MANAGED BY:
SENIN
25 MEI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

PRO BISNIS

Senin, 24 Desember 2018 06:47
WADUH...!! Sektor Ini Masih Mendominasi Kredit Bermasalah
TETAP WASPADA: Kredit bermasalah di Kaltim saat ini masih didominasi sektor pertambangan dan penggalian, yaitu batu bara. Tapi ini merupakan sisa kredit macet saat sektor ini anjlok.

PROKAL.CO, SAMARINDA – Tingkat kredit bermasalah atau non performing loan (NPL) di Kaltim saat ini masih mengkhawatirkan. Karena berada di atas threshold 5 persen, tepatnya sebesar 5,49 persen. Sektor pertambangan dan penggalian yaitu batu bara diklaim memberi andil terbesar, dengan share mencapai 19,42 persen dari total NPL di Benua Etam.

Sejalan dengan pertumbuhan ekonomi Kaltim, intermediasi perbankan mengalami peningkatan dengan membaiknya pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) yang diiringi oleh pertumbuhan kredit. Meskipun demikian, peningkatan risiko kredit perlu diwaspadai yang bersumber dari sektor pertambangan.

Peningkatan harga batu bara yang lebih rendah apabila dibandingkan tahun lalu, menyebabkan repayment capacity pelaku usaha atau korporasi pertambangan berkurang. Sehingga berdampak terhadap risiko kredit sektor perbankan. Dengan adanya indikasi peningkatan risiko kredit tersebut, risiko likuiditas perbankan masih terjaga pada level yang aman.

Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kaltim Dwi Ariyanto mengatakan, jika dilihat asal NPL dari sektor ekonomi, yang pertama masih berasal dari sektor pertambangan dan penggalian. Lalu kepemilikan ruko, dari sektor konstruksi dan jasa kemasyarakatan atau sektor hiburan.

“Hingga saat ini sektor penggalian dan pertambangan masih mendominasi NPL. Jika dilihat dari share NPL pertambangan mencapai 19,42 persen atau Rp 812 miliar dari total NPL Kaltim,” ungkapnya, Minggu (23/12).

Dia menjelaskan, kinerja keuangan perbankan di Kaltim-Kaltara saat ini masih tumbuh positif. Aset tumbuh sebesar 11,88 persen menjadi Rp 108,13 triliun, DPK tumbuh sebesar 12,35 persen menjadi Rp 98,82 triliun. Begitu juga kredit tumbuh 3,07 persen menjadi Rp 71,98 triliun, dengan NPL yang terus membaik.

“Hingga saat ini NPL memang masih didominasi sektor batu bara. Namun, ini masih merupakan sisa-sisa kredit macet saat sektor ini sedang anjlok,” katanya.

Jika dilihat dari risiko kreditnya, justru kredit investasi memberi kontribusi tertinggi terhadap pertumbuhan NPL yakni mencapai 8,38 persen. Struktur ekonomi Kaltim yang masih ditopang oleh sektor ekstraksi, bisa jadi memengaruhi hal tersebut. Dengan artian, sektor tersebut masih menjadi sektor utama investasi di Kaltim, dengan tingkat risiko yang cukup tinggi.

“Saat ini masih mendominasi, tapi kontribusinya terus mengecil. Hal itu terjadi karena perbankan sejak beberapa tahun lalu sangat hati-hati menyalurkan kredit pada sektor batu bara. Perbankan lebih memilih mengecilkan NPL dan menyalurkan pada sektor yang lebih potensial,” tuturnya.

Dia menjelaskan, berdasarkan spasial, Balikpapan memiliki risiko kredit tertinggi dengan NPL sebesar 9,33 persen. Selain itu, kota yang memiliki angka NPL di atas treshold 5 persen adalah Samarinda dengan NPL sebesar 7,35 persen.

“Sektor batu bara masih mendominasi NPL, tapi jika saya lihat ada perbaikan. Kontribusinya terus mengecil. Ini butuh proses. Lama kelamaan NPL akan mengecil seiring perbankan yang terus menerapkan prinsip kehati-hatian,” pungkasnya. (*/ctr/ndu/k18)


BACA JUGA

Jumat, 31 Januari 2020 11:47

Tambah Satu Crane, PT Pelindo IV Matangkan Rencana Pengembangan Semayang

PT Pelindo IV Balikpapan optimistis kinerja sepanjang tahun ini lebih…

Kamis, 30 Januari 2020 15:04

Jadi Favorit, Permintaan Kopi Terus Naik

SURABAYA– Permintaan kopi dalam negeri terus meningkat. Itu tidak terlepas…

Kamis, 30 Januari 2020 14:44

RUU Omnibus Law Optimistis Dongkrak Ekonomi Daerah

Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) kebijakan omnibus law bisa mendorong kinerja…

Kamis, 30 Januari 2020 14:44

Kunjungan Bisnis Terganggu Corona

SAMARINDA – Penyebaran wabah virus corona berpotensi menghambat pengusaha dalam…

Rabu, 29 Januari 2020 13:09

Krakatau Steel Restrukturisasi Utang

JAKARTA – PT Krakatau Steel Tbk berhasil merestrukturisasi utang senilai…

Rabu, 29 Januari 2020 12:07

Target Integrasikan Pelabuhan di Kaltim

BALIKPAPAN - PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) IV siap mendukung berjalannya…

Selasa, 28 Januari 2020 13:40

Garap Mobil Listrik Hyundai Inves USD 750 Juta

JAKARTA– Grab Indonesia bekerja sama dengan PT Hyundai Motor Indonesia…

Selasa, 28 Januari 2020 10:48

Bantu UMKM Perluas Pasar

SAMARINDA- Tak hanya mempermudah pelaku usaha mikro kecil dan menengah…

Selasa, 28 Januari 2020 10:42

Pertahankan Resep Warisan Mertua, Terbantu Marketplace

Menjaga konsistensi rasa masakan dan memuaskan pelanggan menjadi kunci sukses…

Senin, 27 Januari 2020 12:09
Menjaga Eksistensi Usaha ala Hadlan Feriyanto Munajat

Jangan Lupa Bahagia, Kombinasikan Hobi dengan Bisnis

Berbisnis tak melulu soal keuntungan. Tapi akan lebih memuaskan jika…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers