MANAGED BY:
KAMIS
20 FEBRUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

LIFESTYLE

Sabtu, 13 April 2019 21:03
Rasa Iri Ternyata Penyebab Anak Lakukan Bullying

PROKAL.CO, Semua orang pasti pernah merasakan iri pada orang lain. Kemudian, ada tipe orang yang meredamnya dan ada yang cenderung dikeluarkan dengan mengganggu orang lain.

Menurut psikolog, sifat iri ternyata merupakan faktor terbesar yang membuat orang melakukan tindakan bullying. Terutama, para perempuan yang memiliki potensi besar untuk cemburu apa yang dimiliki orang lain. Bisa karena fisik, populer, atau disukai oleh pria yang sudah lama diincar.

“Karena alasan utama nge-bully itu iri hati. Dia seneng melihat orang menderita karena itu tujuan utamanya. Jadi, kalau misalnya harapan kita bahwa anak ini bisa berempati akan susah, karena memang tujuannya bahwa korban itu sengsara,” kata Hanlie Muliani, M. PSi, Psikolog Anak, Remaja, dan Pendidikan, sekaligus penulis buku Why Children Bully?, ketika dihubungi JawaPos.com, baru-baru ini.

Kemungkinan lain, lanjut Hanlie, perundungan bisa disebabkan seorang anak atau remaja melihat kekerasan adalah sesuatu hal yang biasa. Sebab, mereka sudah terhipnosis dengan tontonan yang kurang mendidik, penggunaan media sosial yang kurang bijak, dan acara televisi yang menayangkan cerita tentang kekerasan.

Oleh sebab itu, Psikolog Klinis dan Hipnoterapis, Liza Marielly Djaprie menyarankan setiap orang tua perlu mendampingi dan mengajak diskusi anak agar mengetahui sampai mana pengetahuan mereka. Sehingga, orang tua bisa meluruskan pemikiran yang tidak benar.

“Orang tua perlu mendampingi karena analisa pemikiran anak atau remaja belum bekerja dengan baik dan benar. Bagian otak paling pesat adalah bagian yang mengatur emosi, sehingga remaja banyak gejolak emosi. Apa yang belum berkembang secara maksimal bagian daya analisa dan logika,” kata Liza Marielly Djaprie.

Menurutnya, bagian otak yang bekerja untuk analisa dan berpikir akan cukup matang ketika memasuki usia 19 tahun ke atas.

Lebih lanjut, Liza mengatakan hukuman bagi pelaku bullying tidaklah cukup mendidik. Ia pun menyarankan untuk dibina dengan memberi tambahan pekerjaan sosial, seperti terlibat membantu di panti jompo, kerja bakti, dan kegiatan sosial lainnya.

Selain itu, Liza mengungkapkan bahwa pelaku bisa didorong untuk melakukan kampanye dari kelas ke kelas tentang stop bullying agar mereka tahu bahwa hal tersebut tidak baik. (jpc)


BACA JUGA

Selasa, 18 Februari 2020 10:42

Mengenal Post Sex Blues, Perasaan Sedih setelah Bercinta

UMUMNYA, tiap kali selesai berhubungan seks akan membawa kebahagiaan bagi…

Selasa, 18 Februari 2020 10:41

Carpal Tunnel Syndrome, Tak Bisa Diprediksi, Pergi Lalu Datang Lagi

Hampir setiap orang mungkin menganggap kesemutan sebagai hal wajar. Bahkan…

Selasa, 18 Februari 2020 10:40

Jangan Anggap Sepele, Kesemutan Berujung Operasi

SERUPA tapi tak sama. Sindrom guyon adalah akibat dari saraf…

Selasa, 18 Februari 2020 10:37

Dulu Benci Kini Jatuh Hati, Koleksi 300 Reptil

Memiliki gecko ratusan ekor cukup membuktikan kecintaan Hansen Gunawan terhadap…

Selasa, 18 Februari 2020 10:35

Teliti Memandikan Sugar Glider

TAK cukup jatuh hati pada gecko, Hansen Gunawan kembali jatuh…

Selasa, 18 Februari 2020 10:33

Sup Buntut Bakar Kaya Rempah

Sajian menu boleh saja sama. Makin banyak orang familiar dan…

Selasa, 18 Februari 2020 10:32

Nasi Goreng Komplit dan Si Merah Romantis

Salah satu menu favorit di Swiss-Belhotel Balikpapan adalah nasi goreng…

Rabu, 12 Februari 2020 11:24

Organic Parenting, Kecerdasan Emosi Meningkat

KONTEN jadi hal utama yang harus diperhatikan orangtua. Di samping…

Rabu, 12 Februari 2020 11:24

Tertarik Profesi YouTuber hingga Selebgram

MUDAHNYA akses segala informasi jadi keuntungan bagi generasi Alpha. Hal…

Rabu, 12 Februari 2020 11:23

Generasi Alpha, Dekat dengan Digital, Lebih Kreatif

Anak-anak yang lahir dan dekat dengan teknologi masa kini dikenal…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers