MANAGED BY:
SENIN
26 AGUSTUS
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

MASKULIN

Minggu, 20 Januari 2019 10:30
Membuat Amplang di Papua
KARYAWAN: Bagi Taufik, menyejahterakan karyawan termasuk salah satu motivasinya untuk bersemangat menjalani usaha. Dia bahagia bisa membuka lapangan pekerjaan yang bermanfaat bagi orang lain.

PROKAL.CO, HINGGA kini, Taufik Rahmani masih aktif mengikuti berbagai kegiatan kewirausahaan seperti seminar dan pelatihan. Bekerja sama dengan dinas terkait dan terlibat sebagai konsultan produksi. Dari situ, dia kerap diundang sebagai narasumber berbagai seminar. Berbagi ilmu dengan para pengusaha Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).

Sering mengisi berbagai kegiatan wirausaha di Indonesia, Taufik pun sdah pernah menginjakkan kakinya di tanah Papua. Mengisi seminar dan pelatihan membuat amplang pada November 2018 lalu. Tak disangka, peminatnya cukup banyak. Sekitar 90 UMKM terlibat. Meski bentuk produk amplangnya sama, Taufik menekankan jika untuk di Papua, namanya bukan amplang melainkan gutatos ikan tenggiri.

Dia mengaku membuat amplang secara autodidak. Namun, untuk sistem produksi, Taufik memiliki cara-cara tersendiri sehingga berbeda. Dia menggunakan alat-alat dan mesin yang lebih memudahkan dari segi waktu, biaya, dan tenaga.

Bicara motivasi, hal itu datang ketika Taufik berhasil mengikuti Tenaga Kerja Muda Profesional (TKMP) yang diadakan oleh Departemen Tenaga Kerja (Depnaker) pada 1997. Saat itu, Indonesia masih terdiri dari 27 provinsi. Taufik menjadi perwakilan dari Kalimantan Timur. Walau tak meraih gelar juara, dia lolos hingga lima besar dan tak berkecil hati. Banyak pengalaman yang diraihnya ketika mengikuti kegiatan tersebut. Saling berbagi dengan penggiat UMKM lain. Dari situ, dia bisa melihat bagaimana potensi usaha orang bisa maju, bagaimana cara pemasaran, dan cara mengatur kemasan.

Memiliki usaha sejak 27 tahun lalu, pengalaman tak biasa terkait komplain dirasakannya. Ada dua kejadian yang diingat, yakni komplain dari seseorang yang alergi setelah memakan amplang yang bukan buatannya. Taufik kebingungan saat itu.

“Dia itu beli amplang milik orang lain, tapi dikemasnya di dalam kardus saya. Jadi dia menghubungi saya karena ada alamat lengkap di dus itu. Saya bilang, kalau memang benar itu produk saya, ya saya siap bertanggung jawab. Ternyata pas dilihat fotonya, ternyata bukan amplang saya. Padahal, sebelumnya dia sudah mau menuntut tapi akhirnya minta maaf juga,” ungkap pria kelahiran Samarinda tersebut.

Hal lainnya adalah ketika produk kerupuk ikannya disangka menggunakan pewarna pakaian oleh Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM). Taufik tak mengerti dari mana informasi itu mulai mencuat sampai tersebar di media. Akhirnya, dia komplain dan mereka juga meminta maaf.

Tak hanya fokus menjual produk amplang dan lainnya, dia kerap membuka kelas belajar membuat amplang di rumahnya. Kelas tersebut ada yang berbayar dan gratis. Sudah banyak orang yang datang untuk belajar termasuk dari luar Samarinda seperti Bontang. Ada peserta dari Bontang yang setelah tiga hari mengikuti pelatihan, langsung memproduksi amplang dan menjualnya. Diajarkan dari dasar, para peserta juga mengembangkan produknya sendiri seperti amplang rumput laut dan amplang cumi.

Berbicara strategi, Taufik melebarkan sayapnya ke ranah online. Selain itu, dia sudah bekerja sama dengan beberapa ekspedisi untuk mengirimkan produk ke rumah konsumen. Menurutnya, sistem penjualan harus dikembangkan karena zaman sekarang semua orang ingin serba praktis. Seperti halnya jika konsumen ingin membeli di toko, mereka bisa menggunakan kartu debit sebagai alat pembayaran selain tunai.

Sering mengisi seminar kewirausahaan, Taufik juga beberapa kali menjadi pembicara di depan mahasiswa, salah satunya di Universitas Mulawarman. Tujuannya memang ingin menumbuhkan semangat kewirausahaan.

“Jangan sampai mahasiswa itu mentalnya hanya ingin jadi pegawai tapi harus jadi pengusaha. Saya dari dulu memang enggak mau disuruh orang. Sekecil apapun usaha kita, yang penting kita adalah bosnya,” tandas ayah beranak tiga itu. (*/ysm*/rdm2)

 

loading...

BACA JUGA

Senin, 19 Agustus 2019 10:22

Rudy Setiawan, Abaikan Komentar Baik, Fokus Komentar Buruk

Dia pernah berkeringat menjadi kuli bangunan, sopir, hingga office boy.…

Senin, 19 Agustus 2019 10:21

Prinsip 267 dan Bumbu Cinta

RUDY Setiawan sudah tahan banting mengelola Restoran Dandito. Berawal dari…

Senin, 05 Agustus 2019 09:55

Tidak Asal Mendaki Gunung, Ini Persiapan Matang Meraih Puncak

Mendaki gunung menjadi kegiatan paling diminati oleh kalangan muda. Hal…

Senin, 05 Agustus 2019 09:54

Mendaki, Bikin Bugar Badan dan Sehat Mental

TIDAK hanya kaya akan budaya, Indonesia merupakan negara yang dianugerahi…

Senin, 29 Juli 2019 09:41

Sadar Berasuransi, Ketahui Kebutuhan, Kenali Perusahaan yang Menawarkan

Agar kelak kehidupan pada masa mendatang terjamin, salah satunya menggunakan…

Senin, 29 Juli 2019 09:40

Asuransi, Mempersiapkan demi Kebaikan Masa Depan

DIANGGAP belum menjadi kebutuhan utama dan tidak terdesak, banyak orang…

Jumat, 26 Juli 2019 13:39

Ini Alasan Gaya Kerja Kaum Millenial Gampang Resign dan Minta Gaji Tinggi

 Kaum milenial dan Gen-Z memiliki gairah bekerja yang masih segar.…

Kamis, 25 Juli 2019 23:57

Waspada Jika Pasangan Mendadak Suka Olahraga, Jangan-Jangan Selingkuh

Berhati-hatilah ketika pasangan Anda secara tiba-tiba mulai berolahraga. Karena pasangan…

Senin, 22 Juli 2019 10:33

Richard Peter Ririhena, Asyik di Dunia Perhotelan

Mulanya dia bekerja sebagai waiter, lalu cook helper. Pernah menjadi…

Senin, 22 Juli 2019 10:32

Utamakan Disiplin dan Tanggung Jawab

MENURUT Richard Peter Ririhena kerja sama dan kekompakan tim wajib…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*