MANAGED BY:
SABTU
21 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Selasa, 01 Januari 2019 06:40
Potensi Pasar Saham Syariah
-

PROKAL.CO, PASAR saham syariah menunjukkan kinerja yang positif pada 2018. Jumlah investor saham syariah per November tumbuh 82 persen. Hingga akhir tahun ini, pertumbuhannya diperkirakan minimal mencapai 90 persen.

Kepala Divisi Syariah Bursa Efek Indonesia (BEI) Irwan Abdalloh menyatakan, kinerja perdagangan saham syariah konsisten di atas 50 persen. “Komposisi saham syariah, market cap, trading value, trading volume, dan frekuensi,” tuturnya.

Pasar modal syariah memiliki tiga tantangan besar. Pertama, tingkat literasi dan inklusi yang masih rendah. Artinya, kegiatan edukasi dan literasi menjadi perhatian yang utama. Kedua, penerbitan produk investasi syariah yang masih terbatas pada saham syariah, sukuk, dan reksa dana syariah. Padahal, secara regulasi sudah ada efek beragun aset (EBA) syariah dan real estate investment trusts (REITs) syariah. “Ketiga, pemerintah masih mendominasi market share sukuk,” katanya.

Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso mengungkapkan, industri jasa keuangan syariah juga tumbuh positif selama 2018. Terbukti, aset perbankan syariah dan pembiayaan syariah (bank umum syariah dan unit usaha syariah), serta aset industri keuangan nonbank (IKNB) syariah mengalami pertumbuhan. Per Oktober 2018, masing-masing tumbuh 7,09 persen; 9,52 persen; dan 0,59 persen.

Untuk mendorong peran serta keuangan syariah dalam mendukung penyediaan sumber dana pembangunan, OJK memfasilitasi pendirian bank wakaf mikro (lembaga keuangan mikro syariah/LKMS). Juga, melaksanakan kegiatan sosialisasi terkait keuangan syariah bekerja sama dengan masyarakat ekonomi syariah (MES) dan Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS). “Terdapat 41 bank wakaf mikro dengan nilai pembiayaan Rp 9,72 miliar dan melibatkan 8.373 debitur,” ungkapnya.

Wimboh menargetkan pertumbuhan pasar modal syariah lebih tinggi tahun depan. Saat ini, kata dia, masih banyak yang harus didorong melalui pembinaan. “Harus lebih baik daripada tahun ini,” tandasnya. (nis/jpg/ndu/k15)


BACA JUGA

Jumat, 20 September 2019 11:36

Harga CPO Mulai Membaik

SAMARINDA- Harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit diharapkan segera…

Jumat, 20 September 2019 11:33
Buruan Datangi Mitsubishi Motors Auto Show

Banyak Promo Menarik dan Harga Spesial

BALIKPAPAN- PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (PT MMKSI)…

Jumat, 20 September 2019 11:04

Uang Muka Rumah dan Kendaraan Kian Rendah

JAKARTA – Ketegangan hubungan dagang AS dan Tiongkok yang diikuti…

Jumat, 20 September 2019 10:01

Porang Bisa Dibudidayakan di Kaltim, Punya Nilai Ekspor ke Jepang, Tiongkok, dan Vietnam

BALIKPAPAN – Kalimantan Timur diharapkan mampu mengurangi ketergantungan terhadap sumber…

Jumat, 20 September 2019 09:59

BI Bisa Turunkan Suku Bunga Acuan

JAKARTA– Setelah dua kali memangkas 7-day reverse repo rate (7DRRR)…

Jumat, 20 September 2019 09:54

Pajak Lahan Progresif Bikin Resah

JAKARTA– Tahun ini diakui sebagai periode yang menantang bagi dunia…

Rabu, 18 September 2019 14:17
PT Taspen Ajak ASN Berwirausaha

Gandeng Pegawai Lingkungan Pemprov Kaltim dan Pemkot Samarinda

SAMARINDA-PT TASPEN Persero Cabang Samarinda Kaltim menyelenggarakan acara Program Wirausaha…

Rabu, 18 September 2019 13:07

Banyak Diserap Industri Rumahan, Daging Kerbau Laris di Kaltim

BALIKPAPAN- Sempat sulit diterima, permintaan daging kerbau di Kalimantan Timur…

Rabu, 18 September 2019 13:06

DPK Kaltim Capai Rp 94,45 Triliun

SAMARINDA-Jumlah penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) di Kaltim mengalami peningkatan…

Rabu, 18 September 2019 13:02

Semester Pertama Kinerja Kontruksi Kaltim Melambat

SAMARINDA-Kinerja lapangan usaha konstruksi Kaltim triwulan II 2019 tumbuh positif…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*