MANAGED BY:
SELASA
20 AGUSTUS
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

FEATURE

Sabtu, 12 Januari 2019 07:19
Kuasai Semua Alat Musik di Pendopo

Djoko Sudiro, Tunanetra Pengajar Gamelan

PAKAR SENI: Djoko Sudiro melatih anak-anak di Kampung Herbal, Kecamatan Sukolilo, Surabaya.

PROKAL.CO, Kondisi Djoko Sudiro memang terbatas. Namun, Djoko tidak berhenti belajar, mengajar, dan bersosialisasi. Meski tunanetra, dia didapuk sebagai pakar seni di Kampung Herbal Nginden Jangkungan.

GALIH ADI PRASETYO, Surabaya

SUARA khas gamelan terdengar sejak masuk mulut gang Kampung Herbal Nginden Jangkungan, Kecamatan Sukolilo. Semakin jauh masuk, suaranya makin jelas. Sumbernya berasal dari sebuah bangunan kayu. Pendapa Pusaka Budaya.

Sebanyak 15 anak sedang asyik memainkan alat musik logam itu. Sesekali seorang pria tua mengoreksi ketukan yang salah. ’’Ayo Vero, tirukan Bapak. Lihat Bapak cara mukulnya,” ujar Djoko Sudiro kepada seorang anak di samping kirinya. Dia dan bocah laki-laki itu memegang saron, salah satu alat gamelan berbentuk lempengan besi pipih.

Ya, sudah lima tahun terakhir Djoko menjadi pelatih anak-anak di Kampung Herbal. Di sela-sela kesibukan mengajar, dia masih sempat menyisakan waktu untuk anak-anak di kampungnya.

Djoko merupakan seorang penyandang tunanetra. Sejak lahir. Namun, hal itu tidak lantas membuat pria 55 tahun tersebut berdiam diri. Justru dia punya bakat luar biasa. Bermain musik, khususnya gamelan.

Dia ingat betul kali pertama memegang alat musik saat masuk sekolah dasar. Tidak ada kesulitan yang berarti bagi Djoko kecil. ’’Saya sering mendengarkan gamelan. Dari radio. Saat itulah, saya membayangkan pegang alatnya,’’ ujarnya.

Sejak awal dia memegang bonang. Sebuah alat gamelan yang berfungsi sebagai melodi. Terdiri atas 12 pencon (seperti gong kecil), dimainkan dengan dua tangan.

Kian hari permainannya semakin bagus. Terus berlangsung hingga dia menginjak SMA. Bahkan, menjadi pengajar di Yayasan Pendidikan Anak Buta (YPAB) Surabaya. ”Ngajar bahasa Jawa dan gamelan juga di sana. Untuk SMP dan SMA,” kata bapak dua anak itu.

Karena bakatnya itu, dia sering tampil di berbagai daerah. Yang paling dia ingat adalah saat bermain di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) atas undangan Tien Soeharto. Lalu, saat menjadi pengiring tari di Keraton Solo. ’’Saat itu, yang tunanetra hanya saya,’’ jelasnya.

Kebiasaan meresapi setiap alunan membuat Djoko hafal betul suara alat apa yang dipukul. Tak heran saat mengajar, pendengarannya begitu peka. Dengan mudah mengoreksi kesalahan saat mengajar anak-anak. ’’Hebatnya lagi, Pak Djoko bisa main dua alat sekaligus meski jenisnya beda lho,” kata Iwan Ridwan, warga yang ikut menyaksikan latihan.

Iwan mengatakan, Djoko memang disegani banyak warga. Soal urusan seni, Djoko paling diandalkan. ”Selain ngajar anak-anak, dia mengajar bapak-bapak dan ibu-ibu di sini,” ujar pria yang juga kader lingkungan Kampung Herbal itu.

Memang pendopo milik Kampung Herbal itu digunakan banyak warga untuk berkegiatan. Contohnya, berlatih tari dan drama. Itu dilakukan saat ada acara kampung atau tamu yang bertandang.

Tenaganya pun mengandalkan warga kampung sendiri. Biasanya, bapak-bapak bertugas menabuh musik. Sementara itu, ibu-ibu menari. ”Kalau musik, Pak Djoko yang mengurusi. Beliau yang mengaransemen dan menyesuaikan dengan tari,” ujar Ketua PKK Kampung Herbal Eka Sri Lestari.

Djoko mengatakan, Pendapa Pusaka Budaya memang memberikan banyak dampak positif. Warga jadi lebih guyub satu lama lain. Anak-anak lebih mengenal musik tradisional. ”Tapi, ngajar anak-anak memang lebih sulit. Susah diatur. Nah, yang dewasa kadang keminter,” celetuknya, disambut tawa warga.

Selain gamelan, di pendopo itu banyak alat musik lain. Misalnya, patrol dan elekton. Pengajarnya sama, Djoko. ”Semua alat di sini memang sudah dikuasai Pak Djoko. Ingat musik ya ingat beliau. Manut Pak Djoko pokoknya,” ujar Iwan. (*/c6/ano/jpg/dwi/k8)

loading...

BACA JUGA

Jumat, 16 Agustus 2019 10:07

Begini Suasana Saat Anak Donald Trump Tinjau Langsung Proyek di Tanah Lot

Presiden AS Donald Trump terlibat dalam proyek prestisius di Kawasan…

Jumat, 16 Agustus 2019 09:28

Begini Cara Gus Mus Menghormati Para Guru

USIANYA sudah 86 tahun. Sudah hampir tiga dekade silam dia…

Selasa, 13 Agustus 2019 12:34
Dari Kasus Bule Cebok di Pancoran Pura Beji Monkey Forest Ubud

Warga Siapkan Upacara Guru Piduka, Pasangan Bule Ceko Diminta Hadir

Untuk kesekian kalinya, tempat suci menjadi sasaran pelecehan. Kali ini,…

Selasa, 13 Agustus 2019 10:37
Menjaga Kelawasan Sekaligus Menambah Penghasilan

Kampung Kayutangan, Kampung Heritage Tujuan Wisata

Jika Seoul punya Bukchon Hanok Village, Malang punya Kampung Kayutangan.…

Sabtu, 10 Agustus 2019 14:39

Syanaz Nadya Winanto Putri, Petik Hikmah dari Tertahannya Tas-Tas Produknya di Bandara Rusia

Tas-tas produk Syanaz Nadya Winanto Putri dituding petugas bandara Rusia…

Jumat, 09 Agustus 2019 09:07

Ini Dia, Pasangan Pengembang Software Pertanian Tania

Di tangan pasangan suami istri ini, bertani menjadi semakin optimal…

Senin, 05 Agustus 2019 09:26

Dua Putri Dayak Raih Emas di Korsel berkat Obat Penyembuh Kanker Payudara

Jangan remehkan alam. Sebab, alam menyediakan bermacam obat untuk berbagai…

Jumat, 02 Agustus 2019 10:52

Cerita Anggota Komunitas Difabel DC2

Tak mudah menjadi penyandang disabilitas di negeri ini. Keterbatasan fisik,…

Rabu, 31 Juli 2019 13:18
Mengunjungi Daerah Terdampak Gempa Palu

Tiap Ada Getaran, Siswa Berlari ke Titik Selamat

Gempa, tsunami, dan likuefaksi meluluhlantakkan Kota Palu dan Donggala. Lebih…

Senin, 29 Juli 2019 11:39

Kisah Irang Pemusik Sekaligus Pembuat Alat Musik Khas Kalimantan

Dari kecil bermusik merupakan hobi sekaligus penenang jiwa bagi Irang…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*