MANAGED BY:
SABTU
31 OKTOBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

KOLOM REDAKSI

Rabu, 05 Desember 2018 09:11
Yang Terpilih Jangan Langsung Menghilang

Kalau Anda mencari nama untuk senator Kaltim, jawaban paling atas dari Google adalah milik Wikipedia. Tertulis begini. Ahmad Hendry menggantikan Martin Billa karena maju dalam Pilkada Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) 2015. Aji Muhammad Mirza Wardana, Muslihuddin Abdurrasyid, dan Muhammad Idris S menggantikan Bambang Susilo yang maju dalam Pilkada Bupati Kabupaten Paser 2015. Data dari Wikipedia itu sama dengan website www.dpd.go.id.

Setelah mencocokkan jawaban dengan di website, kita ke pertanyaan selanjutnya. Kenalkah Anda dengan nama-nama yang tersaji di website itu? Atau pernahkah Anda melihat foto-foto yang terpampang di website tersebut, sebelumnya?

Jika kenal, tahukah Anda kiprah mereka? Mudah-mudahan jawaban Anda bukan hanya kenal, dan tahu kiprah mereka, karena ini masa-masa jelang pemilihan umum (pemilu). Yang mana, beberapa dari mereka kembali maju dalam suksesi. Artinya sering muncul lagi untuk kampanye. Bertebaran lagi wajah mereka di baliho dan spanduk di pinggir-pinggir jalan. Dan mendadak jadi orang yang sangat peduli. Dan mengaku paling amanah dan merakyat.

Semoga Anda kenal mereka karena kiprah selama ini dalam membawa suara sebagai wakil rakyat. Setidaknya dalam empat tahun terakhir. Kenal karena suara lantang mereka yang terekam di media karena menyuarakan kepentingan rakyat Kaltim. Kenal karena aksi mereka memperjuangkan suara publik.

Jika mayoritas jawaban Anda benar, kenal dan tahu kiprah mereka, itu pertanda baik. Karena memenuhi beberapa indikator sederhana yang coba saya buat. Yakni, para wakil Kaltim itu familier. Para wakil Kaltim itu membumi. Mereka sering muncul di ruang publik, lantas tersaji dalam pemberitaan-pemberitaan di media yang mengulas kiprah dan sudah melakukan apa saja untuk provinsi ini. Sehingga nama-nama mereka mudah ditemukan di Google. Dan ada kepedulian publik terhadap wakil mereka, yang membawa suara rakyat di Senayan, Jakarta.

Artinya, ada kepedulian mengawasi wakil mereka. Ada kepedulian menyorot wakil mereka. Dan menjadikan para wakil itu tempat mengadu ketika ada permasalahan di daerah, yang harus dituntaskan di pusat. Misalnya, soal anggaran sejumlah pembangunan. Yang butuh dukungan pusat. Perbaikan jalan. Pembangunan jembatan. Hingga pengentasan masalah kemiskinan, masalah kesehatan, juga pendidikan.

Halaman:

BACA JUGA

Rabu, 28 Oktober 2020 11:32

Tentang Sebuah Kata

CATATAN Putri Muharromiah Sekretaris Redaksi Kaltim Post     OKTOBER…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers