MANAGED BY:
SENIN
23 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

KALTARA

Kamis, 28 Februari 2019 10:35
Dipacari lewat Medsos, Lalu Diperas
DIAMANKAN: Pelaku pemerasan melalui media sosial dijebloskan ke Rutan Polres Bulungan.

PROKAL.CO, TANJUNG SELOR – Cara pelaku pemerasan berinisial A terbilang piawai. Bagaimana tidak, bermodal foto di mesin pencarian Google, dia berhasil meraup keuntungan hingga jutaan rupiah.

Pelaku akhirnya berhenti menjalankan aksinya setelah dilaporkan seorang korbannya. Serta membuatnya mendekam di Rumah Tahanan (Rutan) Polres Bulungan.

Pelaku mengaku, mengunduh foto perempuan berparas cantik di mesin pencarian Google. Kemudian, dia menargetkan pria yang sudah menikah untuk beraksi. Dari situ, hubungan asmara antara pelaku dan korban terjadi. “Kirim foto biar percaya. Foto ambil di Google. Kalau video tidak pernah,” ucap pelaku di hadapan penyidik.

Pemerasan yang dilakukan A terbongkar ketika seorang korbannya, yakni MZ, warga Bulungan melapor ke Polres Bulungan. Dari laporan tersebut, personel Satuan Reskrim Polres Bulungan bergerak cepat. Hasilnya, A diamankan di sebuah tambak, Desa Antal, Kecamatan Tanjung Palas Tengah, Jumat (22/2).

Dari hasil pemeriksaan, A menggunakan jejaring media sosial Facebook untuk menggoda korbannya dan menggunakan foto wanita yang diunduh di Google untuk melancarkan aksinya.

“Pelaku seorang pria, namun menggunakan media sosial dengan foto wanita untuk merayu korban,” ucap Kapolres Bulungan AKBP Andrias Susanto Nugroho melalui Kaur Bin Ops (KBO) Satreskrim Polres Bulungan, Iptu Jariaman Samosir, Rabu (27/2).

Setelah berhasil berkenalan dengan korban, MZ memberikan sinyal agar dapat menjalin asmara dengan korban. Status pacaran pun diraih pelaku dengan korban. Hubungan melalui medsos terus terjadi. Target utama A yakni pria yang berstatus menikah.

Jerat yang dipasang pelaku menuai hasil. Ancaman dengan memublikasikan jejak digital atas hubungan asmara antara korban dan pelaku dilayangkan. Dari satu korban, A meraup Rp 5,5 juta yang dikirim korban secara bertahap.

“Hubungan asmara melalui medsos jadi senjata pelaku. Korban yang takut akan ancaman pelaku menuruti keinginan pelaku,” bebernya.

Atas dasar ini, penyidik masih melakukan pengembangan. Dia menduga ada korban lain selain MZ di Bulungan. Namun, korban malu melapor lantaran sudah menikah dan takut hubungan asmara dengan pelaku terbongkar dengan pasangannya.

“Kemungkinan, pelaku sudah meraup keuntungan hingga puluhan juta rupiah. Sebab, korban tidak hanya di Bulungan, tetapi ada dari luar daerah,” ungkapnya.

Untuk mempertanggunjawabkan tindakannya, pelaku bakal dikenai pasal berlapis. Pasal 368 tentang Pemerasan dan Undang-Undang Informasi Transaksi Elektronik (UU ITE) dengan ancaman maksimal penjara sembilan tahun. (akz/zia/kpg/kri/k16)

loading...

BACA JUGA

Rabu, 21 Agustus 2019 09:23

Irianto Sampaikan 4 Tanggapan dan 7 Usulan

BALIKPAPAN – Ada 4 tanggapan yang disampaikan Gubernur Kalimantan Utara…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*