MANAGED BY:
KAMIS
17 OKTOBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

UTAMA

Rabu, 20 Maret 2019 11:58
Pesawat Tempur Canggih Bakal Datang, Ini yang Dilakukan TNI AU

TNI AU Perbarui Hanggar dan Apron Skadron Udara 14 Tempur

Sukhoi SU 35 yang tak lama lagi memperkuat arsenal TNI AU.

PROKAL.CO, JAKARTA – Pengadaan pesawat tempur untuk menggantikan F-5 Tiger di Skadron Udara 14 Tempur sangat penting bagi TNI AU. Sebab, beberapa tahun belakangan para penerbang di skadron tersebut sudah tidak punya pesawat tempur. Oleh TNI AU, F-5 Tiger sudah dipensiunkan. Karena itu, belanja pesawat tempur baru terus mereka upayakan. Sambil menunggu kedatangan pesawat tersebut, matra udara membangun infrastruktur.

 Sebagaimana diputuskan oleh Kementerian Pertahanan (Kemhan), Sukhoi SU-35 bakal dijadikan pengganti F-5 Tiger. Namun demikian, sampai saat ini pengadaan pesawat tempur buatan Rusia itu masih berproses. Sementara menunggu kedatangan pesawat tersebut ke tanah air, Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Yuyu Sutisna berinisiatif mempersiapkan diri. ”Jangan sampai kami yang telat,” ungkap dia kemarin (19/3).

 Pejabat yang biasa dipanggil Yuyu itu menjelaskan, Skadron Udara 14 Tempur yang bermarkas di Lanud Iswahjudi memang tidak kosong sama sekali. Sudah ada infrastruktur yang sebelumnya mereka pakai untuk jet tempur F-5 Tiger. Namun demikian, pembaruan infrastruktur tetap perlu dilakukan. Sebab, skadron tempur itu tidak akan diperkuat lagi dengan pesawat yang sama.

 Apabila Sukhoi SU-35 sudah datang, infrastruktur yang ada tidak akan memadai untuk digunakan lagi. Karena itu, TNI AU memutuskan lebih dulu membangun infrastruktur yang dibutuhkan. Mulai hanggar sampai apron di Skadron Udara 14 Tempur, semua diperbarui. ”Karena skadron 14 yang lama hanggarnya kecil,” terang Yuyu. Langkah tersebut diyakini Yuyu bakal lebih efektif ketimbang TNI AU hanya menunggu kedatangan Sukhoi SU-35.

 Dengan dimulainya pembangunan hanggar dan apron di markas Skadron Udara 14 Tempur, mereka bakal lebih siap saat pesawat yang dibeli oleh Kemhan datang. Sejauh ini, Yuyu memastikan bahwa seluruh proses yang menjadi tanggung jawab TNI AU dalam pengadaan Sukhoi SU-35 sudah tuntas. ”Tugas-tugas kami sudah selesai,” imbuhnya. Menurut dia, sekarang, pihak matra udara tinggal menunggu progres yang berjalan di Kemhan.

 Berdasar informasi yang diperoleh Yuyu, masih ada beberapa hal yang perlu dibahas oleh Kemhan. “Ada beberapa hal yang perlu diselesaikan,” ungkap perwira tinggi TNI AU berdarah Sunda tersebut. ”Masalah imbal dagang, terkait regulasi, dan sebagainya,” tambah orang nomor satu di TNI AU itu. Semua urusan tersebut, lanjutnya, tengah berusaha dituntaskan oleh Kemhan.

 Sebagai instansi yang bertugas menggunakan alat utama sistem persenjataan (alutsista), Yuyu mengakui bahwa pihaknya ingin semua proses tersebut cepat selesai. ”Sehingga bisa segera memperkuat skadron 14,” jelas dia. Maklum, sejak ditinggalkan oleh F-5 Tiger, para penerbang di skadron tersebut sudah lebih dari dua tahun tanpa pesawat. Padahal, mereka butuh pesawat untuk berlatih dan operasional.

 Namun demikian, TNI AU juga tidak berdiam diri. Mereka sudah mulai melatih penerbang Skadron Udara 14 Tempur menggunakan pesawat buatan Sukhoi. ”Supaya lebih cepat adaptasi,” imbuhnya. Pelatihan itu dilakukan di tanah air dengan menggunakan Sukhoi SU-30. Apabila sudah ada kontrak efektif untuk pembelian Sukhoi SU-35, bukan tidak mungkin para penerbang tersebut juga akan dikirim ke Rusia guna berlatih langsung menggunakan pesawat itu. (syn/)


BACA JUGA

Kamis, 17 Oktober 2019 10:30

Harga Gas Rumah Tangga Segera Naik

PROBOLINGGO  – Pemerintah berencana menyesuaikan harga gas untuk rumah tangga.…

Kamis, 17 Oktober 2019 10:19

Dibayangi Ketidakpastian Global, Pertumbuhan Ekonomi Kaltim Terancam

SAMARINDA – Pertumbuhan ekonomi Kaltim terancam tidak maksimal. Salah satu…

Kamis, 17 Oktober 2019 10:03

WADUH..!! Ada Temuan Retakan di Pesawat Boeing 737NG

JAKARTA, Jawa Pos - Direktorat Jenderal Perhubungan Udara (Dirjen Hubud)…

Kamis, 17 Oktober 2019 09:58

Jangan Takut Turun ke Jalan, Perppu KPK Masih Ditunggu

JAKARTA – Larangan demonstrasi menjelang pelantikan presiden dikeluarkan aparat. Meski…

Rabu, 16 Oktober 2019 18:09

Ruangan PPK Kementerian PUPR Disegel KPK

PROKAL.CO, SAMARINDA - Salah satu ruangan yang ditempati Pejabat Pembuat…

Rabu, 16 Oktober 2019 14:54

OTT di Kaltim, KPK Amankan Delapan Orang

Kepala BPJN Ikut Diperiksa--sub     JAKARTA-Untuk kali kedua tahun…

Rabu, 16 Oktober 2019 14:34

Suami Bakar Istri di Depan Anak, Juga Bawa Kabur Motor Penjaga Kos

SURABAYA– Teriakan minta tolong terdengar di kamar kos yang beralamat…

Rabu, 16 Oktober 2019 14:33

TNI AD Sanksi Tujuh Anggota, Pastikan Tidak Matikan Karir Prajurit

JAKARTA– Unggahan bernada sumbang atas insiden penusukan terhadap Menteri Koordinator…

Rabu, 16 Oktober 2019 14:32

KPK Habis, Presiden Tak Kunjung Terbitkan Perppu

JAKARTA– Revisi UU nomor 30 Tahun 2002 Tentang KPK akan…

Rabu, 16 Oktober 2019 10:30

OTT KPK di Kaltim, Castro : Pemerintah Masih Abai Dalam Pengawasan

PROKAL.CO, SAMARINDA - Pusat Studi Anti Korupsi (SAKSI) Fakultas Hukum…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*