MANAGED BY:
SENIN
26 AGUSTUS
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

FEATURE

Rabu, 03 April 2019 12:19
Ribuan Anak Yaman Angkat Senjata di Garda Depan
Dijanjikan Uang dan Pekerjaan, tapi Disuruh Perang
Tentara anak anak yang berasal dari Houthi.

PROKAL.CO, Anak-anak di Yaman tidak hanya harus tumbuh dengan melihat pemandangan peperangan. Sebagian di antara mereka juga terjun langsung di dalamnya. Mereka ditipu, dijual, dan dipaksa untuk angkat senjata.

 

ALI Hameed memandang foto putranya, Mohammad. Tatapan matanya penuh kerinduan. Oktober tahun lalu Mohammad meninggalkan rumah mereka di selatan Kota Taiz, Yaman. Remaja 15 tahun tersebut pergi ke Al Buqa'. Dia direkrut menjadi salah seorang prajurit pasukan koalisi pimpinan Arab Saudi dan Uni Emirat Arab (UEA). Sejak itu, Mohammad tak pernah pulang atau memberi kabar.

’’Ibunya merasa hancur. Dia sudah menyerah. Saya harap dia menelepon dan memberi tahu kami bahwa dirinya baik-baik saja. Hanya itu yang kami inginkan,’’ ujarnya.

Ali ingin tahu apakah putra kesayangannya tersebut masih bernyawa ataukah sudah tiada. Sayang, tak ada yang bisa memberinya informasi. Tempat bertanya pun tiada. Yang bisa dilakukan Ali saat ini hanyalah berdoa. Semoga ada keajaiban. Mohammad bisa kembali pulang.

Nasib hampir sama dialami Ahmad Al Naqib. Dia juga berangkat dengan rombongan yang berbeda. Menurut dia, di Al Buqa' terdapat kamp untuk melatih anak-anak yang berperang untuk pasukan koalisi. Ahmad mau pergi karena dijanjikan pekerjaan dan uang yang lumayan banyak. Bukan untuk angkat senjata.

’’Kami diberi tahu akan bekerja di dapur dan digaji SAR 3.000 (Rp 11,37 juta). Kami percaya dan masuk ke dalam bus,’’ terang Ahmad saat diwawancarai Al Jazeera akhir tahun lalu.

Bagi penduduk Yaman yang mayoritas hidup di bawah garis kemiskinan, tawaran itu luar biasa menggiurkan. Kelompok yang merekrut biasanya beroperasi di wilayah-wilayah miskin.

Anak-anak tersebut lantas diangkut bus dan diserahkan kepada kelompok perdagangan manusia di wilayah perbatasan Yaman-Saudi. Setelah itu, mereka diserahkan kepada penyelundup lain yang lebih besar di Al Wade'a. Mereka dibuatkan kartu identitas agar bisa menyeberang ke Saudi dan dimasukkan ke kamp militer.

Ahmad tak mau bertempur. Dia berhasil melarikan diri dari kamp akhir tahun lalu. Tapi, malang tak bisa ditolak. Januari lalu dia meninggal dengan kepala tertembus peluru di dekat rumahnya.

Salah seorang perekrut prajurit anak yang diwawancarai Al Jazeera mengungkapkan bahwa apa yang dilakukannya sudah biasa. Ada banyak prajurit anak di Yaman. Bagi mereka, anak-anak itu tidak penting. Yang paling penting adalah apakah mereka bisa membawa senjata dan jadi prajurit yang baik.

Berdasar paparan PBB, dua per tiga prajurit anak-anak direkrut Houthi. Selanjutnya, sisanya yang sepertiga berada di bawah naungan pasukan koalisi. Sementara itu, UNICEF mengungkapkan bahwa lebih dari 2.700 anak di Yaman telah menjadi prajurit anak. Jumlah tersebut diperkirakan hanya di pucuk gunung es. (sha/c22/dos)


BACA JUGA

Rabu, 21 Agustus 2019 22:00

40 Tahun Rumah Sakit Mount Elizabeth dalam Pelayanan dan Kemitraan

Rumah Sakit Mount Elizabeth pada 2019 ini memperingati 40 tahun…

Jumat, 16 Agustus 2019 10:19

Penelitian Akar Bajakah yang Viral sebagai Obat Antikanker

Doktor Eko sempat kaget. Tumbuhan yang pernah ia uji di…

Jumat, 16 Agustus 2019 10:07

Begini Suasana Saat Anak Donald Trump Tinjau Langsung Proyek di Tanah Lot

Presiden AS Donald Trump terlibat dalam proyek prestisius di Kawasan…

Jumat, 16 Agustus 2019 09:28

Begini Cara Gus Mus Menghormati Para Guru

USIANYA sudah 86 tahun. Sudah hampir tiga dekade silam dia…

Selasa, 13 Agustus 2019 12:34
Dari Kasus Bule Cebok di Pancoran Pura Beji Monkey Forest Ubud

Warga Siapkan Upacara Guru Piduka, Pasangan Bule Ceko Diminta Hadir

Untuk kesekian kalinya, tempat suci menjadi sasaran pelecehan. Kali ini,…

Selasa, 13 Agustus 2019 10:37
Menjaga Kelawasan Sekaligus Menambah Penghasilan

Kampung Kayutangan, Kampung Heritage Tujuan Wisata

Jika Seoul punya Bukchon Hanok Village, Malang punya Kampung Kayutangan.…

Sabtu, 10 Agustus 2019 14:39

Syanaz Nadya Winanto Putri, Petik Hikmah dari Tertahannya Tas-Tas Produknya di Bandara Rusia

Tas-tas produk Syanaz Nadya Winanto Putri dituding petugas bandara Rusia…

Jumat, 09 Agustus 2019 09:07

Ini Dia, Pasangan Pengembang Software Pertanian Tania

Di tangan pasangan suami istri ini, bertani menjadi semakin optimal…

Senin, 05 Agustus 2019 09:26

Dua Putri Dayak Raih Emas di Korsel berkat Obat Penyembuh Kanker Payudara

Jangan remehkan alam. Sebab, alam menyediakan bermacam obat untuk berbagai…

Jumat, 02 Agustus 2019 10:52

Cerita Anggota Komunitas Difabel DC2

Tak mudah menjadi penyandang disabilitas di negeri ini. Keterbatasan fisik,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*