wakil Walikota Bukan untuk Pencitraan

PROKAL.CO, SAMARINDA - Wakil Walikota Samarinda Barkati untuk pertama kalinya…

Senin, 19 Agustus 2019 11:08
Endapkan Wacana Pemindahan Pemkot

Sungai Siring dan Makroman Jadi Opsi Pusat Pemerintahan Samarinda

Hiruk-pikuk pemindahan ibu kota masih samar. Tapi, satu yang pasti,…

Senin, 19 Agustus 2019 11:06

SiLPA Bikin “Gemuk” APBD 2019

SAMARINDA–Tubuh APBD Samarinda 2019 dipastikan bertambah berkisar Rp 412 miliar.…

Senin, 19 Agustus 2019 11:05

Amarah si Jago Merah di Dua Lokasi

SAMARINDA–Sirene bersahutan di jalan. Truk pemadam kebakaran beradu cepat dengan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*