MANAGED BY:
KAMIS
20 FEBRUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

LIFESTYLE

Senin, 24 Desember 2018 10:12
Masih Relevankan Memarahi Anak Jika Berbuat Salah?
Ilustrasi: memarahi anak ketika berbuat salah bukalnlah cara yang tepat. Sebab, justru akan membuat anak kesal dan tidak belajar dari kesalahan. (walkingontravels.com)

PROKAL.CO, Banyak anggapan yang masih diterapkan oleh orang tua bahwa mendidik anak-anak yang baik adalah dengan cara yang keras, yaitu marah apabila anak berbuat salah. Sebab, berpendapat bahwa anak-anak akan mengulangi kesalahan yang sama.

Ternyata tindakan tersebut sangat tidak disarankan. Marah-marah dengan berteriak hanya membuat anak tertekan dan bukan belajar dari kesalahan.

"Mengekspresikan marah dengan teriak membentak sangat tidak disarankan. Ada research ketika membentak ada sel yang hilang di perkembangan otak anaknya," kata Sishi Semet, Psikolog Anak, saat ditemui di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan, Kamis (20/12), seperti disitat dari laman JawaPos.com. 

 

Bolehkah Marah-marah pada Anak? Simak PenjelasannyaPsikolog anak, Sishi Semet menyarankan orang tua tidak memarahi anak jika berbuat salah. (Inri Sembiring/JawaPos.com)

Orang tua, lanjutnya, perlu sadar bahwa tindakan atau perilaku yang dilakukan pada anak bisa saja ditiru oleh anak. Sebab, orang tua biasanya dijadikan sebagai role model atau panutan oleh anak.

"Ketika anak ditegur karena dia berteriak-teriak, anak akan bingung, bahwa orang tuanya sendiri saja bertindak teriak-teriak," tambah Sishi Semet.

Kalau memang anak telah melakukan sesuatu hal yang negatif, menurut Sishi, lebih tepat diberi tahu bahwa perilakunya salah. Ketika menegur sebaiknya jangan menyalahi anak itu sendiri, tetapi tegurlah atas perilakunya dan berikan alasan mengapa perilaku tersebut salah.

Dengan demikian, si anak tahu bahwa perilaku yang baru saja diperbuat salah dan tidak diulangi lagi. Sebaliknya, jika orang ua hanya menyalahkan saja maka tidak akan mengajari anak untuk lebih baik lagi. Bahkan, anak akan merasa tidak disayang karena hanya mendapatkan ekspresi tidak enak dari orang tuanya. Beri tahu secara spesifik dan beri tahu perilaku yang diharapkan. Jika anak belum mengerti, ditelaah kembali apakah kalimat saat menegur sudah jelas atau belum. (Inr/JPC)


BACA JUGA

Selasa, 18 Februari 2020 10:41

Carpal Tunnel Syndrome, Tak Bisa Diprediksi, Pergi Lalu Datang Lagi

Hampir setiap orang mungkin menganggap kesemutan sebagai hal wajar. Bahkan…

Selasa, 18 Februari 2020 10:40

Jangan Anggap Sepele, Kesemutan Berujung Operasi

SERUPA tapi tak sama. Sindrom guyon adalah akibat dari saraf…

Selasa, 18 Februari 2020 10:37

Dulu Benci Kini Jatuh Hati, Koleksi 300 Reptil

Memiliki gecko ratusan ekor cukup membuktikan kecintaan Hansen Gunawan terhadap…

Selasa, 18 Februari 2020 10:35

Teliti Memandikan Sugar Glider

TAK cukup jatuh hati pada gecko, Hansen Gunawan kembali jatuh…

Selasa, 18 Februari 2020 10:33

Sup Buntut Bakar Kaya Rempah

Sajian menu boleh saja sama. Makin banyak orang familiar dan…

Selasa, 18 Februari 2020 10:32

Nasi Goreng Komplit dan Si Merah Romantis

Salah satu menu favorit di Swiss-Belhotel Balikpapan adalah nasi goreng…

Rabu, 12 Februari 2020 11:24

Organic Parenting, Kecerdasan Emosi Meningkat

KONTEN jadi hal utama yang harus diperhatikan orangtua. Di samping…

Rabu, 12 Februari 2020 11:24

Tertarik Profesi YouTuber hingga Selebgram

MUDAHNYA akses segala informasi jadi keuntungan bagi generasi Alpha. Hal…

Rabu, 12 Februari 2020 11:23

Generasi Alpha, Dekat dengan Digital, Lebih Kreatif

Anak-anak yang lahir dan dekat dengan teknologi masa kini dikenal…

Senin, 27 Januari 2020 12:04

Makan Kenyang Ayam Utuh

Ikan merupakan salah satu bahan makanan yang kerap dikonsumsi. Diolah…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers