MANAGED BY:
RABU
21 AGUSTUS
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

UTAMA

Kamis, 28 Maret 2019 10:52
Pemerintah “Paksa” Maskapai Turunkan Tarif

Izin AKR Segera Diberikan

Suasana Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan yang sepi dalam beberapa bulan terakhir.

PROKAL.CO, JAKARTA – Meskipun harga Avtur sudah diturunkan, nyatanya harga tiket pesawat masih banyak dikeluhkan mahal. Menko Perekonomian Luhut Binsar Pandjaitan “meminta” semua maskapai penerbangan, terutama Garuda Indonesia untuk segera menurunkan harga.

Sebelumnya, beredar dokumen notulensi rapat antara pihak pemerintah yang diwakili Menko Maritim dan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Perhimpunan Hotel dan Restauran Indonesia (PHRI), beberapa maskapai penerbangan dan agen travel online (OTA).

Dalam Notulensi tersebut, harga avtur yang masih mahal dikeluhkan telah berdampak pada pengurangan okupansi hotel, dunia pariwisata, serta mahalnya ongkos logistik. Luhut telah meminta pada maskapai Garuda Indonesia untuk segera menurunkan harga tiket. Permintaan tersebut tertulis bersifat perintah.

Dalam notulensi tersebut juga tertulis bahwa Luhut telah menghubungi beberapa pihak agar Perusahaan penyedia BBM PT AKR Coorporindo untuk segera mendapatkan izin untuk masuk dan beroperasi di Bandara. Bahkan tertulis juga bahwa sejak tanggal 1 April, AKR harus sudah aktif menjadi kompetitor pertamina di berbagai Bandara.

Luhut hanya senyum-senyum saat dicecar pertanyaan mengenai kebenaran notulensi rapat tersebut selepas menerima penghargaan sebagai tokoh yang berjasa mengembangkan Industri Kelapa Sawit di Midplaza, Jakarta kemarin (28/3).

“Hasil rapatnya bagus. Nanti mereka akan melakukan Adjusmet disana sini sesuai dengan perhitungan (bisnis,Red) perusahaan mereka masing-masing,” kata Luhut saat ditanya hasil rapat dengan PHRI,Maskapai, dan Travel Agent beberapa hari sebelumnya.

Hanya saja, Luhut menolak menyebutkan beberapa detail. Beredar informasi bahwa maskapai di beri waktu seminggu untuk menurunkan harga. “Nggak seminggu, saya nggak bilang gitu. Saya bilang coba lah dilihat suasana market (Penerbanga,Red) sekarang gimana, kan harga minyak (avtur,Red) sudah diturunkan,” katanya.

Bahkan, kata Luhut berbagai insentif sudah diberikan oleh pemerintah seperti pengurangan pajak bagi maskapai. Tidak disebut sektor pajak mana yang bakal dikurangi.

Luhut juga membenarkan bahwa pihaknya berusaha mempercepat izin AKR beroperasi di bandara. Pemerintah disebutnya telah menugaskan pada Kementerian ESDM untuk memberi izin pada AKR untuk berjualan di bandara. Namun, ia menolak untuk mengkonfirmasi secara spesifik tanggal 1 April sebagai masa ijin AKR. “Mereka minta tanggal berapa, tapi saya bilang nggak usah lah lama-lama,” ujarnya.   

Sejauh ini, kata Luhut belum ada opsi perusahaan BBM lain yang akan diberi ruang.  Luhut meminta semua pihak bersabar untuk menanti kabar selanjutnya. Maskapai disebutnya akan mengadakan rapat dalam beberapa hari kedepan dengan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi untuk menentukan penyesuaian apa saja yang bisa dilakukan untuk menurunkan harga.

Ditanya soal “perintah” itu, Luhut juga enggan memaparkan detail. “Ya intinya saya bilang saya juga ngerti uang. Jangan lah kau (maskapai,Red) bikin sampe gede-gede (mahal,Red)” ujarnya.

Sementara itu, menanggapi mengenai arahan pemerintah pada maskapai untuk menurunkan harga tiket per April 2019, Ketua Penerbangan Berjadwal Indonesia National Air Carrier Association (INACA) Bayu Sutanto menyebutkan bahwa hal tersebut akan dikembalikan lagi pada keputusan maskapai anggotanya.

"Tergantung maskapai masing-masing lah. Kan mereka punya dewan komisioner selain juga manajemen yang akan memutuskan. Harga naik atau turun kan masalah keputusan bisnis atau business call," ujar Bayu pada Jawa Pos kemarin (27/3).

Dikonfirmasikan hal tersebut pada salah satu maskapai yakni Lion Air, Corporate Communications Strategic of Lion Air Danang M. Prihantoro hanya menegaskan bahwa pihaknya akan bersikap kooperatif terhadap himbauan pemerintah.

"Lion Air Group akan menjalankan dan melaksanakan aturan dan kebijakan dari regulator dalam hal ini Kementerian Perhubungan untuk keuntungan bersama serta kepentingan semua pihak," jawab Danang singkat. Namun sayangnya, dia enggan menjawab pertanyaan tentang bagaimana skema adjusment yang akan dilakukan Lion Air mengenai himbauan penurunan tarif tiket pesawat. (tau/agf)


BACA JUGA

Rabu, 21 Agustus 2019 09:28

Kembalikan Kejayaan Lada Kaltim

SAMARINDA- Perkebunan selalu disebut-sebut menjadi pengganti pertambangan yang saat ini…

Rabu, 21 Agustus 2019 09:27

Kinerja PAD Meningkat, Belanja Malah Turun

SAMARINDA- Realisasi pendapatan daerah pada triwulan II 2019, baik secara…

Selasa, 20 Agustus 2019 13:16

Ragam Cerita Para WNI di Tengah Demonstrasi Hongkong

Ada yang tetap buka restoran saat demo besar. Ada yang…

Selasa, 20 Agustus 2019 11:56

Di Kaltim, Banyak Kok..Pengganti Tahura Bukit Soeharto

Teluk dipilih karena kondisi lautnya yang lebih tenang. Memudahkan untuk…

Selasa, 20 Agustus 2019 11:52

Selesaikan Masalah, Tiga Gubernur Disarankan Bentuk Tim

JAKARTA–Kerusuhan di Sorong, Papua Barat, merambat ke Bandara Internasional Domine…

Selasa, 20 Agustus 2019 11:51

Ribuan Gadis Korban Perang Sipil Myanmar Dijual ke Tiongkok

Kemiskinan memaksa perempuan-perempuan di Myanmar untuk mencari pekerjaan setelah lulus…

Selasa, 20 Agustus 2019 11:42
Sarkowi dan Rusman Bicara Ibu Kota (2-Habis)

Jangan Tiru Jakarta

CATATAN Syafril Teha Noer   JADILAH ibu kota. Belajarlah dengan…

Selasa, 20 Agustus 2019 11:41

Investigasi Pertamina Wajib Transparan

BALIKPAPAN-Kasus kebakaran di Teluk Balikpapan akibat putusnya pipa minyak Pertamina…

Senin, 19 Agustus 2019 20:13

Panglima TNI Pastikan Kondisi Manokwari Sudah Terkendali

 Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto terus memantau kondisi di Manokwari,…

Senin, 19 Agustus 2019 19:18

Gubernur Papua Barat Sebut Wawali Kota Malang Pemicu Kerusuhan

Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan menilai pernyataan Wakil Wali Kota…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*