MANAGED BY:
KAMIS
22 AGUSTUS
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

KALTARA

Kamis, 13 Desember 2018 07:14
Waspadai Ancaman Perbatasan
BERI WEJANGAN: Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu (baju putih) berkunjung di Kota Tarakan, Rabu (12/12). (MUHAMMAD RAJAB/BULUNGAN POST)

PROKAL.CO, TARAKAN – Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu mengingatkan aparat keamanan akan tugas sebagai alat pertahanan negara dalam mengantisipasi segala bentuk ancaman, baik dari dalam maupun luar negeri.

Pesan itu diungkapkan Ryamizard saat memberikan arahan di depan ratusan prajurit TNI dari berbagai satuan di hanggar Lanud Anang Busra Tarakan, Rabu (12/12).

Ryamizard mengunjungi daerah ini, salah satu tujuannya melihat kesiapan Kota Tarakan menjadi tempat latihan trilateral Indonesia, Filipina dan Malaysia.

Disebutkan, tugas utama prajurit tentu saja perang mengangkat senjata melawan negara lain. Namun, melihat hubungan Indonesia dengan negara tetangga sangat baik, perang belum dianggap ancaman serius saat ini.

“Kita hidup di tempat yang damai, ASEAN. Sekarang sudah 51 tahun kita bersama-sama, tidak ada konflik, bertambah baik. Dulu, kita membuat ASEAN itu perjanjian tidak akan ada konflik bersenjata. Kalaupun ada perselisihan diselesaikan dengan baik,” katanya.

Begitu pula di kawasan lain, mantan kepala staf TNI AD ini melihat belum ada ancaman serius dari negara lain. Ia mencontohkan hubungan Indonesia dengan Australia baik-baik saja. Berikut dengan Tiongkok. Sikap Indonesia ini, kata dia, sesuai pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 yang mengamanahkan berperan aktif dalam menciptakan perdamaian dunia. 

“Ancaman perang baru terlihat apabila kedaulatan negara dan keselamatan rakyat terganggu. Sampai saat ini, ia belum melihat adanya potensi-potensi seperti itu. Saya merasa tidak ada ancaman. Saya melihat 10 tahun ke depan tidak ada ancaman. Maka saya nyatakan perang antara dua negara atau lebih dengan menggunakan semua alat perang, alutsista itu adalah ancaman yang belum nyata,” ujarnya.

Namun demikian, bukan berarti Indonesia bebas dari ancaman. Dia menyebut ada berbagai ancaman mulai dari aksi terorisme hingga masalah kejahatan di perbatasan.

“Ancaman nyata dan sangat nyata sekarang. Empat tahun lalu saya jadi menteri, saya sampaikan satu teroris berulang-ulang terjadi. Yang kedua bencana alam. Kemudian pemberontakan berulang-ulang, kemarin juga Papua begitu. Kemudian masalah perbatasan. Dulu saya lama di Kalimantan Barat. Itu hutan. Dari ujung ke ujung sebulan lebih jalan kaki. Masalah perbatasan itu untuk dilalui teroris, yang kedua obat-obatan, senjata, perdagangan perempuan dan lain-lain,” bebernya.

Menurut Menhan, Indonesia bekerja sama dengan Malaysia dalam mencegah kejahatan di perbatasan, dengan melakukan patroli bersama. Begitu juga dengan Filipina.

Ancaman lain yang juga sedang merongrong Indonesia adalah perang ideologi atau yang ia sebut perang pemikiran, dengan munculnya berbagai macam paham yang sedang merongrong ideologi Pancasila, termasuk munculnya lagi potensi paham komunis atau PKI.

“Pancasila ini dirongrong terus. Ada ekstrem yang kiri, ada kanan. Paham kiri itu PKI, sisa-sisa yang sudah muncul banyak itu, sudah mulai terang-terangan. Ini harus waspada,” tuturnya.(kpg/san/k15)

loading...

BACA JUGA

Rabu, 21 Agustus 2019 09:23

Irianto Sampaikan 4 Tanggapan dan 7 Usulan

BALIKPAPAN – Ada 4 tanggapan yang disampaikan Gubernur Kalimantan Utara…

Sabtu, 13 Juli 2019 11:32

Gakkum LHK Kalimantan Sita Ribuan Potong Kayu Olahan Illegal di Nunukan

PROKAL.CO, SAMARINDA - Penyidik SPORC Brigade Enggang Seksi Wilayah II…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*