MANAGED BY:
KAMIS
22 AGUSTUS
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

KALTIM

Selasa, 08 Januari 2019 07:29
Honor KPPS Minim, KPU Khawatir
-

PROKAL.CO, PENAJAM - Minat warga Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) untuk kembali menjadi kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS) dikhawatirkan berkurang. Mengingat jumlah honorarium yang diterima petugas penyelenggara pemilu di tingkat tempat pemungutan suara (TPS) itu relatif rendah.

Hanya Rp 550 ribu untuk ketua dan Rp 500 ribu untuk anggota. Sesuai Surat Menteri Keuangan (Menkeu) Nomor S-118/MK.02/2016 tentang Penetapan Standar Biaya Honorarium Tahapan Pemilu Anggota DPR, DPD, DPRD, Presiden, dan Wakil Presiden, serta Tahapan Pemilihan Gubernur/Bupati/Wali Kota Serentak.

Sementara mereka harus mengurusi dua pemilihan umum (pemilu) sekaligus. Yakni pemilihan presiden (pilpres) dan pemilihan legislatif (pileg). Mengantisipasi hal tersebut, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten PPU tengah menugaskan panitia pemilihan kecamatan (PPK) untuk mendata petugas KPPS yang sebelumnya terlibat dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2018.

Khusus Kabupaten PPU, melaksanakan dua pilkada sekaligus, yakni Pemilihan Bupati (Pilbup) PPU dan Pemilihan Gubernur (Pilgub) Kaltim. Sehingga, masalah yang terjadi saat perekrutan KPPS pada Pemilu 2014 tidak terulang kembali.

“Makanya di-prepare jauh-jauh. Misalkan berapa persen yang bersedia menjadi KPPS dan yang kekurangan berapa, itu nanti akan saya follow-up dengan teman-teman stakeholder,” ucap Ketua KPU PPU, Feri Mei Efendi di kantornya, Senin (7/1).

Feri pun meminta PPK untuk mempersiapkan penyelenggara di tingkat TPS. Dalam hal ini KPPS. Sehingga persoalan yang terjadi pada 2014, banyak yang tidak bersedia menjadi KPPS tidak terjadi lagi. Pada Pemilu 2014, KPU Kabupaten PPU sampai merekrut guru sebagai petugas KPPS karena banyak petugas KPPS mengundurkan diri.

Sebagian besar kekurangan petugas tersebut terjadi karena pengunduran diri itu diakibatkan honorarium yang diterima KPPS lebih kecil dibandingkan saat Pilgub Kaltim 2013. Pada Pilgub Kaltim, petugas KPPS menerima Rp 900 ribu sedangkan Pemilu 2014, ketua KPPS hanya menerima Rp 400 ribu dan anggota Rp 350 ribu.

Dikhawatirkan aksi serupa bisa terulang kembali karena beban kerja KPPS pemilu tahun ini jauh lebih berat ketimbang pilkada tahun lalu. Pasalnya, ada lima surat suara yang harus dihitung usai pemungutan suara dan bakal memakan waktu penghitungan cukup lama.

Sampai kemarin, kami masih meraba-raba jumlah KPPS yang bersedia dan tidak. Sambil menunggu data di lapangan. Jika yang tidak bersedia 30–40 persen, kami akan koordinasi dengan pemerintah daerah dan KPU Provinsi (Kaltim),” ucap mantan pewarta media cetak ini.

Pada Pilkada 2018, jumlah TPS di Kabupaten PPU ada 340 TPS. Untuk satu TPS dibutuhkan tujuh petugas TPS. Sehingga jumlah petugas yang dibutuhkan adalah 2.380 orang. Sedangkan jumlah TPS pada Pemilu 2019 sebanyak 515 TPS adalah 3.605 orang. Perekrutan KPPS akan dilaksanakan sebulan sebelum pemilu.

Sekira pertengahan Maret 2019. Dengan masa tugas petugas KPPS yang dibatasi dua kali periode. Jika melihat jumlah TPS yang demikian, KPU perlu merekrut petugas KPPS di luar jumlah petugas KPPS yang sebelumnya bertugas pada Pilkada 2018.

“Kemungkinan banyak yang kurang. Cuma saya belum dapat progres dari PPK. Untuk meminta dikoordinasi melalui PPS mengenai perekrutan petugas KPPS tersebut,” pungkasnya. (*/kip/kri/k16)


BACA JUGA

Kamis, 22 Agustus 2019 12:22

Diduga Bawa Kayu Hasil Pembalakan Liar, Warga Labanan Ditangkap di Tanjung

TANJUNG REDEB – Bawa kayu ulin tanpa dilengkapi surat, Risman…

Kamis, 22 Agustus 2019 12:22

Kurangnya Budaya Membuat Karya Ilmiah, Guru Susah Naik Pangkat

Minat guru dalam membuat karya ilmiah di Kabupaten Kutai Timur…

Kamis, 22 Agustus 2019 12:20

Baju Adat Terbaik Kedua HUT Ke-74 RI di Istana Negara

Berau harus berbangga. Sebab, tepat pada Hari Kemerdekaan ke-74 Republik…

Kamis, 22 Agustus 2019 12:19

SMP 2 Kembali Mandi Debu

Kejadian tahun 2012 kembali menimpa SMP 2 Loa Kulu. DLH…

Kamis, 22 Agustus 2019 12:17

Warga Perbatasan Ditangkap

SENDAWAR – Peredaran 102 poket sabu seberat 56,5 gram berhasil…

Kamis, 22 Agustus 2019 12:15

Sabu 615 Gram Nyaris Beredar di Tenggarong

TENGGARONG - Anggota Satuan Reskoba Polres Kukar berhasil menggagalkan peredaran…

Kamis, 22 Agustus 2019 12:14

Akses Jalan Menuju Pesisir Diprioritaskan

PENAJAM – Beberapa waktu lalu, Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD)…

Kamis, 22 Agustus 2019 12:11

Akar Bajakah Juga Tumbuh di PPU

Siapa yang tidak tahu akar bajakah. Tanaman yang merambat dan…

Rabu, 21 Agustus 2019 10:57

Terdakwa Penganiaya Anak Minta Bebas

TANJUNG REDEB–Setelah dituntut satu tahun penjara, terdakwa dugaan penganiayaan anak…

Rabu, 21 Agustus 2019 10:56

PLN Pastikan Sistem Kelistrikan Sudah Normal, Sinyal Beri Kompensasi

Pemadaman listrik sudah berangsur normal. Terkait kompensasi bisa diberikan. Namun,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*