MANAGED BY:
SENIN
19 AGUSTUS
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

KALTARA

Kamis, 31 Januari 2019 10:09
Rumah Warga Terkena Abrasi

Mukhlis: Sebagian Pantai di Sebatik Alami Abrasi

MAKIN PARAH: Kondisi pantai dalam wilayah dua kecamatan di Pulau Sebatik saat ini semakin tergerus pengikisan bibir pantai. Bahkan sudah ada rumah warga yang roboh akibat longsor.

PROKAL.CO, NUNUKAN – Abrasi yang terjadi di pantai Pulau Sebatik, khususnya di Kecamatan Sebatik dan Sebatik Timur, semakin tak terbendung. Pengikisan bibir pantai terjadi di Desa Tanjung Aru, Kecamatan Sebatik Timur. Berikut di Desa Pada Idi, Desa Sei Manurung, dan Tanjung Karang, Kecamatan Sebatik.

Camat Sebatik Mukhlis mengatakan, abrasi di Kecamatan Sebatik telah lama, bahkan ada dua rumah telah roboh akibat bibir pantai longsor. Penyebab longsor tersebut karena bibir pantai terkikis.

“Abrasi pantai di Kecamatan Sebatik ini sudah lama terjadi. Hampir sebagian bibir pantai di Sebatik terkena abrasi. Saat warga pertama kali membangun rumah, air masih jauh dari rumah. Namun, saat ini telah masuk hingga kolong rumah,” paparnya.

Diakui Camat Mukhlis, kondisi pantai di Sebatik telah berubah total. Pada 2005 pantai masih dipenuhi hamparan pasir putih. Namun saat ini, tak ada lagi pasir yang dapat dilihat. Beberapa warga memilih mencari tempat yang lebih aman. Seperti di Pantai Kayu Angin, dulu banyak pohon kayu angin yang berdiri kukuh tapi saat ini hampir habis diterjang ombak besar. Kurang lebih 10 tahun lalu pohon kayu angin masih jauh dari terjangan ombak, tapi semakin lama bibir pantai habis terkikis.

Camat Sebatik Timur Wahyuddin mengatakan, warga yang bermukim di Jalan Pantai Indah, Desa Tanjung Aru, terkena bencana alam diakibatkan tinggi gelombang air laut. Sebab, pada awal 2019 ini air laut mengalami pasang tinggi dan dipengaruhi angin utara yang berembus sangat kencang.

“Banyak kerusakan yang terjadi akibat gelombang yang cukup tinggi,” katanya.

 Wahyuddin menjelaskan, beberapa kerusakan akibat abrasi di sepanjang pantai Desa Tanjung Aru, pertama ada delapan rumah warga rusak, tiang patah dan hanya menggantung saat ini. Jembatan pos marinir mengalami patah pada tiang.

 “Perlu ada tindak lanjut dan memprioritaskan anggaran lanjutan pembangunan pemecah gelombang,” ujarnya. (kpg/san/k16)

loading...

BACA JUGA

Sabtu, 13 Juli 2019 11:32

Gakkum LHK Kalimantan Sita Ribuan Potong Kayu Olahan Illegal di Nunukan

PROKAL.CO, SAMARINDA - Penyidik SPORC Brigade Enggang Seksi Wilayah II…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*