MANAGED BY:
MINGGU
22 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

UTAMA

Kamis, 04 April 2019 09:51
Meski Harga Tiket Pesawat Gila-Gilaan, Tetap Pakai Pesawat

Tak Berpengaruh bagi Pebisnis di Kaltim

Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan. Meskipun harga tiket mahal, mau tak mau pebisnis tetap melakukan perjalanan menggunakan pesawat.

PROKAL.CO, BALIKPAPAN – Mahalnya harga tiket penerbangan berdampak terhadap kunjungan wisatawan ke Benua Etam. Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies (Asita) Kaltim mencatat, sejak melambungnya tiket pesawat, banyak turis domestik yang memilih tak mengambil berlibur ke lokasi tur yang ditawarkan.

“Meski hari libur pun, mereka lebih memilih stay karena harga tiket (pesawat) yang mahal,” kata Ketua 1 Asita Kaltim Ilsa Sopamena, kemarin (3/4). Di Samarinda, Asita Kaltim yang sejak awal banyak menawarkan paket tur menyusuri Sungai Mahakam menyebut kunjungan wisatawan dari luar Kaltim lebih banyak berkurang. Sementara untuk wisatawan lokal cenderung aman. Karena tak dibebankan pada tiket pesawat. Kondisi yang sama berlaku pada paket tur ke Pulau Derawan. “Berkurangnya 50 persen,” sebut Ilsa.

Ini juga berdampak pada melambungnya harga paket tur yang ditawarkan ke wisatawan. Mengikuti fluktuasi harga tiket pesawat, biasanya kenaikan berkisar 20 persen. Namun ini ini hanya berlaku pada paket yang ditawarkan ke wisatawan yang bepergian menggunakan pesawat. “Makanya sejak awal kami lebih banyak mengincar promosi dari maskapai. Jadi bisa sedikit meringankan beban tiket pelanggan kami,” ucapnya.

Namun bagi kalangan pebisnis, naiknya harga tiket penerbangan ini tidak terlalu berpengaruh signifikan. Ilsa melihat kondisinya di Kaltim cenderung stabil. Karena mau bagaimana pun mahalnya biaya penerbangan, perjalanan harus tetap dijalankan demi kelancaran bisnis. “Pebisnis ini kan tidak melihat mahal tidaknya tiket ya. Ini yang juga terjadi pada kunjungan wisatawan dari luar negeri,” ujar Ilsa.

Meski begitu Asita Kaltim tetap melihat perkembangan. Karena kabar terakhir harga tiket di sejumlah penerbangan domestik mengalami penurunan. Namun diakui Ilsa nominalnya tak akan seperti pada 2018 lalu. Apalagi dengan adanya regulasi baru soal batas bawah harga tiket yang justru dinaikkan. “Ya semoga ada langkah dari pemerintah. Kami pun yang di daerah belum bisa bersikap. Karena menunggu perkembangannya di pusat,” ujarnya.

Diketahui, polemik mahalnya harga tiket pesawat disikapi pemerintah melalui Kementerian Perhubungan merilis dua peraturan baru. Yakni Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) Nomor 20 Tahun 2019 tentang Tata Cara dan Formulasi Perhitungan Tarif Batas Atas Penumpang Pelayanan Kelas Ekonomi Angkutan Udara Niaga Berjadwal Dalam Negeri.

Lalu Menteri Perhubungan Budi Karya juga mengeluarkan Keputusan Menteri Nomor 72 Tahun 2019 tentang Tarif Batas Atas Penumpang Pelayanan Kelas Ekonomi Angkutan Udara Niaga Berjadwal Dalam Negeri. Regulasi baru ini berisi aturan main baru untuk penentuan tarif tiket penerbangan domestik yang berlaku sejak 1 April 2019 lalu.

“Seharusnya bulan ini sudah jalan. Kami lihat nanti. Kami juga terus melakukan monitoring. Kondisi tiket mahal ini memberikan dampak yang luas. Solusi ini semoga jalan keluar yang terbaik,” kata Kepala Otoritas Bandara Wilayah VII Kalimantan Alezander Rita.

Namun dua aturan ini dianggap tak menyelesaikan masalah. Harga tiket pesawat dianggap masih mahal dan memberatkan konsumen khususnya kelas menengah, sektor pariwisata dan UMKM. Apalagi poin penting dari kedua aturan tersebut adalah mengubah tarif batas bawah tiket pesawat dari semula sebesar 30 persen dari tarif batas atas menjadi 35 persen. “Ini kan perhitungan abal-abal,” kata pengamat ekonomi dari Universitas Mulawarman (Unmul), Samarinda Aji Sofyan Effendi.

Menurut Aji, seharusnya pemerintah fokus pada perubahan tarif batas atas. Yang ditengarai menjadi alasan maskapai menaikkan harga tiket pesawat. Terutama pada fix session yang disebutnya tidak mungkin mendapatkan harga tiket pesawat yang murah. Selain itu pemerintah bisa melakukan intervensi dengan melakukan subsidi sementara di masa kenaikan harga dollar yang berdampak pada naiknya BBM. “Avtur ini ‘kan termasuk komponen utama mahalnya harga tiket. Jadi pemerintah bisa hadir dalam jangka pendek. Jadi bisa dimainkan tarif terendah,” ungkap Aji.

Sementara itu Koordinator Yayasan Perlindungan Konsumen Nusantara (YPKN) Kaltim Piatur Pangaribuan juga menganggap kebijakan ini tak akan memengaruhi harga tiket yang disebutnya “mahal meledak-ledak”. Pemerintah seharusnya mengunci harga atas yang saat ini dimainkan perusahaan maskapai untuk menentukan harga tiket pesawat. “Disesuaikan dengan kemampuan masyarakat,” ucap rektor Universitas Balikpapan (Uniba) itu.

Pengamatan media ini di aplikasi penjualan tiket secara daring kemarin, untuk penerbangan termurah di kelas ekonomi saja tiket dijual dengan harga Rp 1.165.000. Dengan tujuan Balikpapan-Jakarta. Dari April hingga Mei harga tersebut tidak mengalami perubahan signifikan. Hingga menjelang Idulfitri, harga melonjak hingga yang paling murah dijual Rp 1.783.000.

Sementara untuk penerbangan Samarinda-Jakarta lebih mahal lagi. Yakni harga tiket termurah dijual di angka Rp 1.563.000. Sedangkan jelang Idulfitri termurah dijual Rp 1.889.000.

UNTUNGKAN DAERAH

Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) dinilai menguntungkan oleh Kementerian Pariwisata (Kemenpar) dalam mendatangkan wisatawan. Manfaat tersebut sejalan dengan meningkatnya ekonomi bagi wilayah yang terdapat KEK. Untuk itu beberapa wilayah akan dikembangkan menjadi KEK. 

Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya mencontohkan dua KEK yang berada di Jawa Barat (Jabar) akan efektif meningkatkan pertumbuhan ekonomi bagi provinsi tersebut. Keberadaan KEK Sukabumi (Cikidang) dan Pangandaran dinilai mampu memberikan dampak signifikan bagi perkembangan pariwisata.

“Pembanguanan direncanakan tahun ini. Anggaran yang dibutuhkan Rp 8 triliun,” ucapnya. Menurutnya, Pangandaran akan dikhususkan menjadi wisata bahari. Sedangkan KEK Cikidang dibuat identik dengan agrowisata. 

Arief berharap, keberadaan KEK Pariwisata dianggap mampu mengembangkan potensi destinasi lebih lanjut. “Core economy bangsa Indonesia adalah pariwisata yang sudah terbukti. Sektor pariwisata sudah diformat sebagai prioritas nasional, selain infrastruktur, energi, pangan dan maritim,” ujar Arief.

Selain dua KEK tersebut, ada pula Tanjung Lesung. KEK Tanjung Lesung ditargetkan mampu menarik 1 juta wisatawan mancanegara (wisman) atau setara dengan US$ 1 milyar. “Dari awal sudah dideklarasikan 1 juta wisman atau US$ 1 milyar,” ucapnya. Namun untuk mencapai hal tersebut aksesibilitas harus dibangun. Salah satunya dengan tol dan bandara. 

Malang Raya yang mencakup Kabupaten Malang, Lumajang, Kediri, dan sekitarnya di Jawa Timur pun didorong untuk menjadi destinasi wisata kelas dunia. demi mendukung lebih banyak terwujud destinasi alternatif selain Bali.

Malang Raya didukung oleh  kawasan wisata yang dianggap kelas dunia yakni kawasan wisata Taman Nasional  Bromo-Tengger-Semeru (BTS) dikelola oleh Badan Otoritas Pariwisata (BOP) BTS dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata di Singosari di Kabupateh Malang. Targetnya pun sama, akan mendapat kunjungan 1 juta wisatawan. 

Untuk akses, tempat tersebut didukung Bandara internasional Juanda di Sidoarjo. Selain itu direncanakan pembangunan di bandara di Kediri dan Bandara Abdul Rahman Soleh di Pakis Malang.

Sebelumnya, Arief Yahya saat berkunjung ke Samarinda, Sabtu pekan lalu menyebut, Kepulauan Derawan di Berau layak diusulkan menjadi KEK. Terlebih di sekitarnya juga terdapat pulau-pulau yang kerap menjadi tujuan wisata. Dengan begitu diharapkan bisa menyumbangkan pendapatan daerah setempat. (rdh/rom) 

 


BACA JUGA

Sabtu, 21 September 2019 11:40

Ketika Ribuan Mahasiswa Menyuarakan Penolakan RUU KUHP dan UU KPK

Keprihatinan yang sama terhadap isu RUU KUHP dan UU KPK…

Sabtu, 21 September 2019 11:28

Jalan Ibu Kota Negara Dibagi Lima Zona

Ada banyak alasan mengapa kereta dipilih dibanding moda transportasi lain.…

Sabtu, 21 September 2019 11:27

Ancam Kebebasan Berekspresi, Banyak Masalah di RKUHP

BALIKPAPAN- Rancangan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (RKUHP) masih menjadi sorotan.…

Sabtu, 21 September 2019 11:26
RUU KUHP Hanya Ditunda, Bukan Dibatalkan

Jokowi Minta 14 Pasal RUU KUHP Dikaji Ulang

JAKARTA– Makin tingginya gelombang penolakan pada Rancangan Undang-Undang Kitab Undang-Undang…

Jumat, 20 September 2019 12:13

Walhi Yakin Korporasi Terlibat Karhutla

SAMARINDA–Dugaan lahan dibakar untuk kepentingan perkebunan menguat. Kebun sawit diindikasikan…

Jumat, 20 September 2019 11:39

Pembangunan Jalan Perbatasan Kaltim-Kaltara Sudah Tembus..!! Tapi...

BALIKPAPAN- Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) secara bertahap…

Jumat, 20 September 2019 11:11

YESSS..!! Transportasi IKN: Kereta Tanpa Awak dan Rel

Semenjak penetapan ibu kota negara (IKN) di Kaltim, kementerian satu…

Jumat, 20 September 2019 11:10

Beri Tenggat hingga Akhir Bulan

BALIKPAPAN–Rencana pemindahan ibu kota negara (IKN) ke Kaltim tampaknya hanya…

Jumat, 20 September 2019 11:09

19 Hari, 36 Kasus Karhutla di PPU

KEBAKARAN hutan dan lahan (karhutla) masih mengancam Kabupaten Penajam Paser…

Jumat, 20 September 2019 10:49

Pedagang Sex Toys Ditangkap, Padahal Lagi Laris-larisnya Dibeli Pria dan Perempuan Paruh Baya

BALIKPAPAN – Melakoni pekerjaan sebagai pedagang sex toys alias alat…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*