MANAGED BY:
KAMIS
22 AGUSTUS
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

KALTIM

Selasa, 11 Desember 2018 08:02
MASALAH LAGI..!! Warga Tuntut Kejelasan Ganti Rugi Lahan Jalan Jembatan Pulau Balang

Lahan Belum Dibayar, Jalan Menuju Jembatan Pulau Balang Sudah Dibangun

TUNTUT HAK: Para pemilik lahan di sekitar Jembatan Pulau Balang yang mendatangi Kantor BPN Kabupaten PPU, kemarin. (RIKIP AGUSTANI/KP)

PROKAL.CO, PENAJAM - Puluhan warga Kelurahan Pantai Lango, Kecamatan Penajam mendatangi Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Senin (10/12) siang. Mereka meminta kejelasan mengenai pembebasan lahan yang telah dibangun jalan menuju Jembatan Pulau Balang.

Pasalnya, sudah tiga tahun, tidak ada kejelasan soal pembayaran lahan milik mereka seluas 14,5 hektare. Para pemilik lahan ini, lantas melakukan pertemuan di ruang kepala BPN Kabupaten PPU. Namun, mereka gagal bertemu dengan Kepala BPN Kabupaten PPU, Edison Lumban Batu, yang merupakan ketua tim pembebasan lahan di sekitar Pulau Balang tersebut.

Warga pun kecewa karena pihak BPN hanya diwakili Kasubag Tata Usaha, Yudi Asruni yang tidak mengetahui perihal pembebasan lahan tersebut. “Saya tidak bisa ngomong itu, karena kewenangan tim (pembebasan lahan). Kami hanya karyawan kantor. Itu tim yang tahu,” kata Yudi, usai menerima rombongan pemilik lahan di Pulau Balang, kemarin. 

Yudi menuturkan alasan ketidakhadiran kepala BPN dalam pertemuan itu karena telah mengajukan izin untuk berobat ke luar kota. Izin tersebut telah disampaikan langsung kepada Kantor Wilayah (Kanwil) BPN Kaltim beberapa waktu lalu. “Kami tidak tahu berobatnya ke mana.  Informasi yang kami tahu, sejak 4 Desember kemarin. Kami juga enggak tahu, sakitnya apa,” kata Yudi.

Sementara itu, para pemilik lahan yang kesal tidak mendapat kejelasan atas persoalan pembebasan lahan ini lantas mengancam. Mereka akan mendirikan tenda di akses jalan masuk sepanjang bentang pendek hingga bentang panjang menuju Jembatan Pulau Balang tersebut. Termasuk menghentikan kegiatan pembangunan Jembatan Pulau Balang yang kini masih dikerjakan di sisi Kabupaten PPU.

“Kalau sampai besok (hari ini) atau lusa (besok) belum ada keputusan, kami akan menghentikan kegiatan proyek di Pulau Balang. Kami sudah cukup lama menunggu, tiga tahun,” ancam Alek (35), salah seorang pemilik lahan.

Dia menambahkan, tujuan dari 30 orang pemilik lahan ini, datang ke Kantor BPN adalah buntut dari ketidakjelasan pembayaran tanah. Yang telah dibangunkan akses menuju Jembatan Pulau Balang tersebut. Mereka sudah mengurus pembebasan lahan itu, sejak tiga tahun lalu. Tepatnya tahun 2015 lalu. Bahkan sampai mengurus ke Kanwil BPN Kaltim.

Namun, diarahkan kembali, untuk mengurus ke Kantor BPN Kabupaten PPU. Mereka pun menerima informasi, bahwa tim penaksir atau appraisal telah turun ke lokasi. Untuk mengukur lahan milik warga, termasuk besaran biaya yang harus dibayarkan per meternya. Hasilnya pun telah diketahui awal Desember lalu.

“Kami tinggal menunggu undangan dari BPN, untuk penyampaian harga appraisal. Tapi, sampai sekarang BPN, khususnya kepala BPN, Bapak Edison Lumban Batu alasannya sakit di Jakarta. Padahal deadline-nya sampai 18 Desember,” ketus dia.

Anggaran pembebasan lahan di sekitar Pulau Balang itu, telah dialokasi sebesar Rp 20 miliar. Menggunakan APBD Kaltim tahun 2018. Jika tidak dilakukan pembayaran, hingga 18 Desember nanti, maka anggaran yang telah disediakan itu terancam hangus dan menjadi Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (Silpa) Tahun 2018.

Padahal lahan milik warga itu telah dibangun jalan beton sepanjang 2 kilometer, dengan lebar sekira 60 meter. “Katanya, sebenarnya enggak boleh dikerjakan dulu, sebelum dibayar. Karena kami enggak tahu, kami mengiyakan saja,” pungkasnya. (*/kip/kri/k15)


BACA JUGA

Kamis, 22 Agustus 2019 12:24

Lokalisasi Ini Ramai Jika Akhir Pekan dan Tanggal Gajian

SANGATTA - Aktifnya Lokalisasi Kampung Kajang Sangatta Selatan membuat Pemerintah…

Kamis, 22 Agustus 2019 12:22

Diduga Bawa Kayu Hasil Pembalakan Liar, Warga Labanan Ditangkap di Tanjung

TANJUNG REDEB – Bawa kayu ulin tanpa dilengkapi surat, Risman…

Kamis, 22 Agustus 2019 12:22

Kurangnya Budaya Membuat Karya Ilmiah, Guru Susah Naik Pangkat

Minat guru dalam membuat karya ilmiah di Kabupaten Kutai Timur…

Kamis, 22 Agustus 2019 12:20

Baju Adat Terbaik Kedua HUT Ke-74 RI di Istana Negara

Berau harus berbangga. Sebab, tepat pada Hari Kemerdekaan ke-74 Republik…

Kamis, 22 Agustus 2019 12:19

SMP 2 Kembali Mandi Debu

Kejadian tahun 2012 kembali menimpa SMP 2 Loa Kulu. DLH…

Kamis, 22 Agustus 2019 12:17

Warga Perbatasan Ditangkap

SENDAWAR – Peredaran 102 poket sabu seberat 56,5 gram berhasil…

Kamis, 22 Agustus 2019 12:15

Sabu 615 Gram Nyaris Beredar di Tenggarong

TENGGARONG - Anggota Satuan Reskoba Polres Kukar berhasil menggagalkan peredaran…

Kamis, 22 Agustus 2019 12:14

Akses Jalan Menuju Pesisir Diprioritaskan

PENAJAM – Beberapa waktu lalu, Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD)…

Kamis, 22 Agustus 2019 12:11

Akar Bajakah Juga Tumbuh di PPU

Siapa yang tidak tahu akar bajakah. Tanaman yang merambat dan…

Rabu, 21 Agustus 2019 10:57

Terdakwa Penganiaya Anak Minta Bebas

TANJUNG REDEB–Setelah dituntut satu tahun penjara, terdakwa dugaan penganiayaan anak…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*