MANAGED BY:
SELASA
22 OKTOBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

UTAMA

Selasa, 15 Januari 2019 06:51
Leasing Masih Waswas Terapkan DP 0 Persen
ENGGAN GEGABAH: Leasing di Bumi Etam masih enggan menerapkan kebijakan baru yang dikeluarkan OJK terkait aturan DP 0 persen untuk kredit kendaraan bermotor karena risiko kredit bermasalah cukup tinggi. Memiliki bodi yang tangguh, Xpander siap memberi kenyamanan dan keamanan bagi penggunanya.(DOK/KP)

PROKAL.CO, BALIKPAPAN - Meski Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah mengeluarkan kebijakan pelonggaran uang muka atau (down payment/DP) kredit kendaraan bermotor hingga 0 persen, leasing di Bumi Etam tak lantas mendongkrak target kinerja tahun ini. Risiko kredit bermasalah yang masih tinggi jadi alasan utama.

Pemimpin PT Pegadaian (Persero) area Balikpapan Asror Maskuri mengatakan, pihaknya masih wait and see terkait kebijakan ini. Memang pasar sangat suka, tapi bagi leasing masih waswas. Karena cicilan per bulannya pasti mahal atau tenornya panjang. “Kami belum mengambil keputusan terkait ketentuan baru DP 0 persen ini. Kami masih menunggu kebijakan direksi," ujarnya, Senin (14/1).

Saat ini, Pegadaian turut menyalurkan kredit untuk kendaraan bermotor baru maupun bekas melalui produk Amanah. Adapun uang muka yang diterapkan 10 persen untuk sepeda motor dan 20 persen untuk mobil.

Terpisah, Manager Marketing FIF Group area Kaltim Frans Banjar Pandapotan Silalahi menuturkan, sejumlah perusahaan pembiayaan mengaku belum melakukan penyesuaian. "Saat ini, kami masih menghitung karena DP 0 persen tingkat risikonya tinggi," tuturnya.

Dia mengungkapkan, sudah mengetahui ketentuan tersebut tahun ini, melainkan sudah sejak dua tahun lalu. Kalau pun diterapkan, dia memastikan ketentuan tersebut hanya berlaku untuk konsumen loyal atau yang punya track record bagus. Frans menyebutkan, besaran uang muka yang diterapkan saat ini paling rendah sebesar 5-6 persen.

Tahun lalu, pihaknya mencatatkan realisasi penyaluran kredit motor di Balikpapan dan Penajam Paser Utara (PPU) sebesar Rp 181 miliar. Jumlah itu meningkat 6 persen dari perolehan 2017 yang mencapai Rp 170 miliar. "Itu khusus untuk motor baru. Secara target terpenuhi 101 persen, tahun 2019 FIF mengejar target tumbuh 12 persen dari 2018," jelasnya.

Diketahui, Pasal 20 dari peraturan tersebut mengatur perusahaan pembiayaan yang memiliki tingkat kesehatan keuangan dengan kondisi minimum sehat dan mempunyai nilai Rasio NPF Neto untuk pembiayaan kendaraan bermotor lebih rendah atau sama dengan 1 persen dapat menerapkan ketentuan besaran uang muka pembiayaan kendaraan bermotor sebesar 0 persen dari harga jual.

Kebijakan ini boleh diterapkan kepada debitur kendaraan bermotor roda dua atau tiga, kendaraan bermotor roda empat atau lebih yang digunakan untuk pembiayaan investasi dan bagi kendaraan bermotor roda empat atau lebih yang digunakan untuk pembiayaan multiguna.

Branch Manager Toyota Astra Finance (TAF) area Balikpapan Zultan Sahgumai mengatakan, untuk kendaraan roda empat kebijakan ini cukup berat. “Ya kalau punya track record bagus tidak apa-apa. Tapi kalau yang baru dilihat lagi kemampuan finance mereka,” terangnya.

Menurutnya, efek dari kondisi ekonomi dan anjloknya batu bara beberapa tahun lalu masih menyisakan non-performing loan (NPL) yang cukup tinggi. Makanya ketika batu bara memulai pergerakan harga yang positif, pihaknya fokus kepada perbaikan NPL. Ia membeberkan, NPL TAF wilayah kerjanya telah membaik.

“Mulai saat ini, permintaan pikap 4WD banjir permintaan. Bahkan naik hingga 10 persen. Tapi, kami tidak lantas menerimanya saja. Kami lebih memilih kepada konsumen yang sudah memiliki portofolio bagus di TAF,” sebutnya.

Untuk mencetak laba perusahaan, pihaknya tidak hanya mengandalkan lini bisnis pembiayaan kendaraan bermotor. Sekarang modal usaha, pembiayaan umrah, dan lainnya juga bisa dicairkan. “Namun, layanan ini hanya kami berikan kepada konsumen setia kami saja. Jadi, tambahan plus-plus bagi mereka,” bebernya. Secara komposisi, penyalurannya memang masih kecil. Kredit untuk kendaraan roda empat masih di pangsa tertinggi. Yakni 80 persen. Sisanya produk pinjaman lainnya. (aji/ndu/k15)


BACA JUGA

Senin, 21 Oktober 2019 13:39

Tahun Depan UMP Naik, Hotel Belum Berani Naikkan Tarif

Meski upah minimum provinsi (UMP) dan upah minimum kabupaten/kota (UMK)…

Senin, 21 Oktober 2019 13:38

Courtesy Call dengan Presiden dengan Negara Sahabat, Tawarkan Kereta Hingga BUMN

JAKARTA - Momen courtesy call yang dilaksanakan Presiden Joko Widodo…

Senin, 21 Oktober 2019 13:18

Ada OTT KPK, Berharap Akses ke APT Pranoto Tak Terdampak

RENCANA kegiatan peningkatan jalan menuju Bandara Aji Pangeran Tumenggung (APT)…

Senin, 21 Oktober 2019 13:18

OTT KPK, Bukti Abai terhadap Kualitas

BALIKPAPAN-Operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap sejumlah…

Senin, 21 Oktober 2019 13:17

Bakal Revisi UU yang Hambat Investasi

Joko Widodo dan Ma’ruf Amin dilantik sebagai presiden dan wakil…

Senin, 21 Oktober 2019 11:10

Ketika Anak Kembar SMP Ikut Desain Ibu Kota Republik

Dua anak kembar asal Kota Solok berhasil membuat desain ibukota…

Senin, 21 Oktober 2019 11:09
Penghuni Rumah Dinas Wakil Presiden Berganti

Mufidah Kalla Bagikan Merpati Peliharaan, Ma'ruf Boyongan Bawa Sarung

Jusuf Kalla (JK) dan Kiai Ma’ruf Amin (KMA) menjalani kehidupan…

Senin, 21 Oktober 2019 11:07

Berharap Akses ke APT Pranoto Tak Terdampak

RENCANA kegiatan peningkatan jalan menuju Bandara Aji Pangeran Tumenggung (APT)…

Senin, 21 Oktober 2019 11:01

Portofolio Calon Menteri Beredar, Ada Said Aqil, Edhy Prabowo hingga Viktor Laiskodat

JAKARTA– Presiden Joko Widodo ingin langsung tancap gas bekerja usai…

Senin, 21 Oktober 2019 10:41

CATAT JANJI JOKOWI, Akan Revisi Puluhan Undang-Undang Yang Hambat Investasi

JAKARTA– Joko Widodo berkomitmen akan bekerja dengan cepat dan memberikan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*