MANAGED BY:
SELASA
29 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

SELISIK/LAPSUS

Senin, 14 Januari 2019 08:38
Nelayan Hanya Kaya Lautan
NELAYAN DEMO: Sejumlah nelayan yang memproses aktivitas bongkar muat batu bara di perairan Manggar, Balikpapan Timur, September tahun lalu.

PROKAL.CO,

Takkan ada ikan gurih di meja makan, tanpa ada jerih payah nelayan.

AWAN hitam tampak bergulung-gulung di horizon utara. Perlahan-lahan mendekati kapal motor milik Herman. Walaupun telah lama mengenal laut Tanjung Batu, Berau, belum tentu bisa bersahabat dengan samudra. Lautan bisa saja jadi ganas tiba-tiba. Batinnya memintanya kembali ke rumah, dan dalam sekali entakan mesin perahunya meraung garang membelah laut menuju daratan. Lagi pula, sejumlah ikan sudah memenuhi kapalnya. Kembali jadi pilihan terbaik.

Rasa waswas itu senada dengan pendapat Mirojul dan Taufik dalam jurnal berjudul Nelayan, Lingkungan, dan Perubahan Iklim (2017, Vol 68, hal 28) menyatakan, kondisi sosial dan ekonomi nelayan di Indonesia memprihatinkan tidak terlepas dari pola kemiskinan dan ketidakpastian ekonomi terlebih saat ini.

Tak hanya itu, nelayan dihadapkan dengan ancaman perubahan iklim. Laporan Food and Agriculture Organization of The United Nation (FAO) yang berjudul The Impact of Disasters on Agriculture and Food Security pada 2015 juga menyebutkan, bahwa kekeringan banjir, badai, dan bencana lain yang dipicu perubahan iklim telah meningkat dalam frekuensi dan tingkat keparahan selama tiga dekade terakhir.

Seturut itu dalam laporan United Nation Development Program (UNDP) pada 2007 dengan judul Sisi Lain Perubahan Iklim: mengapa Indonesia harus beradaptasi untuk melindungi rakyat miskinnya menyatakan naiknya permukaan air laut menggenangi wilayah pesisir sehingga akan menghancurkan tambak-tambak ikan di Jawa, Kalimantan, dan Sulawesi.

Nah, pahit-manis menjadi seorang nelayan dengan kapasitas kapal dan alat tangkap yang mungkin di bawah standar, telah dijalani Herman. Dia tidak berpikir untuk pindah ke wilayah perairan lain, pesisir Berau telah banyak memberinya kehidupan. Apalagi, kapasitas kapal yang dia miliki hanya mampu berlayar sejauh 2 mil.

Halaman:

BACA JUGA

Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers