MANAGED BY:
SELASA
20 AGUSTUS
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

CELOTEH

Minggu, 31 Maret 2019 12:48
Sigap Deteksi Stunting agar Cepat Ditangani
KONSULTASI: Bagi Anda yang belum paham mengenai gizi serta tumbuh kembang anak, Ade menyarankan untuk tidak malas konsultasi ke dokter. Sebab, dokter akan bantu mengawasi pertumbuhan sang anak.

PROKAL.CO, ISU kesehatan gizi, stunting adalah masalah kurang gizi kronis yang disebabkan kurangnya asupan gizi dalam waktu cukup lama. Sehingga mengakibatkan gangguan pertumbuhan pada anak yakni tinggi badan anak lebih rendah atau pendek (kerdil) dari standar usianya.

Ade D Raihani selaku ahli gizi membeberkan. Bahwa, balita pendek atau stunting dapat diketahui bila seorang balita sudah diukur panjang atau tinggi badannya, dan hasilnya di bawah batas standar atau tidak normal.

Balita pendek adalah balita dengan status gizi yang berdasarkan panjang atau tinggi badan menurut umurnya. Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, masalah balita pendek mampu menggambarkan adanya masalah gizi kronis. Hal itu terjadi akibat kondisi calon ibu selama mengandung, hingga masa bayi atau balita. Termasuk juga penyakit yang diderita sesaat setelah dilahirkan.

Namun, untuk para ibu tak perlu khawatir. Ade membeberkan bahwa upaya yang harus dilakukan untuk mengantisipasi sang buah hati terkena stunting adalah pemantauan status tinggi dan berat badan anak secara rutin. Anak yang berusia di bawah dua tahun bisa diukur tinggi badannya dalam posisi tidur sedangkan anak-anak di atas dua tahun bisa diukur dalam keadaan berdiri.

"Usai melahirkan, para orangtua akan diberikan buku kesehatan ibu dan anak (KIA). Jika Anda rutin membawa anak ke puskesmas, pihak medis akan mencatat perkembangan sang anak berjalan normal atau sebaliknya. Kalau tinggi badan anak di bawah standar, pasti akan diperingatkan oleh pihak medis,” jelasnya.

Karena itu, Ade mengimbau kepada orangtua muda yang belum paham tentang gizi dan tumbuh kembang anak, jangan malu dan malas ke puskesmas. Sebab, nasib tumbuh kembang anak berada di tangan Anda.

Tak hanya rutin melakukan pemeriksaan, jika tidak ada kendala, sang ibu juga wajib memberi ASI eksklusif hingga enam bulan. Kalau memungkinkan, akan lebih baik pemberian ASI terus dilanjutkan hingga anak dua tahun.

Selain ASI eksklusif, sang ibu wajib memberikan makanan pendamping ASI (MPASI). Hal ini untuk melengkapi kebutuhan nutrisi, serta kesiapan organ bayi menerima makanan tambahan.

“MPASI boleh dimulai saat anak sudah lulus dari ASI eksklusif, tepatnya saat enam bulan. Boleh diberi pisang, pepaya, kentang, bubur susu, bubur saring atau nasi yang dihaluskan. Setelah 1 tahun lebih, barulah anak boleh diberi nasi dengan lauknya seperti, tahu, tempe, telur, ikan, atau daging yang sudah dicincang,” imbuh perempuan 25 tahun itu.

Hal-hal yang baru dijelaskan merupakan upaya setelah melahirkan. Tak ketinggalan, Ade membeberkan tips antisipasi bagi Anda yang tengah mengandung. Yakni menambah kebutuhan kalori setiap trimester.

“Slogan kami bukan lagi 4 sehat 5 sempurna. Tapi, gizi yang seimbang. Oleh karena itu, beda kondisi, beda pula kebutuhan makanannya. Khususnya untuk ibu hamil, yang setiap trimester wajib menambah porsi makan 100 kalori. Sederhananya, trimesterpertama 100, kedua 200, dan ketiga 300 kalori,” lanjutnya.

Hal itu wajib dilakukan, apalagi jika sang ibu memiliki riwayat stunting juga. Meskipermasalahan gizi bukan tipe penyakit yang bisa menurun, perbaikan gizi dan kesehatan ibu hamil menjadi cara terbaik dalam mengatasi stunting.

Ade mengimbau kepada seluruh orangtua untuk sigap memperbaiki gizi anak ketika didiagnosis menderita stunting. Sebab, upaya untuk memperbaiki akan percuma jika usia anak sudah melewati batas remaja. Pertumbuhan anak akan selesai, dan dampak stunting akan terus berkembang saat usia dewasa. (*/nul*/rdm2/k16)

 


BACA JUGA

Senin, 19 Agustus 2019 10:19

Hidangan Hari Merdeka, Kwetiau Nusantara dan Nasi Merah Putih

Banyak cara yang dilakukan demi menyambut HUT RI. Kreativitas pun…

Senin, 19 Agustus 2019 10:18

Merah Menyala, Manisnya Kue Merdeka

DIBERI nama kue merdeka. Warnanya merah berpadu dengan buah yang…

Senin, 19 Agustus 2019 10:17

Hilangkan Dahaga dengan Es Bendera

INILAH dia minuman dengan konsep kemerdekaan lainnya, es bendera. Penyajiannya…

Senin, 19 Agustus 2019 10:14

Kenali Fear of Missing Out, Gelisah Berujung Depresi jika Tak Akses Media Sosial

Ponsel pintar telah menjadi kebutuhan. Semua informasi dapat diakses secara…

Senin, 19 Agustus 2019 10:12

Terlalu Asyik, Ingin Selalu Update

ARTANA Prihartanti mengaku mulai senang mengakses medsos sejak SMP. Saat…

Senin, 19 Agustus 2019 10:10

Ribuan Siswa Antusias Ikuti Manasik Haji

RIBUAN pelajar Sekolah Islam Terpadu Bunga Bangsa Islamic School Samarinda…

Senin, 19 Agustus 2019 10:08
Kembangkan Potensi Non-akademik

Ekstrakurikuler Sesuai Anjuran Nabi

Sekolah tidak melulu intrakurikuler, hanya duduk manis dan belajar di…

Senin, 19 Agustus 2019 10:06

Plus-Minus Alat Kontrasepsi, Tidak Berisiko, Sesuaikan Kebutuhan

Ada beberapa pasangan yang menunda kehamilan. Alasannya beragam, mulai pendidikan,…

Senin, 19 Agustus 2019 10:05

Bangun Keluarga Sejahtera dengan Melek Pentingnya Kontrasepsi

PERTUMBUHAN penduduk yang tidak terkendali bisa menjadi beban negara dalam…

Minggu, 11 Agustus 2019 22:07

Jangan Sepelekan Pisang, Ini Manfaat dan Kegunaannya

Selama ini buah pisang memang banyak diandalkan sebagai salah satu…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*