MANAGED BY:
RABU
30 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

PRO BISNIS

Senin, 24 Desember 2018 06:47
WADUH...!! Sektor Ini Masih Mendominasi Kredit Bermasalah
TETAP WASPADA: Kredit bermasalah di Kaltim saat ini masih didominasi sektor pertambangan dan penggalian, yaitu batu bara. Tapi ini merupakan sisa kredit macet saat sektor ini anjlok.

PROKAL.CO,

SAMARINDA – Tingkat kredit bermasalah atau non performing loan (NPL) di Kaltim saat ini masih mengkhawatirkan. Karena berada di atas threshold 5 persen, tepatnya sebesar 5,49 persen. Sektor pertambangan dan penggalian yaitu batu bara diklaim memberi andil terbesar, dengan share mencapai 19,42 persen dari total NPL di Benua Etam.

Sejalan dengan pertumbuhan ekonomi Kaltim, intermediasi perbankan mengalami peningkatan dengan membaiknya pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) yang diiringi oleh pertumbuhan kredit. Meskipun demikian, peningkatan risiko kredit perlu diwaspadai yang bersumber dari sektor pertambangan.

Peningkatan harga batu bara yang lebih rendah apabila dibandingkan tahun lalu, menyebabkan repayment capacity pelaku usaha atau korporasi pertambangan berkurang. Sehingga berdampak terhadap risiko kredit sektor perbankan. Dengan adanya indikasi peningkatan risiko kredit tersebut, risiko likuiditas perbankan masih terjaga pada level yang aman.

Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kaltim Dwi Ariyanto mengatakan, jika dilihat asal NPL dari sektor ekonomi, yang pertama masih berasal dari sektor pertambangan dan penggalian. Lalu kepemilikan ruko, dari sektor konstruksi dan jasa kemasyarakatan atau sektor hiburan.

“Hingga saat ini sektor penggalian dan pertambangan masih mendominasi NPL. Jika dilihat dari share NPL pertambangan mencapai 19,42 persen atau Rp 812 miliar dari total NPL Kaltim,” ungkapnya, Minggu (23/12).

Dia menjelaskan, kinerja keuangan perbankan di Kaltim-Kaltara saat ini masih tumbuh positif. Aset tumbuh sebesar 11,88 persen menjadi Rp 108,13 triliun, DPK tumbuh sebesar 12,35 persen menjadi Rp 98,82 triliun. Begitu juga kredit tumbuh 3,07 persen menjadi Rp 71,98 triliun, dengan NPL yang terus membaik.

Halaman:

BACA JUGA

Rabu, 30 September 2020 11:09

Lanjutkan Efisiensi, Bidik Rencana Likuidasi 14 BUMN

JAKARTA- Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) terus melanjutkan langkah…

Rabu, 30 September 2020 11:07

Belanja Online Pacu Bisnis Logistik

Ketika banyak usaha tertekan pandemi corona, bisnis logistik justru berhasil…

Rabu, 30 September 2020 11:06

Batu Bara Bikin Neraca Dagang Loyo

SAMARINDA- Penurunan permintaan batu bara di tengah pandemi membuat kinerja…

Rabu, 30 September 2020 11:05

Tidak Tegas WP Bandel, 2020, Proses Tiga Kasus Pidana Perpajakan

SAMARINDA- Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kaltim dan…

Rabu, 30 September 2020 11:03

Beras Komersial Bulog Mulai Diburu

BALIKPAPAN- Perusahaan Umum (Perum) Badan Urusan Logistik (Bulog) Kalimantan Timur…

Selasa, 29 September 2020 11:39

Maskapai Terbantu Demand Kargo Udara

JAKARTA - Lonjakan permintaan pengiriman barang mendatangkan keuntungan tersendiri bagi…

Selasa, 29 September 2020 10:44

PHKT Dorong Peningkatan Produksi, Ini yang Dilakukan...

BALIKPAPAN- PT Pertamina Hulu Kalimantan Timur (PHKT) terus berupaya mempertahankan…

Selasa, 29 September 2020 10:43

Tren Positif CPO Sampai Akhir Tahun

Industri kelapa sawit menunjukkan tren perbaikan setelah sempat tertekan akibat…

Senin, 28 September 2020 16:33

Berpotensi Makin Lesu, Pengusaha Mal Minta Relaksasi

JAKARTA- Pemberlakuan kembali Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dianggap sebagai…

Senin, 28 September 2020 16:32

Isu Vaksin Hanya Sentimen Jangka Pendek

JAKARTA - Analis pasar modal Hans Kwee menilai indeks harga…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers