MANAGED BY:
RABU
23 OKTOBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

PRO BISNIS

Senin, 24 Desember 2018 06:47
WADUH...!! Sektor Ini Masih Mendominasi Kredit Bermasalah
TETAP WASPADA: Kredit bermasalah di Kaltim saat ini masih didominasi sektor pertambangan dan penggalian, yaitu batu bara. Tapi ini merupakan sisa kredit macet saat sektor ini anjlok.

PROKAL.CO, SAMARINDA – Tingkat kredit bermasalah atau non performing loan (NPL) di Kaltim saat ini masih mengkhawatirkan. Karena berada di atas threshold 5 persen, tepatnya sebesar 5,49 persen. Sektor pertambangan dan penggalian yaitu batu bara diklaim memberi andil terbesar, dengan share mencapai 19,42 persen dari total NPL di Benua Etam.

Sejalan dengan pertumbuhan ekonomi Kaltim, intermediasi perbankan mengalami peningkatan dengan membaiknya pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) yang diiringi oleh pertumbuhan kredit. Meskipun demikian, peningkatan risiko kredit perlu diwaspadai yang bersumber dari sektor pertambangan.

Peningkatan harga batu bara yang lebih rendah apabila dibandingkan tahun lalu, menyebabkan repayment capacity pelaku usaha atau korporasi pertambangan berkurang. Sehingga berdampak terhadap risiko kredit sektor perbankan. Dengan adanya indikasi peningkatan risiko kredit tersebut, risiko likuiditas perbankan masih terjaga pada level yang aman.

Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kaltim Dwi Ariyanto mengatakan, jika dilihat asal NPL dari sektor ekonomi, yang pertama masih berasal dari sektor pertambangan dan penggalian. Lalu kepemilikan ruko, dari sektor konstruksi dan jasa kemasyarakatan atau sektor hiburan.

“Hingga saat ini sektor penggalian dan pertambangan masih mendominasi NPL. Jika dilihat dari share NPL pertambangan mencapai 19,42 persen atau Rp 812 miliar dari total NPL Kaltim,” ungkapnya, Minggu (23/12).

Dia menjelaskan, kinerja keuangan perbankan di Kaltim-Kaltara saat ini masih tumbuh positif. Aset tumbuh sebesar 11,88 persen menjadi Rp 108,13 triliun, DPK tumbuh sebesar 12,35 persen menjadi Rp 98,82 triliun. Begitu juga kredit tumbuh 3,07 persen menjadi Rp 71,98 triliun, dengan NPL yang terus membaik.

“Hingga saat ini NPL memang masih didominasi sektor batu bara. Namun, ini masih merupakan sisa-sisa kredit macet saat sektor ini sedang anjlok,” katanya.

Jika dilihat dari risiko kreditnya, justru kredit investasi memberi kontribusi tertinggi terhadap pertumbuhan NPL yakni mencapai 8,38 persen. Struktur ekonomi Kaltim yang masih ditopang oleh sektor ekstraksi, bisa jadi memengaruhi hal tersebut. Dengan artian, sektor tersebut masih menjadi sektor utama investasi di Kaltim, dengan tingkat risiko yang cukup tinggi.

“Saat ini masih mendominasi, tapi kontribusinya terus mengecil. Hal itu terjadi karena perbankan sejak beberapa tahun lalu sangat hati-hati menyalurkan kredit pada sektor batu bara. Perbankan lebih memilih mengecilkan NPL dan menyalurkan pada sektor yang lebih potensial,” tuturnya.

Dia menjelaskan, berdasarkan spasial, Balikpapan memiliki risiko kredit tertinggi dengan NPL sebesar 9,33 persen. Selain itu, kota yang memiliki angka NPL di atas treshold 5 persen adalah Samarinda dengan NPL sebesar 7,35 persen.

“Sektor batu bara masih mendominasi NPL, tapi jika saya lihat ada perbaikan. Kontribusinya terus mengecil. Ini butuh proses. Lama kelamaan NPL akan mengecil seiring perbankan yang terus menerapkan prinsip kehati-hatian,” pungkasnya. (*/ctr/ndu/k18)


BACA JUGA

Senin, 21 Oktober 2019 13:40

Investasi Terhambat, Konsumsi Tersendat

JAKARTA– Kondisi ekonomi global belum juga menunjukkan sinyal yang membaik.…

Senin, 21 Oktober 2019 10:12

Terdampak Perang Dagang AS-Tiongkok, Kinerja Ekspor Kaltim Melemah

SAMARINDA – Perang dagang antara Amerika Serikat dan Tiongkok yang…

Senin, 21 Oktober 2019 10:11

Tekan Biaya Investasi dengan Konsorsium

BALIKPAPAN – PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) bersama dengan PT…

Sabtu, 19 Oktober 2019 11:14

Nikmati Diskon Natal dari Sekarang

SAMARINDA – Tak perlu menunggu akhir tahun untuk menikmati diskon…

Sabtu, 19 Oktober 2019 11:03

April 2020, Ponsel BM Tak Lagi Bisa Beredar

JAKARTA– Rencana penegakan peraturan validasi International Mobile Equipment Identity (IMEI)…

Jumat, 18 Oktober 2019 11:26

Ekspor CPO ke India Bisa Membesar

SAMARINDA – Pengusaha kelapa sawit tampaknya bisa memperbesar ekspor crude…

Jumat, 18 Oktober 2019 11:18

Perusahaan Kaltim Minat IPO, Sudah Ada 12 Perusahaan yang Serius

BALIKPAPAN – Bursa Efek Indonesia (BEI) Balikpapan terus mendorong minat…

Kamis, 17 Oktober 2019 10:33

10 BUMN Bantu Merpati Terbang Lagi

JAKARTA– Sepuluh badan usaha milik negara (BUMN) bersinergi untuk membangkitkan…

Kamis, 17 Oktober 2019 10:18

Tanpa IKN, Investasi Hilirisasi Harus Masuk

SAMARINDA – Tumbuhnya sektor lain selain pertambangan batu bara diharapkan…

Kamis, 17 Oktober 2019 10:17

Apindo Berencana Bangun Kawasan Ekonomi, Lirik Lahan 10 Hektare di Kawasan IKN

Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kaltim bertekad untuk berkontribusi dalam pembangunan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*