MANAGED BY:
SABTU
24 AGUSTUS
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

UTAMA

Rabu, 23 Januari 2019 11:39
Bendungan Bilibili Meluap, Warga Panik, Dua Jembatan Ambruk
Karena Curah Hujan Tinggi, Pertama Kali di Bendungan Bilibili
Bendungan Bilibili meluap.

PROKAL.CO, MAKASSAR -Sirine berbunyi. Warga panik. Bilibili dalam status waspada. Inilah kali pertama Bendungan Bilibili yang dibangun pada 1991 itu, membuat panik secara masif. Warga bantaran Sungai Jeneberang berlarian.

Sesaat setelah alarm berbunyi nyaring, lima pintu pembuangan bendungan dibuka. Air bergolak. Melabrak semua yang ada di bawahnya. Termasuk jembatan penghubung Bontomarannu-Manuju, terputus.

Dampak domino pembukaan semua pintu pembuangan itu, benar-benar terasa. Banjir melanda pemukiman di sepanjang pesisir Sungai Jeneberang. Jembatan Kembar Sungguminasa pun sempat ditutup karena bergemuruh akibat hantaman arus deras limpahan Bilibili. Pembukaan pintu pembuangan dilakukan sejak pukul 07.00 Wita. Peningkatan elevasi muka air waduk sudah mencapai titik rawan: 101.64. Ketinggiannya sudah lebih dari 1 meter di atas mercu bendungan.

Kondisi itu membahayakan. Normalnya, hanya 99.50 saja. Pihak Balai Besar Wilayah Sungai Pompengan Jeneberang (BBWSPJ) tak ada pilihan. Mereka pun sempat beberapa kali memberi peringatan. Sirine.

Konsekuensinya jika pintu air dibuka, warga yang berada di sekitar area Sungai Jeneberang akan terdampak. “Jika pintu air tak dibuka, ancaman lebih besar akan datang. Bendungan jebol, sehingga menimbulkan dampak banjir skala besar," ungkap BBWSPJ, T Iskandar.

Faktor curah hujan yang tinggi membuat kondisi air di bendungan Bilibili meningkat. Mengancam konstruksi bendungan. Makanya saat kondisi ini terjadi, BBWSPJ langsung berkomunikasi dengan sejumlah kepala daerah yang diprediksi kena dampak luapan.                Termasuk memberi laporan ke gubernur dan wagub, serta sejumlah kepala daerah. Penetapan status waspada diambil atas pertimbangan kondisi bendungan. Bahkan hingga pukul 18.05 Wita, kenaikan elevasi muka air telah mencapai 101.87.

Meski begitu, hingga pukul 20.53 Wita, ada penurunan tingkat elevasi dengan angka 101.85. "Makanya kita turunkan status lagi dari waspada menjadi siaga. Sampai saat ini pintu air di wilayah hilir menuju Sungai Jeneberang masih kita buka," ungkapnya.

BBWSPJ belum bisa memprediksi kapan pintu air tersebut ditutup. Semua bergantung kondisi cuaca dan curah hujan, yang menjadi penyebab utama naiknya evelasi air bendungan. Memang, peristiwa ini baru terjadi selama beberapa tahun terakhir. Makanya masyarakat yang tinggal di sekitar sungai pun rata-rata baru merasakan banjir akibat luapan air.

"Laporan dari BMKG memang besar. Di atas 100 mm. Bahkan sempat sampai 300 mm," tambah Iskandar. 

Maksimal 103

Bendungan Bilibili pada dasarnya memiliki daya tampung 375 juta meter kubik dengan tingkat elevasi muka air 103. Dari daya tampung tersebut, yang efektif untuk kebutuhan irigasi hingga PDAM, 345 juta meter kubik.           Sisanya yakni 29 juta meter kubik untuk tampungan mati demi keperluan pemeliharaan bendungan. Ketika hampir mendekati tingkat elevasi maksimal, BBWSPJ sudah harus melakukan tindakan. Membuka pintu air jadi pilihan. Itu untuk menormalkan daya tampung bendungan.

Sebetulnya, pintu air dibuka sedikit demi sedikit saat tingkat elevasi bendungan sudah mencapai 99.42. Hanya saja, belum berefek, lantaran bukaan pintu yang masih kecil.  "Saat proses bukaan, kami umumkan ke masyarakat di wilayah hilir bendungan. Jangkauan pengumumannya hingga 4 kilometer dari pusat bendungan. Jadi bukan membunyikan sirine," urai Iskandar.

Prores itu dinilai sudah sesuai standar operasional. BBWSPJ baru membuka pintu secara menyeluruh saat tingkat elevasi mencapai angka 101.64 pada pukul 07.00 Wita pagi kemarin.  "Kita cegah tingkat elevasi mencapai 103, karena kondisi daya tampung bendungan. Ketika sudah mendekati, harus kita buka pintu air untuk kembali menormalkan daya tampung yang ada," tambahnya.

 

Dampak Besar

Tumpahan air Bendungan Bilibili membuat dua jembatan di Gowa ambruk. Yakni di Kampung Palingang, Perbatasan Desa Moncongloe dan Tanakaraeng di Kecamatan Manuju. Juga Jembatan Lemoa, di Desa Pattallikang.  Ambruknya dua jembatan ini akses menuju Kecamatan Bungaya dan Botolempangan terputus. Warga yang hendak melintas tak bisa lagi menyebrang. Beruntung tak ada korban jiwa.

Wakil Bupati Gowa, Abd Rauf Malaganni didampingi Kadis Pekerjaan Umum (PU) Mundoap, meninjau langsung kondisi jembatan ini. Mundoap menjelaskan, dengan ambruknya kedua jembatan ini akses ke dataran tinggi betul-betul terputus. Sebab, untuk memutar melewati Jeneponto juga tak bisa sebab di Jeneponto ada jembatan yang amruk.

"Insyaallah, mulai besok (hari ini) kita upayakan buat dulu jalan sementara di sana. Semoga cuaca segera normal," harapnya.  Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan menyerukan agar warga bersama-sama berdoa dan ia berharap cuaca bisa kembali normal kembali. "Kita akan berupaya terus menyalurkan bantuan kepada warga yang terkena bencana," tambahnya. ((SUARDI-RUDIANSYAH-SYAEFUL/Fajar)

 


BACA JUGA

Sabtu, 24 Agustus 2019 11:56

Akhirnya..!! Pemerkosa 12 Bocah Segera Dikebiri

MOJOKERTO – Pemerkosa dan pelaku pelecehan seksual terhadap anak-anak memang…

Sabtu, 24 Agustus 2019 11:44
Liverpool vs Arsenal

Ancaman Trio Baru The Gunners

LIVERPOOL– Arsenal menjelma menjadi tim pupuk bawang dalam enam laga…

Sabtu, 24 Agustus 2019 10:09

Calon IKN, Penajam Sudah Mulai Bangun Ini untuk Konektivitas ke Balikpapan

PROKAL.CO, BALIKPAPAN - Dua Kabupaten di Kaltim yang terpilih menjadi…

Jumat, 23 Agustus 2019 23:48
Pemindahan Ibukota Negara ke Kalimantan

Untuk Tahap Pertama, 200 Ribu KK ASN Bakal Huni Rumah Vertikal di Kalimantan

Rencana pemindahan ibu kota dari DKI Jakarta ke Kalimantan masih…

Jumat, 23 Agustus 2019 12:01
GRID, Mengimajinasikan Masa Depan Indonesia melalui Gambar

26 Tahun Lagi Peserta Panjat Pinang Adalah Robot

Pernahkah membayangkan wajah Indonesia pada 2045? Komunitas Graphic Recorder Indonesia…

Jumat, 23 Agustus 2019 11:59

Masjidilharam Kian Longgar, Nabawi Mulai Ramai

MAKKAH–Jamaah haji Indonesia merupakan yang terbesar sedunia. Seiring dengan mulai…

Jumat, 23 Agustus 2019 11:26
Keceplosan IKN Pindah ke Kaltim

Desain Ibu Kota Negara Disebut Sementara

JAKARTA – Spekulan-spekulan tanah di Kalimantan Timur (Kaltim) sepertinya gagal…

Jumat, 23 Agustus 2019 11:13
Istana Masih Malu-Malu Pilih Kaltim

Menteri-Presiden Beda Pendapat, Gubernur Maklum

BALIKPAPAN–Teka-teki pemindahan ibu kota negara ke Kalimantan diwarnai dagelan oleh…

Jumat, 23 Agustus 2019 11:00

Ada OPM di Balik Kerusuhan Papua

JAKARTA– Otak kerusuhan saat aksi massa di Papua dan Papua…

Jumat, 23 Agustus 2019 10:46

PTS Berpeluang Dipimpin Rektor Asing

JAKARTA – Peraturan yang lebih fleksibel membuat peluang rektor asing…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*