MANAGED BY:
MINGGU
20 OKTOBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

KOLOM ZAINAL MUTTAQIN

Kamis, 17 Januari 2019 08:57
Batal Mendarat di Samarinda

PROKAL.CO, CATATAN: ZAINAL MUTTAQIN(*)

SEJAK Bandara Samarinda Baru (BSB) dioperasikan, ditandai penerbangan perdana tanggal 20 November 2018 Garuda Indonesia dari Samarinda ke Jakarta, saya sangat ingin bisa ikut merasakan mendarat di bandara yang bernama APT Pranoto itu.

Ketika bandara itu pertama kali dibangun, lebih 10 tahun yang lampau, selalu saya singgahi setiap melewati Sungai Siring dalam perjalanan darat dari Balikpapan ke Bontang maupun Sangatta. Sepuluh hari yang lalu, saya juga saya sempatkan singgah ke bandara itu. Ketika diajak kawan saya mengunjungi proyeknya persis di sebelah bandara.

Nah, kesempatan pun tiba. Rabu kemarin, saya diajak kawan-kawan di Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kaltim, untuk makan malam bersama di Samarinda.  Saya pun langsung mencari tiket pesawat jurusan Surabaya ke Samarinda. Ada tiga penerbangan Lion Air Group. Pukul 10.00, 12.00, dan 14.45.

Saya cari tiket melalui jalur online. Ternyata sudah tidak tersedia. Saya sempat berprasangka buruk, jangan-jangan para penyedia tiket online itu belum mau menjual tiket jurusan Samarinda, karena merupakan jalur baru. Belum ada peminatnya.

Saya mencoba bertanya kepada kawan pengusaha travel. Ternyata jawabnya memang tiket Surabaya ke Samarinda ludes semua. Untuk semua penerbangan.

Kawan saya itu berusaha membantu. Akhirnya dapatlah saya tiket Lion JT-666. Jadwal terbangnya  pukul 14.45 WIB. Naik pesawatnya tercantum di boarding pass pukul 14.15. Harganya Rp 1.569.000.

Ternyata sebelum pukul 14.15 saya sudah mendengar pengumuman, bahwa penumpang pesawat JT-666 naik pesawat melalui Gate 2 di Bandara Juanda Surabaya.

Semua kursi terisi penumpang. Pesawat tepat waktu bergerak menuju landasan pacu. Hujan cukup lewat mengguyur siang kemarin. Pesawat cukup lama menunggu giliran terbang di taxi way. Lalu lintas pesawat mendarat, maupun yang akan terbang, sangat ramai. Saya lihat di arloji, setelah antre merayap di taxi way selama 30 menit, barulah pesawat kami mendapat giliran take off.

Dari ruang kemudi, pilot mengumumkan bahwa penerbangan menuju Samarinda ditempuh satu jam dan dua puluh menit. Akan ada sedikit guncangan, di sepanjang penerbangan.

Setelah itu, saya tertidur cukup pulas. Ketika terbangun, tak lama kemudian terdengar pengumuman dari pilot yang memohon maaf, pesawat belum bisa mendarat di Samarinda, karena cuaca buruk. Dan masih akan diusahakan mendarat di Samarinda.

Pesawat kami pun berputar-putar di atas Samarinda. Dari jendela, saya lihat awan putih cukup tebal. Ketika melewati awan itu, terasa pesawat berguncang. Pemandangan lain, saat berada di atas Samarinda itu, tampak jelas sebagian kawasan pertambangan batu bara.

Setelah 30 menit berputar-putar di atas Kota Tepian, terdengar pengumuman dari pramugari, bahwa pesawat tidak bisa mendarat di Samarinda. Jarak pandang hanya 1 kilometer.

"Dengan terpaksa pesawat akan mendarat di Balikpapan," kata pramugari.

JT-666 pun akhirnya mendarat di Balikpapan. Tidak tampak reaksi negatif, satu pun dari penumpang. Semua penumpang seolah bisa menerima pesawat mendarat di Sepinggan. Mereka semua masih harus melanjutkan perjalanan ke Samarinda dengan mobil, perlu waktu tiga jam lagi. Dan tentu masih perlu berjam-jam lagi, bagi yang menuju kota-kota lainnya, seperti Bontang dan Sangatta.

Meski belum bisa merasakan mendarat di BSB, saya bersyukur karena mendarat di Balikpapan bisa langsung pulang ke rumah, yang kebetulan sedang ada tiga cucu saya kumpul bersama neneknya.

Saya pernah merasakan terbang dari Jakarta menuju Balikpapan. Ketika itu ternyata pesawatnya tidak bisa mendarat di Balikpapan. Pesawat pun akhirnya dialihkan mendarat di Banjar Baru, Kalimantan Selatan. Sangat jauh dari Balikpapan. Jika ditempuh lewat darat dengan bus atau mobil, perlu waktu 12 jam.

Dengan adanya Bandara Samarinda Baru itu, jika ada kendala mendarat di Balikpapan, tentu tidak perlu lagi dialihkan ke Banjar Baru. Bisa ke Bandara Samarinda, hanya perlu waktu sekitar tiga jam ditempuh jalan darat. (far/k15)

(*) Komisaris Kaltim Post Group


BACA JUGA

Kamis, 18 Oktober 2012 11:07

Hajar Dua Perempuan, Nikita Ditahan

<div> <div> <strong>JAKARTA - </strong>Nikita Mirzani tersandung masalah. Aktris…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*