MANAGED BY:
RABU
21 AGUSTUS
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

KALTIM

Jumat, 14 Desember 2018 07:38
Harga Eceran Tabung Melon Sulit Dikendalikan
-ilustrasi

PROKAL.CO, TANA PASER – Tabung melon atau elpiji 3 kilogram (kg) yang merupakan barang subsidi, selalu menjadi polemik di masyarakat. Barang yang menjadi kebutuhan di dapur ini tak pernah reda dari berbagai isu miring, entah harganya yang meroket di pengecer, hingga masalah kelangkaan.

Pasca pertemuan dengan DPRD Paser beberapa waktu lalu, Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Kecil Menengah (Disperindagkop) Paser M Marwan Natsir bercerita pengalaman pahitnya menggelar operasi pasar di berbagai desa di Paser.

“Saat di Desa Busui Kecamatan Batu Sopang, masyarakat hampir anarkis membakar. Itulah sedikit fenomema di lapangan yang mau tidak mau harus dihadapi. Karena itu, kami berharap, aparat desa membantu di tiap operasi pasar,” sebutnya, kemarin (13/12).

Selain serbuan dari masyarakat yang terkadang emosi bahkan anarkis, Marwan mengatakan, harga eceran di desa dan kecamatan sangat sulit dikendalikan. Bahkan, sempat mencapai angka Rp 45 ribu per tabung, dari yang harusnya di harga eceran tertinggi (HET) hanya Rp 22 ribu. Program konversi ke tabung Pinky 5,5 kg pun belum direspons baik oleh masyarakat.

Pasalnya, jika dibandingkan dengan harga tabung melon subsidi, masih ada selisih Rp 14 ribu yang bisa dihemat warga. Sehingga tabung melon masih diburu. “Kuota tabung elpiji kita pada 2018 ada 1.813.000 tabung yang dibagi oleh dua agen. Saat ini baru terdistribusi 1.746.051, artinya  masih ada 66.949 tabung untuk kuota sampai Desember dan ini tercukupi. Berkaitan dengan regulasi. Semisal Kecamatan Muara Komam dan Batu Sopang kita akui ada tabung masuk dari Kalimantan Selatan,” katanya.

Marwan pun menegaskan di tingkat pangkalan dan agen, tidak mungkin ada permainan harga karena semua data sudah memakai sistem komputerisasi. Hanya di pengecer yang sulit di kontrol. Sering kali beli di berbagai pangkalan berbeda atau kucing-kucingan.

Sementara anggota Komisi III DPRD Paser Ahmad Rafi’i mengatakan, perlunya pengawasan ketat bersama dari seluruh level, mulai pemerintah kabupaten hingga desa. Serta aparat penegak hukum diharapkan turut membantu mengawasi agar tidak terjadi kelangkaan maupun melonjaknya harga elpiji melon di desa.

“Memang perlu adanya pangkalan di tiap kecamatan bahkan desa. Sehingga harga HET pun bisa dijual. Beda lagi jika dengan pengecer yang menjual, apalagi desa tersebut lokasi dan jalannya cukup sulit,” ujar politikus NasDem itu. (jib/kri/k8)


BACA JUGA

Rabu, 21 Agustus 2019 10:57

Terdakwa Penganiaya Anak Minta Bebas

TANJUNG REDEB–Setelah dituntut satu tahun penjara, terdakwa dugaan penganiayaan anak…

Rabu, 21 Agustus 2019 10:56

PLN Pastikan Sistem Kelistrikan Sudah Normal, Sinyal Beri Kompensasi

Pemadaman listrik sudah berangsur normal. Terkait kompensasi bisa diberikan. Namun,…

Rabu, 21 Agustus 2019 10:52

Nah Kejadian Lagi..!! BBM Bersubsidi Masuk Tambang

Kasus ribuan liter solar bodong terus ditelusuri Polres Kukar. Keterangan…

Rabu, 21 Agustus 2019 10:51

NAH...!! Polisi Seriusi Dugaan Penyimpangan Hibah

“Dua ormas ini menyelenggarakan kegiatan di lokasi yang sama. Selain…

Rabu, 21 Agustus 2019 10:48

Pokdarwis Kampung Warna - Warni Masuk 21 Besar Terbaik Indonesia

TANA PASER - Pariwisata Kabupaten Paser yang berbasis masyarakat atau…

Rabu, 21 Agustus 2019 09:20

Bupati Dorong Masyarakat Cinta Budaya

SENDAWAR–Pakaian adat bukan sekadar busana resmi suatu daerah. Tetapi merupakan…

Selasa, 20 Agustus 2019 11:22

Kasus Dugaan Penyimpangan DD dan ADD Muara Aloh Tunggu BPKP

Satu lagi kasus dugaan penyimpangan DD dan ADD di Kukar…

Selasa, 20 Agustus 2019 11:16

Setrum Tak Kunjung Masuk, Warga Muara Beloan Harus Bersabar

SENDAWAR - Hampir setahun dambaan listrik masuk kampung belum juga…

Selasa, 20 Agustus 2019 11:14
Aksi di Balik HUT Ke-74 Republik Indonesia

Upacara di Kolam Bekas Tambang, Suarakan Aspirasi hingga Istana Negara

Bermukim di tengah aktivitas eksploitasi sumber daya alam, tak melulu…

Selasa, 20 Agustus 2019 11:12

Polisi Bekuk Empat Pencuri Kambuhan, Bosnya Ditembak

Komplotan pencuri motor akhirnya dibekuk. Karena hendak melarikan diri, satu…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*