MANAGED BY:
KAMIS
22 AGUSTUS
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

MANCANEGARA

Senin, 15 April 2019 11:42
Kebingungan karena Brexit yang Kembali Tertunda
Pembuat Peta pun Hentikan Produksi
Perjalanan Inggris untuk keluar dari Uni Eropa (UE) masih serba-tidak pasti. Inggris diberi waktu tambahan enam bulan untuk menentukan ingin Brexit atau batal bercerai. Situasi yang bikin beberapa kalangan kebingungan.

PROKAL.CO, Perjalanan Inggris untuk keluar dari Uni Eropa (UE) masih serba-tidak pasti. Inggris diberi waktu tambahan enam bulan untuk menentukan ingin Brexit atau batal bercerai. Situasi yang bikin beberapa kalangan kebingungan.

 

MESIN cetak milik perusahaan AEDIS di Desa Lempdes, Clermont-Ferrand, Prancis, tak lagi bekerja keras seperti dulu. Barang itu tak lagi memuntahkan ratusan lembar peta perjalanan. Waktu istirahat. Hitung-hitung mesin dan pegawainya tak bekerja keras bagai kuda.

Ini bukan kisah industri kertas yang tergeser platform digital. Perusahaan dengan 12 pegawai di pabrik percetakan peta dan buku panduan itu bukan tertekan karena industri yang lesu. Rilisan mereka masih laku di rest area pada jalan-jalan tol sepanjang Eropa.

Mereka tertekan karena debat kusir yang terjadi 880 kilometer dari pabrik mereka. Lebih tepatnya perdebatan politik yang terjadi di Istana Westminster, London, kantor parlemen Inggris. ”Kami benar-benar hilang arah,” ujar Manajer AEDIS Henri Medori kepada Agence France Presse.

Sekilas, seharusnya Medori dan kawan-kawan bisa memilih peduli setan terhadap nasib negara tetangga mereka. Namun, nafkah mereka terkait erat dengan status Inggris di Uni Eropa. Kalau mereka keluar, peta Uni Eropa versi mereka harus diubah.

”Kami punya 10 buku yang berisi peta Eropa. Masalahnya jadi rumit,” ujarnya.

Pada 2016, ketika pemerintah Inggris kali pertama mengumumkan Brexit, perusahaannya jadi salah satu yang mencuri start. Dia langsung mencetak peta versi EU27. Angka 27 menunjukkan jumlah negara di Uni Eropa minus Inggris. Itu dilakukan karena banyak pembeli peta yang melayangkan protes.

”Mereka bilang, peta kita tidak akurat karena masih mencantumkan Inggris,” katanya.

Beberapa bulan kemudian, surat elektronik datang dan memprotes versi terbaru mereka. Menurut mereka, AEDIS sudah keterlaluan karena mencoret Inggris dari Uni Eropa. Sebab, saat itu Inggris masih punya perwakilan di parlemen UE. Solusi terakhir, mereka harus mencantumkan kolom yang menjelaskan Brexit di peta mereka.

”Selama satu setengah tahun, kami menyerah untuk menjual produk-produk ini,” ujar Medori. Tidak ada panduan khusus dari lembaga EU untuk mengatasi masalah tersebut.

Menjelang 29 Maret, mereka bersiap untuk menjual versi EU 27. Versi tersebut cukup laku dan terjual 6 ribu eksemplar di sepanjang Eropa. Namun, tenggat itu ditangguhkan sampai 12 April. Kemudian, datang penangguhan yang lebih panjang hingga 31 Oktober.

”Sekarang kami kira lebih baik menunggu sampai masalah Brexit jelas,” katanya.

Penundaan jangka panjang tersebut memang membuat nasib Inggris kembali abu-abu. Semua pilihan terbuka. Termasuk membatalkan keputusan bercerai. Opsi itu terus didorong Partai Buruh.

Opsi yang sama didorong oleh sebagian besar negara Uni Eropa. Mereka tahu bahwa keluarnya Inggris dari organisasi regional itu bukan hal yang bagus. Terutama nelayan-nelayan asing.

”Sebanyak 50 persen tangkapan nelayan Belanda datang dari perairan Inggris. Jadi, bagi kami, Brexit adalah tragedi,” ungkap nakhoda kapal nelayan Cor Vonk. (bil/c6/sof)


BACA JUGA

Rabu, 21 Agustus 2019 13:40

Balada Evelyn Hernandez yang Lolos dari Vonis 40 Tahun Penjara

Evelyn Hernandez bernapas lega. Dia dinyatakan bebas dan tak bersalah…

Rabu, 21 Agustus 2019 12:03

Seluruh Permintaan Boris Johnson Ditolak

LONDON – Nasib Perdana Menteri Inggris Boris Johnson hampir sama…

Rabu, 21 Agustus 2019 10:45

Pemerintah Hong Kong Coba Berdamai

Hadiah perdamaian ditawarkan kepada pengunjuk rasa; penyelidikan pelanggaran polisi selama…

Senin, 19 Agustus 2019 11:12

Pesta Pernikahan Berubah Petaka

KABUL–Seharusnya para tamu undangan dan kerabat di Kabul, Afganistan, ini…

Senin, 19 Agustus 2019 09:58

Mencari Solusi Krisis Pengungsi Rohingya

Pekan depan usaha repatriasi warga Rohingya dimulai. Pulang berarti berjudi…

Senin, 19 Agustus 2019 09:56

Rohingya, Entitas yang Dianggap Tak Pernah Ada

"Saya akan menjadi buron atau tidak eksis sama sekali." Kalimat…

Senin, 19 Agustus 2019 09:55

Denuklirisasi Kian Sulit, Jong-un Pantau Peluncuran Rudal

Niat Korea Selatan berbicara dengan tetangganya dinilai sebuah kelancangan. Korea…

Jumat, 16 Agustus 2019 10:04

Tiongkok Mulai Siagakan Tentara, Kirim Pasukan Dekati Hongkong

HONGKONG– Tiongkok berang. Mereka mengancam tak akan lagi tinggal diam…

Jumat, 16 Agustus 2019 10:02

Baku Tembak Lukai Enam Polisi

PHILADELPHIA– Warga daerah Nicetown-Tioga, Philadelphia, AS, baru saja melalui drama…

Jumat, 16 Agustus 2019 09:45

YAELLAA...Gali Kuburan Cuma untuk Dapat Seragam

”ISTIRAHAT” Martin Hikuku Alukoye terganggu. Gara-garanya soal seragam. Pria 31…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*