MANAGED BY:
SENIN
01 JUNI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

UTAMA

Rabu, 20 Maret 2019 11:58
Pesawat Tempur Canggih Bakal Datang, Ini yang Dilakukan TNI AU

TNI AU Perbarui Hanggar dan Apron Skadron Udara 14 Tempur

Sukhoi SU 35 yang tak lama lagi memperkuat arsenal TNI AU.

PROKAL.CO, JAKARTA – Pengadaan pesawat tempur untuk menggantikan F-5 Tiger di Skadron Udara 14 Tempur sangat penting bagi TNI AU. Sebab, beberapa tahun belakangan para penerbang di skadron tersebut sudah tidak punya pesawat tempur. Oleh TNI AU, F-5 Tiger sudah dipensiunkan. Karena itu, belanja pesawat tempur baru terus mereka upayakan. Sambil menunggu kedatangan pesawat tersebut, matra udara membangun infrastruktur.

 Sebagaimana diputuskan oleh Kementerian Pertahanan (Kemhan), Sukhoi SU-35 bakal dijadikan pengganti F-5 Tiger. Namun demikian, sampai saat ini pengadaan pesawat tempur buatan Rusia itu masih berproses. Sementara menunggu kedatangan pesawat tersebut ke tanah air, Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Yuyu Sutisna berinisiatif mempersiapkan diri. ”Jangan sampai kami yang telat,” ungkap dia kemarin (19/3).

 Pejabat yang biasa dipanggil Yuyu itu menjelaskan, Skadron Udara 14 Tempur yang bermarkas di Lanud Iswahjudi memang tidak kosong sama sekali. Sudah ada infrastruktur yang sebelumnya mereka pakai untuk jet tempur F-5 Tiger. Namun demikian, pembaruan infrastruktur tetap perlu dilakukan. Sebab, skadron tempur itu tidak akan diperkuat lagi dengan pesawat yang sama.

 Apabila Sukhoi SU-35 sudah datang, infrastruktur yang ada tidak akan memadai untuk digunakan lagi. Karena itu, TNI AU memutuskan lebih dulu membangun infrastruktur yang dibutuhkan. Mulai hanggar sampai apron di Skadron Udara 14 Tempur, semua diperbarui. ”Karena skadron 14 yang lama hanggarnya kecil,” terang Yuyu. Langkah tersebut diyakini Yuyu bakal lebih efektif ketimbang TNI AU hanya menunggu kedatangan Sukhoi SU-35.

 Dengan dimulainya pembangunan hanggar dan apron di markas Skadron Udara 14 Tempur, mereka bakal lebih siap saat pesawat yang dibeli oleh Kemhan datang. Sejauh ini, Yuyu memastikan bahwa seluruh proses yang menjadi tanggung jawab TNI AU dalam pengadaan Sukhoi SU-35 sudah tuntas. ”Tugas-tugas kami sudah selesai,” imbuhnya. Menurut dia, sekarang, pihak matra udara tinggal menunggu progres yang berjalan di Kemhan.

 Berdasar informasi yang diperoleh Yuyu, masih ada beberapa hal yang perlu dibahas oleh Kemhan. “Ada beberapa hal yang perlu diselesaikan,” ungkap perwira tinggi TNI AU berdarah Sunda tersebut. ”Masalah imbal dagang, terkait regulasi, dan sebagainya,” tambah orang nomor satu di TNI AU itu. Semua urusan tersebut, lanjutnya, tengah berusaha dituntaskan oleh Kemhan.

 Sebagai instansi yang bertugas menggunakan alat utama sistem persenjataan (alutsista), Yuyu mengakui bahwa pihaknya ingin semua proses tersebut cepat selesai. ”Sehingga bisa segera memperkuat skadron 14,” jelas dia. Maklum, sejak ditinggalkan oleh F-5 Tiger, para penerbang di skadron tersebut sudah lebih dari dua tahun tanpa pesawat. Padahal, mereka butuh pesawat untuk berlatih dan operasional.

 Namun demikian, TNI AU juga tidak berdiam diri. Mereka sudah mulai melatih penerbang Skadron Udara 14 Tempur menggunakan pesawat buatan Sukhoi. ”Supaya lebih cepat adaptasi,” imbuhnya. Pelatihan itu dilakukan di tanah air dengan menggunakan Sukhoi SU-30. Apabila sudah ada kontrak efektif untuk pembelian Sukhoi SU-35, bukan tidak mungkin para penerbang tersebut juga akan dikirim ke Rusia guna berlatih langsung menggunakan pesawat itu. (syn/)


BACA JUGA

Senin, 01 Juni 2020 11:55

Jalan Rusak, Warga Kembali Naik Ketinting

Akses menuju Muara Beloan, kembali menjadi sorotan. Jalan di kawasan…

Senin, 01 Juni 2020 11:50

Jam Malam Tak Mampu Meredam, Unjuk Rasa Meluas ke Hampir Seluruh AS

WASHINGTON DC – Demonstrasi memprotes kematian George Floyd meluas di…

Senin, 01 Juni 2020 11:31

Kualitas Air Memburuk Sejak Tambang Beroperasi, Padahal Ribuan Masyarakat Bergantung Sungai Pengadan

SANGATTA – Sungai di Desa Pengadan, Kecamatan Karangan merupakan sumber…

Senin, 01 Juni 2020 00:53

Samarinda Banjir Terus, Bukti Penanganan Kurang Serius

Banjir menahun di Samarinda sulit diatasi bila tanpa dilakukan dengan…

Senin, 01 Juni 2020 00:48
Perkembangan Covid-19 di Kaltim

Mau New Normal, Bukannya Turun Malah Tambah 6 Orang Positif, 18 Orang Sembuh

 SAMARINDA-Jumlah kasus sembuh kembali lebih banyak dibandingkan kasus positif Covid-19.…

Senin, 01 Juni 2020 00:42

Daerah Jadi Tumpuan Atasi Perubahan Iklim

BALIKPAPAN–Pemerintah daerah (pemda) diharapkan menjadi tumpuan dalam mengatasi perubahan iklim…

Senin, 01 Juni 2020 00:39

Perusahaan Pakaian Produksi Jaket Anti-Corona, Lihat Nih Penampakannya...

VOLLEBAK, perusahaan pakaian yang memproduksi jaket dari graphene dan t-shirt…

Senin, 01 Juni 2020 00:37

Idulfitri di Ruang Isolasi, Menikmati Opor Ayam Kiriman Keluarga

Saat banyak keluarga yang berkumpul merayakan Idulfitri, 13 tenaga kesehatan…

Minggu, 31 Mei 2020 13:35

Ada 102 Daerah yang Masuk Zona Hijau, Kaltim Berapa Daerah?

JAKARTA- Pemerintah mencatat ada sekitar 102 daerah yang masuk zona…

Minggu, 31 Mei 2020 13:21
Buntut Kematian George Floyd

Amerika Rusuh, Mal Dijarah, Jam Malam di 25 Kota

Setidaknya 25 kota di Amerika Serikat memberlakukan jam malam sebagai…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers