MANAGED BY:
RABU
15 JULI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

SELISIK/LAPSUS

Kamis, 11 April 2019 11:27
Kebanyakan Main Gim, Waspada Anak Jadi Anti-Sosial
ilustrasi

PROKAL.CO,

PERKEMBANGAN teknologi membuat permainan tradisional tenggelam. Semakin banyak anak-anak yang tenggelam dengan gim dunia maya dan meninggalkan permainan lapangan yang mengandalkan olah gerak tubuh. Celakanya, gim dunia maya menimbulkan masalah serius, yaitu kecanduan. Dampak lanjutannya anak bisa jadi anti-sosial. Demikian dikatakan akademisi bidang sosiatri asal Universitas Mulawarman (Unmul) Samarinda Sri Murlianti.

Sri menyebut, anak juga akan sulit bergaul dengan lingkungan luar serta mengalami hambatan bersosialisasi dengan teman-teman sebayanya. Ancaman yang paling ditakutkan adalah prestasi ikut-ikutan menurun. Anak-anak yang kecanduan gim menganggap fitur-fitur dalam gim daring jauh lebih menarik dibandingkan pelajaran sekolah. “Itulah mengapa orangtua juga harus memahami hal tersebut. Untuk mengantisipasi dampak negatif yang berlebihan,” ujarnya.

Bahkan saat ini, lanjut dia, sudah mulai bermunculan gejala anak-anak terlambat tumbuh kembangnya. Itu terindikasi karena terlalu sering dibiarkan bermain gim ketimbang bersosialisasi secara natural dengan teman-teman sebaya.

Sementara itu, yang berkaitan dengan sekolah, merupakan tantangan bagi para guru untuk mengembangkan model bahan-bahan pelajaran yang lebih kekinian. Termasuk memanfaatkan aplikasi-aplikasi komputer untuk pengajaran, agar anak-anak lebih menggunakan ponsel atau gadget.

“Saya juga tak bisa menahan anak-anak saya tidak main game online, saya akan kelihatan sangat kejam jika kita melarang anak sementara jutaan anak di dunia ini sudah memainkannya. Jalan tengahnya kalau saya membuat kesepakatan,” kata Murlianti.

Dia melanjutkan, kesepakatan tersebut harus konsisten dilakukan agar anak belajar disiplin. Ya, sehari-harinya, buah hatinya hanya boleh menyentuh gawai dan bermain gim selama sejam, setelah bangun tidur siang. “Itu untuk hari sekolah, jika minggu mereka dapat jatah bebas gunakan gawai tapi tetap dalam pengawasan. “Itu kompromi saya dengan anak-anak,” tambahnya.

Halaman:

BACA JUGA

Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers