MANAGED BY:
RABU
21 AGUSTUS
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Rabu, 16 Januari 2019 06:50
Pasokan Turun, Harga Sayuran Melejit
CUACA BURUK: Harga wortel dan sayur lainnya di pasar tradisional Balikpapan mengalami kenaikan karena minimnya pasokan. Kondisi ini diprediksi terjadi hingga Februari. (PAKSI SANDANG PRABOWO/KP)

PROKAL.CO, BALIKPAPAN - Ombak besar akibat cuaca buruk yang terjadi pada triwulan IV 2018 diyakini menjadi memicu harga sejumlah bahan makanan di pasaran. Pasalnya, kondisi tersebut mengganggu distribusi dan produksi tanaman dari daerah pemasok.

"Sayuran seperti wortel sekarang harganya Rp 40 ribu per kilogram dan barangnya sekarang susah. Pasokan menurun. Padahal harga biasanya hanya Rp 12 ribu per kilogram," ungkap Imam, salah satu  pedagang di Pasar Klandasan, Selasa (15/1).

Dia menjelaskan, sejak sepekan terakhir, kiriman pasokan dari luar daerah terbatas. Kondisi tersebut seperti sebuah menjadi tradisi tahunan setiap awal tahun. Di mana harga barang-barang yang didatangkan dari Pulau Jawa selalu naik. Biasanya karena cuaca hingga libur akhir tahun.

Imam menyebutkan, komoditas lain yang terkena dampak, yakni kol, bawang merah, tomat dan bawang prei. Masing-masing secara berurutan, sebut Anwar, dijual Rp 17 ribu per kg dari Rp 12 ribu per kg; Rp 36 ribu hingga Rp 38 ribu dari Rp 30 ribu per kg; Rp 20 ribu dari Rp 12 ribu per kg; dan Rp 40 ribu dari Rp 20 ribu.

Belakangan, sawi harganya juga ikut naik. Melesat ke level Rp 25 ribu dari awalnya Rp 20 ribu per kg. Senada dengannya, Irma, pedagang di kawasan Pasar Klandasan juga mencatatkan kenaikan harga sejumlah komoditas yang dijual. "Tiap awal tahun, barang dari Jawa sudah pasti naik. Seperti bawang prei, sekarang wortel," ucapnya.

Ia menyebutkan, pasokan memang terganggu atau lebih sedikit dari biasanya. Kejadian ini, biasanya terjadi hingga Februari mendatang. Kemungkinan memasuki April, Mei, dan Juni harga juga naik lagi karena momen Ramadan dan Idulfitri.

Terpisah, Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Uniba Didik Hadiyatno mengatakan, fenomena ini pasti akan terjadi. Pasalnya, ketergantungan Balikpapan akan pasokan barang dari luar daerah cukup tinggi. Bahkan mencapai 80 persen, bahan pokok berasal dari daerah lain.

“Ketika daerah pemasok sedang dalam kondisi penurunan produksi, imbasnya barang sedikit, harga naik sudah jelas. Itu sudah hukum ekonomi. Di saat seperti ini apalagi cuaca buruk, selain pertanian tidak berproduksi dengan baik, distribusi juga terganggu,” terangnya. (aji/ndu/k15)

loading...

BACA JUGA

Rabu, 21 Agustus 2019 10:20

Investor Harus Dibuat Nyaman

SAMARINDA- Kaltim sudah lama menikmati pertumbuhan ekonomi dari komoditas tidak…

Rabu, 21 Agustus 2019 10:16

Ekonomi Lokal Masih Dilanda Ketidakpastian

Sepanjang semester I 2019, ketidakpastian masih menyelimuti iklim ekonomi di…

Rabu, 21 Agustus 2019 09:36

Terkesan Setengah-Setengah, Penurunan Tiket Belum Berdampak

Penurunan tarif tiket pesawat berbiaya rendah atau low cost carrier…

Rabu, 21 Agustus 2019 09:35

Garap Wisata Muslim, Singapura Incar Wisatawan Asal Kaltim

BALIKPAPAN- Singapura fokus mengembangkan wisata muslim untuk mengerek kunjungan dari…

Rabu, 21 Agustus 2019 09:29

Hindari Over Supply, PLN Incar Industri

BALIKPAPAN - PT PLN (Persero) tengah dihadapkan dengan ancaman surplus…

Rabu, 21 Agustus 2019 09:28

Telkomsel Fokus Layanan Broadband

BALIKPAPAN- Telkomsel mencatat sudah 90 persen wilayah di Kalimantan terjangkau…

Selasa, 20 Agustus 2019 13:03

Sektor Tambang Turun, Penerimaan Baru 52,69 Persen

Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jendral Pajak (DJP) Kaltimra tampaknya harus…

Selasa, 20 Agustus 2019 12:37

New Triton Jadi Andalan Masuk Tambang

BALIKPAPAN – Setelah mengajak konsumen dan jurnalis menjajal New Triton…

Selasa, 20 Agustus 2019 12:36

Minta Perusahaan Peduli Pekerja

BALIKPAPAN-  BPJS Ketenagakerjaan regional Kalimantan masih memiliki pekerjaan rumah yang…

Selasa, 20 Agustus 2019 12:35

Nelayan Pun Disertifikasi

BALIKPAPAN – Bukan cuma tenaga pengajar, nelayan pun harus disertifikasi.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*