MANAGED BY:
RABU
21 AGUSTUS
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

CELOTEH

Minggu, 14 April 2019 11:28
Hujatan Jadi Pelajaran
Mellisa Thendra menjalani profesi perancang busana dengan sepenuh hati sejak 2015.

PROKAL.CO, BEGITU cinta dengan dunia menggambar sejak SMP, membuat Mellisa Thendra menjalani profesi perancang busana dengan sepenuh hati sejak 2015. Menyelami dunia karier yang sesuai dengan hobi adalah hal yang begitu disyukuri. Sebab, tidak semua orang berani melakukan hal serupa.

“Khususnya dalam bidang jasa seperti ini. Sebab, bisa saja dari hobi yang dijalankan, pendapatannya tidak menentu. Beda dengan pegawai yang selalu ada dalam satu bulan. Walhasil, dengan ketidakpastian seperti itu membuat sebagian orang mengurungkan kembali niat baiknya,” jelasnya.

Padahal, menjalani profesi yang sesuai dengan kegemaran merupakan hal menguntungkan. Sebab menurut Mellisa, hal itu pasti dijalani dengan enjoy. Tidak merasa jika sedang bekerja atau melakukuan pekerjaan dengan suasana hati terpaksa.

Terlebih untuk seorang perancang busana yang selalu dikejar deadline. Jika tidak dijalani dengan suasana hati senang, Mellisa memastikan akan sulit dijalani.

“Yang sudah hobi saja masih suka mengeluh, apalagi kalau jadi perancang busana dengan keadaan terpaksa. Wah enggak kebayang deh sulitnya bagaimana,” imbuh perempuan berambut pendek itu.

Terlepas dari pekerjaannya yang sesuai hobi dan selalu dijalani dengan sepenuh hati. Mellisa juga mengaku pernah melewati titik terendah ketika dirinya diremehkan atas kesalahan yang tidak diperbuat.

Pada 2015 saat memulai karier, dia mengalami hal tak mengenakkan. “Pada saat itu saya dihubungin sama calon pengantin secara tiba-tiba. Bukan itu yang buat saya kaget, tetapi permintaannya untuk dibuatkan gaun pengantin dalam waktu kurang dari enam hari. Padahal, normalnya satu minggu,” ujarnya sambil menepuk jidat.

Calon pengantin yang memohon-mohon membuat Mellisa iba dan menerima tawarannya. Dengan niat tulus, tidak ingin mengecewakan klien pada hari spesialnya. Membuat perempuan 24 tahun itu semangat menyelesaikan dalam waktu singkat.

“Akhirnya setelah saya setujui, klien memberi tahu bagaimana gaun impiannya. Dress dengan detail mermaid pada bagian bawah. Enggak hanya itu, klien ini juga belahan kerahnya itu sedikit lebih turun agar terlihat seksi. Akhirnya saya jalankan semua permintaan dalam waktu yang terbilang mustahil,” imbuhnya.

Mellisa merelakan waktu tidurnya demi menciptakan wedding dress impian klien. Hingga hari yang dijanjikan pun tiba, dengan bangga Mellisa menunjukkan gaun pengantin yang dia buat dalam waktu singkat. Namun, kenyataan tidak selalu sesuai dengan apa yang diharapkan.

“Tidak ada kata terima kasih, atau setidaknya memasang wajah tersanjung karena saya sudah menyelesaikan gaun itu dalam waktu tiga hari. Faktanya dia malah komplain karena katanya gaun ini terlalu seksi. Padahal, saya sudah membuat detail belahan sesuai yang dia inginkan,” jelasnya dengan wajah kesal.

Tidak hanya sampai di situ, Mellisa mendapat hinaan karena mematok harga yang menurut klien begitu mahal. Dan, berakhir dengan kata-kata tidak mengenakkan sebab dirinya dibanding-bandingkan oleh perancang busana lainnya.

“Perasaan? Jangan ditanya lagi deh, hancur banget. Saya patok harga Rp 700 ribu, karena mintanya mendadak. Malah dibandingkan dengan desainer lainnya. Bahkan perempuan ini bilang, kalau saya harus mencontoh gaun yang indah dengan harga yang murah seperti perancang busana lain,” ungkapnya kesal sambil meniru perkataan kliennya.

Tidak ingin memperpanjang urusan, akhirnya Mellisa memberi setengah harga yaitu Rp 300 ribu. “Bukan karena dibayar setengah harga. Tapi, sedih ketika saya sudah rela mengorbankan waktu istirahat demi menciptakan gaun impiannya. Namun, dibalas cemooh dan dibandingkan dengan desainer lain,” ujarnya kecewa.

Meski kesal, dia mengaku ikhlas. Bahkan kisah itu selalu ada di ingatannya. Bukan karena dendam, namun dijadikan pelajaran. Agar lain kali lebih bijak, dan tegas untuk tidak menerima pesanan dalam waktu singkat. (*/nul*/rdm2)

 


BACA JUGA

Senin, 19 Agustus 2019 10:19

Hidangan Hari Merdeka, Kwetiau Nusantara dan Nasi Merah Putih

Banyak cara yang dilakukan demi menyambut HUT RI. Kreativitas pun…

Senin, 19 Agustus 2019 10:18

Merah Menyala, Manisnya Kue Merdeka

DIBERI nama kue merdeka. Warnanya merah berpadu dengan buah yang…

Senin, 19 Agustus 2019 10:17

Hilangkan Dahaga dengan Es Bendera

INILAH dia minuman dengan konsep kemerdekaan lainnya, es bendera. Penyajiannya…

Senin, 19 Agustus 2019 10:14

Kenali Fear of Missing Out, Gelisah Berujung Depresi jika Tak Akses Media Sosial

Ponsel pintar telah menjadi kebutuhan. Semua informasi dapat diakses secara…

Senin, 19 Agustus 2019 10:12

Terlalu Asyik, Ingin Selalu Update

ARTANA Prihartanti mengaku mulai senang mengakses medsos sejak SMP. Saat…

Senin, 19 Agustus 2019 10:10

Ribuan Siswa Antusias Ikuti Manasik Haji

RIBUAN pelajar Sekolah Islam Terpadu Bunga Bangsa Islamic School Samarinda…

Senin, 19 Agustus 2019 10:08
Kembangkan Potensi Non-akademik

Ekstrakurikuler Sesuai Anjuran Nabi

Sekolah tidak melulu intrakurikuler, hanya duduk manis dan belajar di…

Senin, 19 Agustus 2019 10:06

Plus-Minus Alat Kontrasepsi, Tidak Berisiko, Sesuaikan Kebutuhan

Ada beberapa pasangan yang menunda kehamilan. Alasannya beragam, mulai pendidikan,…

Senin, 19 Agustus 2019 10:05

Bangun Keluarga Sejahtera dengan Melek Pentingnya Kontrasepsi

PERTUMBUHAN penduduk yang tidak terkendali bisa menjadi beban negara dalam…

Minggu, 11 Agustus 2019 22:07

Jangan Sepelekan Pisang, Ini Manfaat dan Kegunaannya

Selama ini buah pisang memang banyak diandalkan sebagai salah satu…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*