MANAGED BY:
KAMIS
22 AGUSTUS
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

KOLOM PEMBACA

Minggu, 03 Maret 2019 11:21
Memilih (Ke) Pemimpin (An) dengan Iman
Dewi Sartika

PROKAL.CO, Oleh : Dewi Sartika, SE., MM*

 

Perhelatan akbar sebentar akan digelar.Pemilihan Umum serentak di seluruh Indonesia.Dari perkiraan calon pemilih kurang lebih 192 juta dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang dirilis Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Adapun jumlah pemilih secara keseluruhan, baik di dalam serta luar negeri, adalah 192.828.520 pemilih.Dari jumlah tersebut, sebanyak 190.770.329 merupakan pemilih di dalam negeri.Sedangkan pemilih di luar negeri sebanyak 2.058.191 pemilih.Jumlah pemilih luar negeri ini tersebar di 130 perwakilan RI di seluruh dunia.

Mengenai pemilih laki-laki secara total, baik di dalam negeri maupun luar negeri, adalah 96.271.476 pemilih.Sedangkan perempuan sebanyak 96.557.044 pemilih.

Banyak tulisan mengurai preferensi dan proporsi usiapemilih dalam pemilihan serentak kali ini. Diantaranya hadirnya generasi milenial (17 tahun – 35 tahun) kurang lebih 40% yang dianggap sebagai generasi baru yang melek informasi dan terkoneksi melalui jejaring media sosial digital dan mesin potensial pendulang suara elektoral.

Survei Poltracking Indonesia per Februari 2018 menilai potensi pemilih milineal tersebut tidak jauh berbeda dengan genrasi pemilih matang (36 tahun ke atas) dengan angka partisipasi keduanya di kisaran angka 76%-77%.Dalam survey ini mengklasifikasi berbagai atribut kandidat dalam berbagai variabel sosiologis untuk diketahui tingkat preferensi pemilih terutama generasi milineal.

Diantaranya potensi partisipasi politik dan kemantapan pilihan; sensitifitas pada isu sosial/kebijakan; soal preferensi terhadap kandidat dan pilihan politiknya dalam pemilu, baik karakter kandidat yang disukai maupun dukungan personal terhadap kandidat.Sehingga tersematkan sebutan pemilih religius, pemilih rasional-sosiologis, bahkan pemilih galau dan sebagainya.

Time line sosial media pun seketika menjadi riuh pasca debat pilpres semalam. Sajian data dan infografis menguatkan argument. Ada satu tulisanmenarik perhatian dengan judul memilih pemimpin dengan akal sehat.Segudang pertanyaan menghampiri.Setelahnya, tulisan sederhana inipun mengalir.

Pemimpin berkaitan erat dengan kepemimpinan.Kita ambil satu referensi dari pakar manajemen George R. Terry. Menurutnya, kepemimpinan adalah kegiatan-kegiatan untuk mempengaruhi orang orang agar mau bekerja sama untuk mencapai tujuan kelompok secara sukarela, dengan karakter kepemimpinan berikut diantaranya;

(1) Energik, mempunyai kekuatan mental dan fisik; (2) Stabilitas emosi, tidak boleh mempunyai prasangka jelek terhadap bawahannya, tidak cepat marah dan harus mempunyai kepercayaan diri yang cukup besar;(3) Mempunyai pengetahuan tentang hubungan antara manusia; (4) Motivasi pribadi, harus mempunyai keinginan untuk menjadi pemimpin dan dapat memotivasi diri sendiri; (5) Kemampuan berkomunikasi, atau kecakapan dalam berkomunikasi dan atau bernegosiasi;  (6) kecakapan dalam mengajar, menjelaskan, dan mengembangkan bawahan; (7) Kemampuan sosial agar dapat menjamin kepercayaan dan kesetiaan bawahannya, suka menolong, senang jika bawahannya maju, peramah, dan luwes dalam bergaul; (8) Kemampuan teknik, atau kecakapan menganalisis, merencanakan, mengorganisasikan wewenang, mangambil keputusan dan mampu menyusun konsep.

Sejenak melihat kepemimpinan pemimpin besar yang melegenda bahkan dalam berabad-abad dari akhir kehidupannya.  Sebutlah nama Muhammad SAW. “Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.” (QS.al-Ahzab [33]: 21).

Tiga kata menjadi ciri kepemimpinannya dari literasi tersebut yaitu teladan (role model), mengharap kepada Tuhan dan hari kiamat, banyak menyebut nama Tuhan. Sebelum memimpin diluar dirinya, pemimpin sudah mampu memimpin dirinya sendiri sehingga mampu menjadi teladan bagi orang lain, sentiasa mengembangkan yang dipimpinnya ke arah lebih baik tanpa melepaskan diri dari Tuhan karena menyadari kelemahannya sebagai pemimpin, dengan menyandarkan diri selalu kepada Tuhan atas segala juangnya dalam memimpin.

Dengan kata lain, kepemimpinan tidak dapat dipisahkan dalam nilai (value) yang diyakininya. Dalam berbagai literasi terkait kepemimpinan dalam berbagai kitab agama, dijelaskan nilai-nilai sebuah kepemimpinan.Marilah kita sebut beberapa diantaranya.

(1) Siddiq (jujur) sehingga ia dapat dipercaya; (2) Tabligh (penyampai) atau kemampuan berkomunikasi dan bernegosiasi; (3) Amanah (bertanggung jawab), lepas dari khianat dalam menjalankan tugasnya; (4) Fathanah (cerdas) dalam membuat rencana, visi, misi, strategi dan implementasi;  (5) Musyawarah secara obyektif, dan hormat;  (6) Adil, tidak berat sebelah; dan (7) Kebebasan berfikir, bertukar ide dan gagasan dilandasi tujuan bersama.

Akan tetapi, ternyata memilih pemimpin tidak cukup dengan akal sehat tetapi juga dengan iman.“(yaitu) orang-orang yang jika kami teguhkan kedudukan mereka di muka bumi niscaya mereka mendirikan shalat, menunaikan zakat, menyuruh berbuat ma’ruf dan mencegah dari perbuatan yang mungkar; dan kepada Allah-lah kembali segala urusan.” (QS. al-Hajj [22]:41).

Jadi sekiranya dipilih maka bukan hanya nilai yang diyakini, tetapi juga diantaranya adalah karena kedudukan tersebut, maka pemimpin tersebut akan meneguhkannya dengan (ibadah) mendirikan sholat, sebagai wujud dari perannya bahwa ia adalah pemimpin dari kumpulan (jamaah) yang dipimpinnya dan tanggungjawab vertikalnya kepada Tuhan, menunaikan zakat sebagai tanggung jawab sosialnya, menyampaikan kepada diri dan yang dipimpinnya tentang perbuatan makruf (mendapatkan rahmat Tuhan) dan mungkar (mendapatkan murka Tuhan) sebagai bentuk tanggung jawab horisontalnya.

Serta tiada mengharap kepada makhluk tapi hanya tertuju kepada Tuhan dalam bentuk sentiasa kembali ke Tuhan dalam segala urusan.  Semoga, hadirlah pemimpin yang menghadirkan Tuhan terlebih dahulu dalam hatinya karena itu pilihlah (ke)pemimpin(an) dengan iman. (**)

*) Peneliti Muda pada Pusat Pelatihan dan Pengembangan dan Kajian Desentralisasi dan Otonomi Daerah

Lembaga Administrasi Negara – Republik Indonesia

Puslatbang KDOD LAN-RI

 


BACA JUGA

Selasa, 13 Agustus 2019 13:08

(Wajib) Kabinet Antikorupsi

Adam Setiawan, SH Mahasiswa Program Magister Ilmu Hukum Universitas Islam…

Senin, 12 Agustus 2019 13:38

TMMD Wujud Nyata Kedekatan TNI-Rakyat

Oleh : Kapendam VI/Mulawarman Kolonel Kav Dino Martino   KEGIATAN…

Jumat, 09 Agustus 2019 10:38

Haji dan Semangat Kemerdekaan

Oleh: Bambang Iswanto Dosen IAIN Samarinda Belanda, ketika menjajah Indonesia,…

Selasa, 06 Agustus 2019 10:03

Mengambil Hikmah dari Peristiwa Ikan Asin dan Garuda

Oleh: Danang Agung Wakil Ketua KAHMI Balikpapan   Ada yang…

Selasa, 06 Agustus 2019 10:02

Jasa Pendidikan terhadap PDRB Mahakam Ulu

Oleh: Didit Puji Hariyanto, SST Staf Integrasi Pengolahan dan Diseminasi…

Selasa, 06 Agustus 2019 10:01

Keutamaan Puasa Arafah

Oleh: Sri Ayu Rayhaniah Dosen Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah,…

Jumat, 02 Agustus 2019 10:52

Ketika Lahan Ibadah si Kaya “Direbut” si Miskin

Oleh: Bambang Iswanto (Dosen IAIN Samarinda) Orang kaya berkurban, sudah…

Jumat, 02 Agustus 2019 10:47

Reedukasi Pemahaman Agama

Sugeng Susilo, S.H Staf Biro Hukum Sekretariat Provinsi Kaltara  …

Jumat, 26 Juli 2019 21:27

Orangtua Beracun

Bambang Iswanto*   TANGGAL 23 Juli merupakan Hari Anak Nasional.…

Kamis, 25 Juli 2019 10:43

Edukasi Generasi Baru pada Film Dua Garis Biru

Oleh: Lili Agustiani, SPd (Pemerhati Masalah Generasi)   Media edukasi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*