MANAGED BY:
SABTU
24 AGUSTUS
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

BALIKPAPAN

Rabu, 13 Maret 2019 11:10
Putusan Hakim Nakhoda Kapal MV Ever Judger Belum Maksimal
Kejadian terbakarnya kapal MV Ever Judger di Teluk Balikpapan.

PROKAL.CO, SAMARINDA - Dinamisator Jaringan Advokasi Tambang (Jatam) Kaltim, Pradarma Rupang menilai putusan hakim terhadap Zhang Deyi (50), nakhoda kapal MV Ever Judger divonis 10 tahun penjara dengan denda Rp15 miliar, terkait kasus pencemaran minyak, masih belum maksimal.

"Putusan Hakim masih jauh dari upaya memberikan efek jera kepada para pelaku kejahatan ini. Sudah selayaknya penjara seumur hidup dan denda diatas nominal tersebut di tetapkan," kata Rupang, Rabu (13/3/2019).

Rupang menilai hukuman semestinya harus berat karena jangkauan daya rusak dari pencemaran lingkungan ditimbulkan hingga mencapai kurang lebih 60 kilometer sepanjang garis pantai Balikpapan dan Panajam Paser Utara.

"Apalagi mengakibatkan jatuhnya korban jiwa yakni sebanyak 5 orang, hukuman 10 tahun dan denda 15 miliar masih jauh dari upaya memberikan efek jera," kata Rupang.

Rupang mengatakan Jatam Kaltim mengkritik hingga saat ini aparat hukum hanya menyasar pelaku di lapangan. Namun, aktor utama pencemaran minyak di Teluk Balikpapan dari jajaran pertamina juga lingkungan birokrat di Kementiran ESDM tak juga tersentuh diperiksa oleh penyidik.

"Padahal dengan jelas beberapa problem internal pertamina menjadi penyebab mengapa petaka kemarin bisa terjadi. Karena tidak adanya sistem peringatan dini, posisi Balikpapan Coal Terminal yang berada diteluk sangat rawan berdekatan dengan ruang hidup warga serta aktifitas nelayan teluk," ujar Rupang.

Rupang membeber laporan tim Penanganan Kejadian Tumpahan Minyak yang dibentuk Kementerian Kehutanan Lingkungan Hidup juga telah memaparkan sejumlah temuan yang mengarah pada lemahya sistem keamanan dan keselamatan dari pertamina yang berada di kawasan teluk balikpapan.

"Di sisi lain sistem peringatan dini yang tak berjalan menjadikan perusahaan pelat merah ini sudah bermasalah dari dalam. kami menolak jika hanya pelaku lapangan yang harus bertanggung jawab," jelas Rupang. (mym)


BACA JUGA

Jumat, 23 Agustus 2019 11:03

45 Tembakan Meriam di Amborawang

BALIKPAPAN—Suara ledakan dari ujung laras meriam howitzer 105 mm terdengar…

Jumat, 23 Agustus 2019 11:02

Tekan Kecelakaan dan Pelanggaran

BALIKPAPAN- Guna menyukseskan Operasi Kepolisian Terpusat, Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas)…

Jumat, 23 Agustus 2019 10:29

Kualitas Hidup Masyarakat Balikpapan Meningkat

BALIKPAPAN – Pembangunan manusia di Kota Beriman mengalami percepatan. Ini…

Kamis, 22 Agustus 2019 11:23

Sistem Zonasi agar Distribusi Guru Merata

BALIKPAPAN-Selama ini sebaran guru di Kaltim dianggap tak merata. Banyak…

Kamis, 22 Agustus 2019 11:17

Desember Harus Tuntas, Rizal Tidak Ingin Proyek Ada Bermasalah

Wali Kota Rizal Effendi dan jajaran Dinas PU sidak sejumlah…

Kamis, 22 Agustus 2019 11:13

Berkas Penyebar Video “Kotak Suara Diculik Segera ke Kejaksaan

BALIKPAPAN- Berkas terduga pelaku penyebar video viral berjudul “Kotak Suara…

Kamis, 22 Agustus 2019 11:12

Togel Online Dibidik Polisi

BALIKPAPAN- Kejahatan perjudian dengan sistem online kini dibidik polisi. Khususnya…

Rabu, 21 Agustus 2019 14:39

Setiap RT Harus Punya Bank Sampah

BALIKPAPAN – Pembagian kendaraan roda tiga pengangkut sampah memang masih…

Rabu, 21 Agustus 2019 14:37

Muncikari Divonis 1 Tahun Penjara

  BALIKPAPAN-  Terdakwa Adi Setianto (22), muncikari dalam perkara prostitusi…

Selasa, 20 Agustus 2019 13:18

Lebih Dekat dengan Mayor Czi Heru Aprianto, Danyonzipur 17/ Ananta Dharma

Hampir sepekan, Mayor Czi Heru Aprianto dipercaya menjadi Danyonzipur 17/Ananta…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*