MANAGED BY:
SENIN
26 AGUSTUS
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN
Senin, 11 Februari 2019 12:48
Kepala KSP, Moeldoko: Waspadai Revolusi Jari!
Kepala Kantor Staf Kepresidenan, Moeldoko. (puspen kemendagri)

PROKAL.CO, JAKARTA - Kepala Kantor Staf Kepresidenan, Moeldoko meminta semua pihak mewaspadai adanya revolusi jari. Revolusi jari merupakan sebutan Moeldoko untuk perubahan arus informasi yang bisa dilakukan siapapun ahnya bermodalkan gadget dan kecepatan jarinya.

“ Saya menamakannya revolusi jari. Dimana sebuah berita ditentukan kecepatan hanya dalam waktu 30 detik. Begitu Kick Back berita, tanpa memindai, tanpa mengetahui kebenaran, jari kita sudah bermain. Tak peduli berita itu benar atau tidak, masa bodoh jari kita. Situasi ini harus diwaspadai” tegas Moeldoko saat membuka acara rapat Koordinasi Nasional Bidang Kehumasan dan Hukum Tahun 2019 di Birawa Assembly Hall, lt. 1, Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Senin (11/02/2019).

Menurut Moeldoko, di era tsunami informasi seperti sekarang ini, berita tak henti dihembuskan dari berbagai penjuru, tak peduli dengan kebenaran dari informasi tersebut yang akhirnya menimbulkan rasa ketakutan dan keragu-raguan di tengah masyarakat.

“Äda berita paradox, padahal itu jauh dari kebenaran. Pemerintah sudah bekerja dengan benar, tapi dihembuskan berita yang bohong, fitnah. Padahal upaya itu telah melalui kerja keras yang luar biasa, tapi bisa dipatahkan dengan 1 kalimat yang memunculkan keragu-raguan” terang Moeldoko.

Oleh karena itu, Moeldoko menekankan kesiapan Sumber Daya Manusia, instrument dan cara menghadapi era tsunami informasi ini. “Apakah kita hanya berjalan? sudahlah kumaha nanti wae lah (Bagaimana nanti sajalah), untuk apa jadi abdi negara jika tidak terbuat sesuatu. Kesiapan SDM kita seperti apa? Bagaimana Instrumentnya? metode yang digunakan seperti apa? sepertinya kita baru sadar, kekuatan yang kita miliki itu belum siap” ucap Moeldoko.

Selain itu, Moeldoko juga menekankan sinergi dan kolaborasi untuk menjalankan fungsi kehumasan dan biro hukum untuk mengimbangi arus informasi yang kian pesat yang disertai berita bohong atau tanpa fakta. Ia menyontohkan, setiap orang bisa menjadi pewarta, hal ini berbeda dengan jalan dulu dimana informasi hanya dimonopoli oleh wartawan.

"Semua orang bisa jadi pemberita, tapi cara kita menanganinya masih tradisonal. Tidak imbang antara berita yang masuk dengan cara memprosesnya sampai outputnya. Sekarang, semua orang bisa megang HP, bisa jadi pemberita, mungkin dia tidak tahu beritanya viral. Hampir semua masyarakat pegang HP. Padahal dulu hampir semua berita dimonopoli Media/Pers" terang Moeldoko.

Sementara itu, Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo menjelaskan, acara Rakornas Bidang Kehumasan dan Hukum ini diikuti oleh 1.400 orang, yang berasal dari 514 kabupaten/kota dan 34 Biro Humas Provinsi dan 34 Biro Hukum Provinsi . Acara ini digelar, untuk menegaskan bahwa Humas di daerah juga memiliki peran strategis untuk menjadi juru bicara Pemerintah Pusat, maupun daerah termasuk untuk menyukseskan acara Pemilu Serentak 2019.

“Kita kumpulkan 514 kabupaten/kota dan 34 Biro Humas Provinsi dan 34 Biro Hukum Provinsi, intinya ingin menegaskan bahwa Humas di daerah itu jangan hanya meliput berita kegiatannya kepala daerah, tetapi juga harus sebagai juru bicara Pemerintah Pusat maupun pemerintah daerah. Siapapun presidennya, siapapun gubernurnya dia wajib untuk menyuarakan apa yang dikerjakan oleh pemerintah. Biro hukum juga harus memberikan masukan kepada pemerintah ataupun non-pemerintah termasuk pengguna anggaran. Jadi siapapun gubernur, walikota, dan bupati harus diberikan masukan sebelum teken kontrak dengan DPRD menyangkut APBD” papar Tjahjo. (p/pro)


BACA JUGA

Sabtu, 24 Agustus 2019 22:37

Laode Gagal, Polri-Jaksa Lolos 7 Orang

JAKARTA, - Bursa calon pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (Capim KPK)…

Sabtu, 24 Agustus 2019 12:06

Lima Terduga Teroris Ditangkap di Jatim

SURABAYA– Beberapa kota di Jawa Timur disinyalir menjadi tempat persembunyian…

Kamis, 22 Agustus 2019 12:09

KPK Soroti Pengadaan Alkes di e-Katalog

JAKARTA–Pengadaan alat kesehatan (alkes) terus disoroti KPK. Meskipun sudah ada…

Kamis, 22 Agustus 2019 12:08

BPOM Larang Label Bebas Minyak Sawit

JAKARTA–Produsen barang konsumsi dilarang memasang label palm oil free atau bebas…

Kamis, 22 Agustus 2019 11:15

Arkeologi Tak Hanya Sekadar Bangunan Kuno

Bagi Retno Isnurwindryaswari, arkeologi tidak hanya berbicara cagar budaya. Disiplin…

Kamis, 22 Agustus 2019 11:08

Gigolo Membunuh Karena Emosi Dikata-katain

DENPASAR – Untuk menggambarkan kembali peristiwa terbunuhnya SPG Dealer Mitsubishi…

Kamis, 22 Agustus 2019 10:19

Kasus Tunggakan Gaji Pemain Persegres Gresik United, Manajemen Konsisten Mangkir

GRESIK–Manajemen Persegres Gresik United sepertinya tak ada niatan membayar tunggakan…

Rabu, 21 Agustus 2019 21:31

Demokrat Masuk Pendukung Pemerintah Jokowi? Hinca Panjaitan : Pak SBY Sedang Menata Hati

PROKAL.CO, SAMARINDA - Para kader Demokrat diminta bersabar menunggu arahan…

Rabu, 21 Agustus 2019 12:02

Kanit Reskrim Polsek Keritang Ditikam, Pelaku Tewas Ditembak

TEMBILAHAN - Kanit Reskrim Polsek Keritang, IPDA Hendrizal, mengalami luka…

Rabu, 21 Agustus 2019 12:00

Inovasi Pelajar Ciptakan Pembangkit Listrik Tenaga Angin

Wardatul Hasanah, Tri Utami Lestari, dan Gilang Gilardan berhasil menciptakan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*