MANAGED BY:
SENIN
23 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

UTAMA

Senin, 11 Februari 2019 11:12
AH TERNYATA..!! Pemilih Ogah Mikir Pemilu Legislatif

69 Persen Prioritaskan Coblos Surat Suara Pilpres

Suasana coblosan pada Pilgub Kaltim 27 Juni 2018. Pada Pemilu serentak 2019 nanti, hasil survey mengatakan publik fokus pada pemilihan presiden, sementara pemilu legislatif tak terlalu memikirkan.

PROKAL.CO, JAKARTA – Popularitas pemilu legislatif (pileg) benar-benar ambles. Hasil survei Celebes Research Center (CRC) menunjukkan bahwa agenda memilih wakil rakyat itu sama sekali tidak menjadi prioritas pemilih. Bahkan di semua level.

Rendahnya prioritas pemilih terhadap pileg tersebut dipaparkan CRC di Jakarta kemarin (10/2). Lembaga survei yang berbasis di Makassar, Sulawesi Selatan, itu melakukan survei dengan melibatkan 1.200 responden di 34 provinsi. Rentang waktunya 23 hingga 31 Januari 2019. ”Ini pertama kalinya kami memaparkan hasil survei di Jakarta,” kata Herman Heizer, direktur sekaligus pendiri CRC.

Herman menjelaskan, 93,2 persen pemilih (responden) mengetahui bahwa pemilu akan dilaksanakan pada 17 April. CRC lantas menanyakan kepada responden kertas suara apa yang akan dicoblos pertama saat berada di bilik suara. ”Mayoritas atau 69,4 persen akan mencoblos kertas suara pilpres dulu,” kata Herman (lihat grafis).

Dari situ CRC juga mengetahui bahwa posisi para responden sebagian besar sudah menentukan pilihan. Saat CRC bertanya adakah kemungkinan untuk mengubah pilihan, mayoritas menyebutkan, kecil kemungkinan mereka untuk mengubah pilihan. ”Sebanyak 46,9 persen menyatakan kecil kemungkinan berubah dan 34 persen menyatakan hampir tidak mungkin mengubah pilihan,” kata Herman.

Di tempat yang sama, Wakil Ketua Korbid Pratama Partai Golkar yang juga Ketua DPR Bambang Soesatyo menilai data CRC bisa menjadi referensi. Tren elektabilitas capres-cawapres yang disajikan juga tidak jauh berbeda dengan lembaga survei lain. ”Menurut saya, pemilih bisa mengubah pilihannya jika paslon menawarkan program yang lebih baik,” ujarnya.

Menurut Bamsoet, sapaan Bambang Soesatyo, di sisa waktu yang ada saat ini, paslon harus bisa mengubah pola dalam melakukan kampanye. Sudah saatnya paslon menawarkan program kerja yang tentu positif dan masuk akal. ”Sudah saatnya dihentikan kampanye saling hujat. Menjadi tantangan bagi kedua kubu yang bertarung untuk mengubah gaya kampanyenya,” tutur dia.

Sementara itu, Angga Wira, juru bicara BPN Prabowo-Sandi, menilai hasil survei CRC juga bisa menjadi pegangan dan evaluasi dalam dua bulan ke depan. Meski saat ini elektabilitas Prabowo-Sandi masih tertinggal, dia yakin pada 17 April nanti terjadi kejutan. ”Saya tahu betul pertumbuhan popularitas Bang Sandi sejak di DKI. Momentumnya hampir mirip,” yakinnya.

Menurut Angga, era media sosial saat ini bisa menjadi penentu. Apa yang saat ini menjadi persepsi pemilih bisa jadi berubah karena keadaan atau informasi tertentu. Angga juga menilai belum semua pola kampanye saat ini terpotret seutuhnya dalam survei.

”Gerakan yang belum terpotret adalah relawan. Ada relawan 212 dan relawan ganti presiden. Ini saya rasa perlu juga untuk diukur. Karena gerakan pemenangan tidak sekadar dilakukan partai,” terangnya. (bay/c9/fat)

Hasil Survei Pemilu CRC

 

Pengetahuan Publik terhadap Pemilu 2019

Mengetahui: 93,2 persen

Tidak mengetahui: 6,8 persen

 

Prioritas Kertas Suara yang Akan Dicoblos Dulu

Kertas suara pilpres: 69,4 persen

Kertas suara DPRD kab/kota: 10,5 persen

Kertas suara DPR: 1,9 persen

Kertas suara DPD: 1,9 persen

Kertas suara DPRD provinsi: 1,2 persen

Tidak tahu/tidak jawab: 15,2 persen

 

Potensi Mengubah Pilihan Pilpres

Kecil kemungkinan: 46,9 persen

Sangat tidak mungkin: 34,0 persen

Cukup besar kemungkinan: 9,1 persen

Sangat besar kemungkinan: 3,9 persen

 

Sumber: Survei CRC


BACA JUGA

Senin, 23 September 2019 12:50

1.000 Mahasiswa Demo DPRD Kaltim, Serukan Presiden Keluarkan Perppu Terkait UU KPK

PROKAL.CO, SAMARINDA - Sekitar 1000 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi…

Senin, 23 September 2019 11:48

Smart SIM Diluncurkan, Biayanya Tak Berubah, Ini Keunggulannya

JAKARTA – Mulai hari ini (23/9) masyarakat bisa mendapatkan Smart…

Senin, 23 September 2019 10:13

Tujuh Hari Lahan di Cagar Alam Kersik Luway Terbakar, Petugas Minta Water Booming

PROKAL.CO, SAMARINDA - Areal cagar alam, Kersik Luway Kabupaten Kutai…

Senin, 23 September 2019 09:01
Bandar Narkoba Tewas

Satu Proyektil Bersarang di Kepala Bandar Narkoba

SAMARINDA–Irwan (35), pengedar narkoba yang ditangkap di kawasan simpang empat…

Senin, 23 September 2019 08:52

Bangun Ibu Kota, Perhatikan Kota Penyangga

Pembangunan ibu kota negara (IKN) di Penajam Paser Utara (PPU)…

Sabtu, 21 September 2019 11:45

Dilumpuhkan setelah Kejar-kejaran

SAMARINDA–Penyelundupan narkoba di Samarinda masuk radar Badan Narkotika Nasional (BNN)…

Sabtu, 21 September 2019 11:40

Ketika Ribuan Mahasiswa Menyuarakan Penolakan RUU KUHP dan UU KPK

Keprihatinan yang sama terhadap isu RUU KUHP dan UU KPK…

Sabtu, 21 September 2019 11:28

Jalan Ibu Kota Negara Dibagi Lima Zona

Ada banyak alasan mengapa kereta dipilih dibanding moda transportasi lain.…

Sabtu, 21 September 2019 11:27

Ancam Kebebasan Berekspresi, Banyak Masalah di RKUHP

BALIKPAPAN- Rancangan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (RKUHP) masih menjadi sorotan.…

Sabtu, 21 September 2019 11:26
RUU KUHP Hanya Ditunda, Bukan Dibatalkan

Jokowi Minta 14 Pasal RUU KUHP Dikaji Ulang

JAKARTA– Makin tingginya gelombang penolakan pada Rancangan Undang-Undang Kitab Undang-Undang…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*