MANAGED BY:
SENIN
19 AGUSTUS
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

UTAMA

Senin, 11 Februari 2019 11:14
Adik Hambat Ambisi Politik Ubolratana

Urung Diusung Parpol, Tunggu Sikap KPU

Putri Ubolratana Rajakanya Sirivadhana

PROKAL.CO,  BANGKOK – Sebagai negara monarki, Thailand menjadikan Raja Maha Vajiralongkorn sebagai pemimpin tertinggi. Sabda sang raja adalah perintah bagi rakyat. Juga pemerintah. Karena itu, saat Maha menyatakan bahwa ambisi politik Putri Ubolratana Rajakanya Sirivadhana Barnavadi bertentangan dengan tradisi dan budaya kerajaan, partai pengusungnya patuh.

’’Partai Thai Raksa Chart tunduk pada perintah kerajaan,’’ demikian bunyi pernyataan resmi partai yang terbentuk pada Juli 2009 tersebut. Itu berarti, Ubolratana tidak bisa melanjutkan niatnya menantang Prayuth Chan-o-cha dalam pemilihan umum (pemilu) mendatang. Rencananya, anak sulung mendiang Raja Bhumibol tersebut bersaing dengan Prayut dalam pemilu 24 Maret. Mereka sama-sama mengincar kursi perdana menteri (PM).

Sabtu (9/2) partai membatalkan semua rencana kampanye. Sebelumnya, Maha menegaskan bahwa anggota keluarga kerajaan tidak seharusnya berkecimpung dalam dunia politik. Meskipun tidak ada regulasi yang dilanggar, anggota keluarga kerajaan yang berpolitik telah menyalahi norma. Maha menyebutkan, Ubolratana melawan tradisi, budaya, dan kebiasaan kerajaan.

Pernyataan Maha pada Jumat malam (8/2) itu memupus harapan sebagian rakyat Thailand. Sebab, menurut sejumlah pakar politik, Ubolratana adalah satu-satunya kandidat kuat yang bisa mengalahkan Prayuth. Putri 67 tahun tersebut menjadi lambang kekuatan sipil. Sebab, selama ini Prayuth adalah simbol militer. Jika Ubolratana dan Prayuth bersaing dalam pemilu, bisa dipastikan sang putri keluar sebagai pemenang.

Deklarasi Ubolratana soal pencalonannya pada Jumat pagi memang menggemparkan Negeri Gajah Putih. Sebab, selama ini keluarga kerajaan tidak pernah cawe-cawe urusan politik. Bahkan, dalam kampanye mereka, partai-partai politik pun dilarang menggunakan simbol atau slogan yang berkaitan dengan kerajaan. Selama 86 tahun menjadi negara monarki, baru kali ini anggota keluarga kerajaan terjun ke politik.

Sikap Maha membuat Partai Thai Raksa Chart tidak hanya harus mencari kandidat PM lain sebagai pengganti Ubolratana. Tapi juga terancam bubar. Kemarin (10/2) Sekjen Asosiasi Perlindungan Konstitusi Srisuwan Janya mengajukan petisi ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk membubarkan partai itu. Sebab, dengan mengusung Ubolratana, partai tersebut telah melanggar aturan.

’’Pengumuman kerajaan kian menegaskan bahwa partai itu telah melanggar hukum pemilu,’’ ujar Srisuwan sebagaimana dikutip Reuters.

Chaturon Chaisaeng, executive chairman Thai Raksa Chart, enggan berkomentar tentang petisi Srisuwan. Dia menegaskan bahwa partainya akan mematuhi titah raja. Tapi, mereka tetap maju dalam pemilu yang akan datang.

Dekan Fakultas Ilmu Politik Ubon Ratchathani University Titipol Phakdeewanich menegaskan bahwa Thai Raksa Chart telah salah langkah. Dengan menggandeng Ubolratana dan kini kena semprit kerajaan, partai tersebut menggali lubang sendiri. Jika sampai bubar, partai-partai pro-junta militer akan panen dukungan.

Kini Thai Raksa Chart menunggu keputusan KPU Thailand. Rencananya, hari ini (11/2) mereka bertemu untuk membahas pencalonan Ubolratana. Lembaga yang berwenang mengatur jalannya pemilu itu punya waktu hingga Jumat (15/2) untuk mengambil keputusan. Tapi, hampir pasti lembaga tersebut bakal mematuhi Maha dan mencoret Ubolratana sebagai kandidat PM.

KPU Thailand bakal melibatkan Mahkamah Konstitusi (MK) dalam membahas nasib Thai Raksa Chart dan Ubolratana. Sebab, menurut Maha dan partai pro-junta militer, pencalonan ibu tiga anak itu bertentangan dengan undang-undang.

Ubolratana menanggalkan gelar putri saat menikah. Setelah bercerai dan kembali ke Thailand, dia kembali diperlakukan sebagai anggota keluarga kerajaan. Tapi, gelar dan haknya tidak kembali sepenuhnya. Dia bahkan tidak termasuk dalam anggota keluarga kerajaan yang dilindungi undang-undang lese majeste. (sha/c22/hep)

 

 

grafis-

 

Mengenal Putri Ubolratana

• – Anak sulung Raja Bhumibol Adulyadej dan Ratu Sirikit.

• – Lahir pada 5 April 1951 di Clinique de Montchoisi, Lausanne, Swiss.

• – Menikah dengan Peter Jensen, warga AS, dan meninggalkan gelar putri pada 25 Juli 1972.

• – Pulang ke Thailand pada 1998 setelah bercerai dengan Jensen.

• – Mendapatkan gelar Tunkramom Ying setelah tinggal permanen di Bangkok sejak 2001.

• – Jadi bintang di sejumlah film, opera sabun, host talk show, dan penyanyi sejak 2003.

• – Mendeklarasikan diri sebagai kandidat PM Thailand pada 8 Februari 2019.

 

Sumber: Channel News Asia, The Straits Times, The Guardian


BACA JUGA

Senin, 19 Agustus 2019 12:42

Manokwari Rusuh, Warga Pendatang Tak Berani Keluar Rumah

Penangkapan sejumlah mahasiwa di Surabaya berbuntut panjang. Terjadi kericuhan di…

Senin, 19 Agustus 2019 11:16

Pemindahan Ibu Kota ke Borneo Bakal Membawa Masalah Baru, Apa Saja?

JAKARTA- Rencana Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk memindahkan ibu kota…

Senin, 19 Agustus 2019 10:38

Ibu Kota Batal di Tahura, Pastinya Dimana...??

Kekhawatiran bakal rusaknya Taman Hutan Raya (Tahura) Bukit Soeharto terjawab.…

Senin, 19 Agustus 2019 10:36

Bandara Sepinggan Sudah Penuhi Syarat

RENCANA pemindahan ibu kota juga dilakukan karena adanya ketimpangan dengan…

Senin, 19 Agustus 2019 10:35

KLHK Menduga Ada yang Backing Tambang di Muang

SAMARINDA benar-benar darurat tambang ilegal. Pantas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)…

Senin, 19 Agustus 2019 10:33

Harga Cabai Masih Tinggi meski Iduladha Sudah Sepekan Berlalu

Jelang Iduladha, harga cabai begitu cepat merangkak naik. Namun, setelah…

Minggu, 18 Agustus 2019 00:48

Ini Cerita Perias Presiden SBY dan Jokowi

 Leader project official make up Paskibraka Nasional 2019, Tri Winarsih…

Minggu, 18 Agustus 2019 00:40

KLHK Tahan Dua Penambang Ilegal

SAMARINDA–Dugaan penambangan batu bara ilegal di Samarinda kembali terkuak Jumat…

Minggu, 18 Agustus 2019 00:36

Soal Pemindahan Ibukota Negara, Isran Minta Pusat Objektif

ELITE pusat dan daerah masih dibuat penasaran oleh Presiden Joko…

Minggu, 18 Agustus 2019 00:34
Belanja 2020, Fokus Perkuat SDM

RAPBN Rp 2.528 T untuk Pendidikan Rp 505,8 T

JAKARTA–Tantangan ekonomi tahun depan diprediksi semakin berat dan kompleks. Hal…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*