MANAGED BY:
SABTU
21 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN
Selasa, 12 Februari 2019 13:42
CATET YO..!! Korupsi di Jateng Nomor 2 Versi ICW, Ini Kata Gubernurnya
Ganjar Pranowo

PROKAL.CO, Indonesia Corruption Watch (ICW) menempatkan Jawa Tengah (Jateng) sebagai provinsi kedua untuk penindakan kasus korupsi terbanyak selama 2018. Gubernur Jateng Ganjar Pranowo melihat hal tersebut sebagai catatan minus.

"Ini jelas (catatan) buruk. Buruk banget," ucap Ganjar saat ditemui di Wisma Puri Gedeh, Kota Semarang, Selasa (12/2).

Sesuai laporan 'Tren Penindakan Korupsi 2018' yang dirilis ICW belum lama ini, korupsi di Jateng selama 2018 tercatat sebanyak 36 kasus dengan 65 tersangka. Total nilai kerugian negara yang ditimbulkan sebesar Rp 152,9 miliar.

Jateng sendiri satu peringkat di bawah Jawa Timur dengan 52 kasus korupsi, 135 tersangka, dan kerugian negara senilai Rp 125,9 miliar. Setelah Jateng, ada Sulawesi Selatan dengan 31 kasus, 62 tersangka, dan kerugian negara senilai Rp 74,5 miliar. Lalu Jawa Barat, 27 kasus, 71 tersangka, serta kerugian negara sejumlah Rp 51,4 miliar.

Bahkan, penilaian ICW terhadap Jateng ini memburuk. Pada 2017 lalu, Jateng berada di nomor empat soal jumlah penindakan kasus korupsi terbanyak dengan total 29 kasus dan kerugian negara sebesar Rp 40,3 miliar. Tiga besar saat itu adalah Jatim, Jabar, dan Sumut.

Maka, Ganjar mendesak agar para penyelenggara negara mau bertindak untuk memperbaiki catatan negatif ini. Seperti menata ulang birokrasi agar penggunaan uang negara bisa terbuka, mengumumkan harta kekayaan, dan meningkatkan kualitas pengawasan di internal. Intinya, wajib transparan dan akuntabel disertai kontrol dari masyarakat.

"Sehingga mitigasinya sudah ketahuan. Toh selama ini kan urusaannya suap, jual beli izin, jabatan, sesimpel itu saja," kata Ganjar.

"Itu kan tinggal ditunjukkan saja. Ada kasusnya di daerah mana, kabupaten mana, dicatat ini itu, ya sudah tinggal diperbaiki," lanjut politikus PDIP tersebut.

Mereka yang enggan berbenah dan bermental korup harus siap kena persoalan hukum. "Kalau sudah ndableg (bandel) memang harus di-OTT (Operasi Tangkap Tangan), nggak ada lagi kata-kata lain," tegasnya. (jpc)


BACA JUGA

Jumat, 20 September 2019 10:57

Sopir Taksi Perkosa Bocah 9 Tahun

GIANYAR – Bejat. Kata ini nampaknya pantas disematkan atas perilaku…

Jumat, 20 September 2019 09:55

Data Penumpang Bocor, Lion Group Investigasi

JAKARTA– Puluhan juta data penumpang maskapai milik Lion Air Group…

Kamis, 19 September 2019 00:32

Ditetapkan Sebagai Tersangka, Imam Nahrawi Bantah Terima Duit Suap Sebesar Rp26,5 M

JAKARTA- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Menteri Pemuda dan Olahraga…

Rabu, 18 September 2019 12:13

PBB Akui Papua Bagian dari Indonesia

JAKARTA- Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) menegaskan tidak ada lagi pembahasan…

Selasa, 17 September 2019 16:30

RUU MD3 Disahkan, Pimpinan MPR Resmi Bertambah

JAKARTA– DPR akhirnya mengesahkan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Perubahan Ketiga…

Selasa, 17 September 2019 16:17

Minta Tak Serahkan Mandat di Tengah Jalan

JAKARTA– Lima pimpinan KPK hasil pemilihan Komisi III DPR hadir…

Selasa, 17 September 2019 15:11

Kado Hari Anak Nasional, Revisi UU Perkawinan Sah

JAKARTA– Wajah Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Yembise…

Senin, 16 September 2019 12:12

Merasa Ditipu Dosennya Sendiri, Dijanjikan PNS Bayar Rp 100 Juta

SLEMAN, - “Malu!”. Itulah yang berulang kali dikatakan Akbar, bukan…

Minggu, 15 September 2019 10:53

Veronica Jawab Tuduhan Polisi Soal Papua dan Rekening Gendut

Veronica Koman akhirnya angkat bicara terkait penetapan dirinya sebagai tersangka…

Jumat, 13 September 2019 09:47

Potensi Akhiri Musim Lebih Cepat

MISANO– Di tujuh seri terakhir MotoGP musim ini berarti hanya…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*