MANAGED BY:
KAMIS
22 AGUSTUS
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Kamis, 28 Maret 2019 09:31
Bisnis Mal Naik, Tapi Tenant Nasional Belum Lirik Kaltim
Salah mal di Kaltim. Bisnis mal di Bumi Etam masih belum menarik di mata investor. Ini terlihat dari sulitnya tenant nasional diajak masuk ke Kaltim. Dampak anjloknya bisnis batu bara beberapa tahun lalu disebut menjadi masalah utamanya.

PROKAL.CO, SAMARINDA - Bisnis mal di Bumi Etam masih belum menarik di mata investor. Ini terlihat dari sulitnya tenant nasional diajak masuk ke Kaltim. Dampak anjloknya bisnis batu bara beberapa tahun lalu disebut menjadi masalah utamanya.

Ketua Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Kaltim Aries Adriyanto menyatakan, meski bisnis mal di Kaltim ini mulai menunjukkan pergerakan positif, tak lantas mampu menarik minat investor atau tenant besar masuk.

“Saya pribadi mengakuinya. Sulit sekali sekarang mengajak tenant masuk. Alasan mereka masih menunggu. Kalau pun mau, itu harus franchise. Banyak tenant nasional yang masuk ke Balikpapan ini franchise. Harga untuk satu brand biasanya Rp 12-15 miliar paling murah,” tuturnya ditemui di Plaza Balikpapan, Selasa (26/3).

Ia menjelaskan, ketika era berjayanya batu bara, Kaltim sangat menarik di mata investor. Khususnya yang bergerak di bidang bisnis mal. Tidak heran dulu banyak tenant yang mau masuk. Dan sekarang justru satu per satu tenant mulai angkat kaki.

Seperti Farmers Market, kinerja penjualannya ia sebutkan pada 2012 mampu tumbuh di atas 30 persen. Namun ketika anjlok, supermarket tersebut belum mampu menuju kinerja seperti saat era emas batu bara. “Ya tumbuh tapi hanya bisa mencapai 20 persen,” bebernya.

Bahkan, banyak mal yang memilih menerapkan biaya sewa gratis di Kaltim ini. Hal itu untuk menarik investor. Tapi tetap saja masih belum mampu menghasilkan hal positif. “Kita tahu, dulu orang membelanjakan uang mereka cukup kencang. Sekarang lebih banyak yang menahan, beli seperlunya dulu,” kata Aries.

Adapun indikator tenant nasional mau langsung masuk ke suatu daerah atau ke Kaltim, dilihat dari berapa jumlah penduduk dan kondisi daya belinya bagaimana. Kalau di Balikpapan, daya beli sudah membaik, hanya populasinya tidak cukup banyak. Kalau Samarinda, populasi banyak namun daya beli masih belum membaik.

Ia mengungkapkan, sejatinya dari sisi traffic mal yang ia kelola tumbuh positif. Weekdays tahun lalu sekitar 18 ribu jiwa, sekarang 23 ribu jiwa per hari. Kemudian, weekend sekarang 48 ribu jiwa. “Dan Balikpapan ini masih menjadi pusatnya Kaltim. Orang-orang daerah banyak yang datang ke Balikpapan di hari libur,” ungkapnya.

Kemungkinan bisa menarik tenant masuk, ketika apartemen Borneo Bay sudah beroperasi. Kemudian, tenant masih wait and see, melihat hasil pemilu. Pasca-pemilu, satu tahun mereka melihat bagaimana traffic di mal. Baru mereka mulai berani. “Kalau di Kaltim sekarang ini masih merangkak naik. Belum kembali di masa kejayaan,” serunya.

Store General Manager Hypermart Balikpapan M Khadafi menuturkan, kalau dibandingkan masa jayanya batu bara, pihaknya masih belum bisa kembali ke kinerja kala itu. “Orang dulu membeli tanpa berpikir panjang. Sekarang beli secukupnya, apa yang habis ya dibeli. Kalau dulu dilihat menarik bisa dibeli,” tuturnya.

Dari sisi bucket size mengalami penurunan jika dibanding ketika emas hitam di puncak. “Kalau per tahun ada peningkatan tipis, tapi masih belum bisa mencapai waktu dulu,” pungkasnya. (aji/ndu/k15)


BACA JUGA

Rabu, 21 Agustus 2019 10:22

Jadikan Kakao Komoditas Unggulan

SAMARINDA- Dinas Perkebunan (Disbun) Kaltim berencana mengajukan hak paten atas…

Rabu, 21 Agustus 2019 10:20

Investor Harus Dibuat Nyaman

SAMARINDA- Kaltim sudah lama menikmati pertumbuhan ekonomi dari komoditas tidak…

Rabu, 21 Agustus 2019 10:18

Dasar Aset Pemprov Belum Jelas, Daerah Sulit Terwujud

BALIKPAPAN- Langkah Kementerian Dalam Negeri memberikan izin penerbitan surat utang…

Rabu, 21 Agustus 2019 10:16

Ekonomi Lokal Masih Dilanda Ketidakpastian

Sepanjang semester I 2019, ketidakpastian masih menyelimuti iklim ekonomi di…

Rabu, 21 Agustus 2019 09:36

Terkesan Setengah-Setengah, Penurunan Tiket Belum Berdampak

Penurunan tarif tiket pesawat berbiaya rendah atau low cost carrier…

Rabu, 21 Agustus 2019 09:35

Garap Wisata Muslim, Singapura Incar Wisatawan Asal Kaltim

BALIKPAPAN- Singapura fokus mengembangkan wisata muslim untuk mengerek kunjungan dari…

Rabu, 21 Agustus 2019 09:29

Hindari Over Supply, PLN Incar Industri

BALIKPAPAN - PT PLN (Persero) tengah dihadapkan dengan ancaman surplus…

Rabu, 21 Agustus 2019 09:28

Telkomsel Fokus Layanan Broadband

BALIKPAPAN- Telkomsel mencatat sudah 90 persen wilayah di Kalimantan terjangkau…

Selasa, 20 Agustus 2019 13:03

Sektor Tambang Turun, Penerimaan Baru 52,69 Persen

Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jendral Pajak (DJP) Kaltimra tampaknya harus…

Selasa, 20 Agustus 2019 12:37

New Triton Jadi Andalan Masuk Tambang

BALIKPAPAN – Setelah mengajak konsumen dan jurnalis menjajal New Triton…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*