MANAGED BY:
MINGGU
23 FEBRUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

UTAMA

Sabtu, 09 Februari 2019 12:44
Kapal Meledak, Terbongkarlah Dugaan Penyalahgunaan Penjualan Elpiji 3 Kg

Pertamina Cabut Izin Pangkalan

TERUS DISELIDIKI: Dermaga Sungai Mahakam dikelilingi garis polisi. Warga diminta untuk tidak mendekat ke lokasi. Tampak elpiji 3 kilogram turut diamankan. Foto kiri, segel elpiji 3 kilogram berwarna hijau. Menandakan gas tersebut untuk kuota Samarinda. Namun, diduga hendak dikirim ke Berau.

PROKAL.CO, SAMARINDA–Mulai jelas asal-usul tabung elpiji 3 kilogram yang sejatinya subsidi untuk ibu kota Kaltim, namun disalahgunakan. Sayangnya, siapa dalang dari penyelewengan tabung melon itu hingga kemarin (8/2) belum jelas. Pertamina sudah memberi peringatan keras. Sanksi administrasi dikeluarkan oleh perusahaan BUMN tersebut. Salah satu pangkalan di wilayah Palaran, Samarinda, izin operasinya dicabut.

Meski dua korban tewas yang sempat menghilang sudah ditemukan, yakni Jamaludin (52) dan Arman (24), penyelidikan akibat meledaknya KM Amalia yang membuat KM Tanjung Mas karam, masih diselidiki kepolisian.

Kaltim Post kembali ke dermaga Sungai Mahakam, Samarinda, kemarin. Namun, aksesnya terbatas, lantaran pagar utama sudah tertutup rapat. Dari luar, dermaga yang dikatakan Teguh Setia Wardhana, pejabat Dinas Perhubungan (Dishub) Samarinda itu ilegal, lantaran izinnya yang belum jelas, sudah tak ada aktivitas.

Wakasat Reskrim Polresta Samarinda AKP Triyanto menyebut, tempat kejadian perkara (TKP) memiliki status quo. “Dan memang tidak boleh ada kegiatan. Kalau sekadar penjagaan itu tidak masalah,” ungkapnya saat ditemui harian ini di ruangan kerjanya kemarin.

Perwira dengan balok tiga di pundak itu menjelaskan, belum ada perkembangan khusus terkait musibah yang merenggut tiga nyawa itu. “Kami sudah minta keterangan Alam, satu dari enam kru kapal yang saat kejadian di luar TKP (tempat kejadian perkara),” ujarnya.

Selain itu, ada dua korban lain yang hingga kemarin masih ditunggu pulih. “Muchtar dan Yordan Ardan Ali bakal menjadi saksi,” sambung Triyanto. Menyinggung bangkai kapal yang masih berada di dasar sungai, di kedalaman 11 meter, polisi belum bisa memastikan apakah bisa diangkat atau tidak.

Harian ini mendapat informasi, KM Tanjung Mas siap diangkat oleh pemiliknya. “Kalau itu mau dilakukan tidak masalah,” ujar eks kapolsek Muara Jawa tersebut. Musibah yang menelan korban jiwa itu, disebut Triyanto, juga bakal melibatkan tim Laboratorium Forensik Mabes Polri Cabang Surabaya.

Sayangnya, polisi belum bisa memastikan kapan waktu kedatangan petugas labfor tersebut. “Terkendala musibah di Pacitan, Jawa Timur. Ada jembatan ambruk. Tapi kami sudah kirim surat,” tegasnya.

Pekan depan, polisi berencana meminta keterangan Pertamina, Dishub Samarinda, dan beberapa instansi terkait lainnya yang berhubungan dengan musibah kapal meledak tersebut. Ditemukannya elpiji subsidi 3 kilogram, yang hendak dibawa keluar Kota Tepian, menurut Triyanto bisa jadi modal. “Dalam arti, mencari apakah ada indikasi pidana atau tidak,” terangnya.

Terkait sanksi administrasi, polisi tentu menyerahkan ke Pertamina. “Intinya masih sama, sedang diselidiki. Ada atau tidak tersangka nantinya, musibah di salah satu dermaga itu harus dijadikan pelajaran,” tegasnya.

Sementara itu, Sales Eksekutif LPG II Samarinda Widhi Adi Tri Hidayat mengatakan, setelah kasus meledaknya KM Amalia, Pertamina ikut menelusuri. Salah satunya dugaan pengiriman elpiji 3 kilogram kuota Samarinda ke Berau. Di mana dibuktikan dengan segel gas melon yang berwarna hijau. Sedangkan elpiji bersubsidi untuk kuota Berau, segelnya berwarna merah muda.

Dikatakan, PT Semoga Bustani Jaya, segelnya tertera di elpiji bersubsidi yang ditemukan dari KM Amalia juga telah dimintai klarifikasi oleh pihaknya. “Dari agen tidak membenarkan, kemungkinan besar dari pengecer,” jelas Widhi.

Menurut dia, meski nantinya ada penjelasan elpiji diperoleh dari pengecer, pihaknya tetap memberikan sanksi. Berupa skorsing. Khusus agen tidak dapat beroperasi selama dua minggu. Sedangkan pangkalan dicabut izinnya. Pria bertubuh tegap itu menjelaskan, pangkalan yang dicabut operasionalnya berlokasi di Palaran.

Perihal penyelidikan aparat berseragam cokelat, Widhi menuturkan, belum dapat konfirmasi lanjutan. “Kalau pemeriksaan salah satu kru kapal yang selamat sudah dimintai keterangan, artinya dari mana ratusan tabung elpiji itu bisa diketahui,” tambahnya. Meski agen atau pangkalan tidak terlibat langsung, Widhi secara tegas menyebut tetap ada sanksi yang dikeluarkan Pertamina.

Pihaknya tidak membenarkan, pengiriman elpiji dari Samarinda melalui jalur sungai atau laut. “Kalau di Kaltim, rata-rata jalur darat. Yang menggunakan perahu itu hanya ke Mahakam Ulu (Mahulu),” tambahnya. Pasalnya, ada standardisasi yang harus dipenuhi dalam distribusi elpiji. “Tentunya memengaruhi harga,” sebut Widhi. Selain itu, ada unsur keselamatan yang harus diperhatikan. Mulai penyusunan hingga kendaraan yang digunakan. Semuanya harus diperiksa terlebih dahulu.

Kepala Bidang Keselamatan Dinas Perhubungan (Dishub) Samarinda Agus Sri Hartoyo mempertanyakan penjelasan dari Kasi Dermaga dan Angkutan Sungai Dishub Samarinda Teguh Setia Wardana, yang menyebut dermaga Sungai Mahakam itu ilegal. “Saya baru sebulan, proses pendataan. Kami belum ada penjelasan tentang ilegal atau tidak,” ungkapnya.

Agus tak menampik, setelah adanya sederet musibah di perairan, ada peraturan khusus yang dikeluarkan pemerintah. “Dermaga di atas 7 ton, kewenangannya di tangan Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP),” lanjutnya.

Dan, kewenangan Dishub Samarinda sebatas kapal-kapal kecil. Sementara KM Amalia tujuan Bidukbiduk, Berau, itu bermuatan 50 ton. Jadi, izinnya dikeluarkan KSOP Klas II Samarinda.

 Diwartakan sebelumnya, ketenangan warga pada Selasa (5/2) malam berubah mencekam. Pekikan tolong meraung-raung. Warga berhamburan keluar rumah. Ledakan yang ditimbulkan mencapai radius sekitar 3 kilometer. KM Amalia yang mengangkut elpiji meledak di sekitar dermaga Sungai Mahakam di Jalan KH Mas Mansyur, Kelurahan Loa Bakung, Kecamatan Sungai Kunjang.

Jamaludin (50), Ramadhan (20), Arman (24), Yordan Ardan Ali alias Ningsih (20), dan Muchtar (20), berada dalam kapal. Semuanya istirahat. Hanya Alam (40), salah satu kru, yang di luar kapal saat peristiwa terjadi. (*/dra/rom/k8)


BACA JUGA

Minggu, 23 Februari 2020 08:58

Lubang Maut Terus Merenggut Nyawa, Korban Tenggelam Ke-36 di Eks Kolam Tambang

Dari puluhan kasus korban tewas di lubang bekas tambang, baru…

Minggu, 23 Februari 2020 08:57

Gubernur Jadi Dewan Pengarah Badan Otorita IKN

BALIKPAPAN–Pengesahan regulasi pemindahan ibu kota negara (IKN) molor. Sebelumnya, pemerintah…

Minggu, 23 Februari 2020 08:56

Untuk IKN, Pergub Pengendalian Lahan Dinanti

SELAIN Peraturan Presiden (Perpres) Badan Otorita yang mengawal pemindahan ibu…

Minggu, 23 Februari 2020 08:55

Proyek Dikorupsi, Kualitas Jalan Mengecewakan

BONTANG–Lelang yang bermasalah sejak awal, turut memengaruhi kualitas proyek preservasi…

Sabtu, 22 Februari 2020 17:28

Lubang Tambang Makan Korban Lagi, Satu Pemancing Hilang

SAMARINDA - Lubang sisa galian tambang batubara di Samarinda kembali…

Sabtu, 22 Februari 2020 10:45

YAELLAAA...!! Desember, Kunjungan Wisatawan di Kaltim Hanya 62 Orang

SAMARINDA – Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim mencatat kunjungan wisatawan…

Sabtu, 22 Februari 2020 10:20

PGRI dan MPR Minta Mapel Moral Pancasila Dihidupkan Lagi

JAKARTA- Pendidikan Pancasila sudah lama hilang dalam sistem pendidikan nasional…

Jumat, 21 Februari 2020 14:55

Di RUU CLK, Pesangon Masih Jadi Perdebatan

JAKARTA– Pesangon dan upah minimum  (UP) masih jadi perdebatan dalam…

Jumat, 21 Februari 2020 14:49

Beach Club Pemilik Lab Daur Ulang Sampah, Hasilkan Kotak Sabun, Lilin, serta Batu Bata

Banyak beach club di Bali. Namun, baru Potato Head yang…

Jumat, 21 Februari 2020 14:46

Imbas Tol, Permukiman Banjir Lumpur

BALIKPAPAN – Proyek pembangunan tol Balikpapan – Samarinda (Balsam) di…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers